Sori oposisi .... Menurut gue jauh lebih berbahaya ketika kita memutuskan untuk berhenti di lokasi yang Kang Prie sebutkan, gue pun kadang jalan kadang berhenti jika merah.
Perhatikan dulu situasi sekitar -semua sisi-, jika jumlah kendaraan yang berhenti lebih dari 5 silakan taati saat lampu berwarna merah. Tapi ketika hanya kita saja yang niat berhenti sementara di kaca spion terlihat arus deras menerobos lampu maka jalan terus adalah pilihan yang terbaik. Perilaku taat tidak mesti dilakukan membabi buta meski perilaku itu baik. Dahulukan keselamatan, sundulan dari belakang kerap terjadi di titik ini. Btw .. salut lah ........... Rgds. 2009/12/21 Kang Prie <[email protected]> > > > Senin sore, 21 Des. > Seperti biasa pertigaan univ. Borobudur sudah langganan lampu merah > ditrabas pengendara. > Namun sore kemaren terasa ada satu yg lain dari biasanya. Nampak HVC F5738 > (kalo gak salah) berbox Givi E45 plus antene Rakom, berhenti karena lampu > merah, gak peduli banyak kendaraan lain menerobosnya( maklum tidak ada > kendaraan dari arah pondok bambu yang melintas). wah.. ada temen nih untuk > mentaati rambu lampu merah di pertigaan ini, jarang2 yang beginian hehehee. > hihihi, cuma kami berdua doang yang berhenti. sempet salaman dan begitu > hijau bro HVC langsung bablas.. thanks bro. > Salut buat bro yg satu ini, padahal tuh lampu merah sudah jadi "langganan" > di trabas (dengan catatan tidak ada yg lewat dari arah pd.bambu). > > kang pri > KHCC 038 > > -- "Motorcycling - Adventouring - Enjoying Life" Communication & Admin Media JDDC ---------------------------------------------- http://www.jddc-online.com/ http://www.drivingsolution.com/ http://www.jalanraya.net/ http://www.andryberlianto.co.cc/ ----------------------------------------------

