lebih banyak info:
http://edorusyanto.wordpress.com/


APAPUN sepeda motornya, keselamatan nomor satu. Suara konsumen adalah suara 
mutlak. Tak ada produsen yang menyangkal. Memenangi hati konsumen, berarti 
memenangi persaingan pasar.

Lantas, seperti apa kira-kira suara konsumen ke depan?

Inilah sederetan mimpi anak negeri; pertama, ingin sepeda motor yang 
berkualitas tinggi dari aspek keselamatan. Urusan keselamatan menjadi prioritas 
mengingat sepeda motor secara alamiah lebih ringkih dibandingkan kendaraan 
lainnya, terlebih dibandingkan mobil atau bus.

Sepeda motor lebih mudah tergelincir sehingga mudah membuat celaka 
pengendaranya. Saya jadi ingat jargon; sepeda motor itu, daging membungkus 
besi. Sedangkan mobil, daging dibungkus besi.

Seabrek aspek yang bisa mendorong sepeda motor untuk lebih aman dan selamat. 
Mulai dari mesin yang tidak rewel dalam segala kondisi cuaca, sistem pengereman 
yang efektif, kualitas spion yang memadai, ban berkualitas dengan daya 
cengkeram maksimal di atas permukaan aspal, hingga kualitas lampu utama maupun 
lampu isyarat.


Kedua, ramah lingkungan. Ini terkait dengan seberapa besar konsumsi bahan bakar 
si motor. Semakin irit, semakin ramah lingkungan. Benarkah? Ke depan, tidak 
hanya itu. Harus dicetak sepeda motor yang bisa melaju tanpa bahan bakar minyak 
(BBM) fosil seperti bensin. Harus ada produk yang bisa memakai energi 
alternatif. Maklum, BBM fosil cadangannya terus merosot dan tak bisa 
diperbaharui.

Tak aneh dong, jika kelak diproduksi secara massal sepeda motor berbahan bakar 
gas atau berbahan bakar nabati alias biodiesel.

Ramah lingkungan juga dituntut atas komponen atau bahan baku yang dipakai untuk 
memproduksi sepeda motor. 

Ketiga, menuntut peran aktif dan berkesinambungan para produsen sepeda motor 
untuk mengedukasi calon konsumen maupun konsumen terkait keselamatan jalan. 
Saat ini, boleh jadi mayoritas konsumen sepeda motor tidak ngeh soal ini. Ke 
depan, jurus efektif merawat hati konsumen salah satunya adalah seberapa 
agresif para produsen mengedukasi konsumen tentang aspek-aspek keselamatan 
jalan. Kini, sebagian produsen sudah menempuh beragam cara. Mulai dari 
pembuatan booklet, stiker, hingga menggelar pelatihan bagi konsumen.


Keempat, layanan penjualan dan purna jual. Keintiman antara produsen dan 
konsumen diyakini mampu mendongkrak loyalitas konsumen terhadap produk yang 
dipakainya. Sementara itu, layanan penjualan yang memudahkan persyaratan dan 
keringanan uang muka juga masih menjadi primadona pemicu konsumen membeli 
sepeda motor.

Kelima, tampilan lebih gaya. Tren sepeda motor hanya sebagai alat penyalur hobi 
dan gaya hidup kian terasa. Tampilan yang lebih macho kian diminati.

Mungkin masih berderet daftar suara konsumen di masa mendatang. Maklum, gaya 
hidup masyarakat dipengaruhi banyak aspek, mulai daya beli, perkembangan 
teknologi, hingga perubahan iklim.

Sebagian atau seluruh hal tersebut barangkali sudah diterapkan oleh para 
produsen sepeda motor pada saat ini. Buktinya, sepanjang 2005-2009, empat 
produsen asal Jepang, yakni Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki mampu menjual 
22,6 juta unit di pasar domestik. Volume tersebut menempatkan Indonesia sebagai 
pasar nomor tiga terbesar di dunia setelah Cina dan India.

Kelima unsur suara konsumen di atas baru segelintir harapan yang jika terus 
diantisipasi oleh para produsen sepeda motor, tak mustahil bisa terus memincut 
hati calon konsumen mereka. (edo rusyanto)



      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke