dear om momod, numpang benwith yah. trims


sumber: http://edorusyanto.wordpress.com

twitter:@edorusia



artikel terkait:









Raja Sirkuit Sehari



Kawasan Sirkuit Sentul, Bogor, cukup cerah. Matahari bahkan mulai terik.
Beruntung angin membuat sedikit sejuk. Di benak sudah bergulir bagaimana
nikmatnya menelusuri sirkuit yang dibangun di era Presiden Soeharto itu.
Maklum, Kamis (3/6/2010) siang, bakal ikutan Megelli 250 R Riding
Performance Experience, ya semacam uji bersepeda motor di sirkuit lah.

Sejumlah jurnalis dari
berbagai media massa, mulai dari media cetak, elektronik, online, hingga para 
citizen
journalism alias blogger, diajak oleh PT Minerva Motor Indonesia (MMI)
untuk menjajal sepeda motor sport Megelli 250RV.

Meski tiba lebih awal
dari rombongan jurnalis yang berangkat dari Jakarta, niat saya untuk menjajal
lebih awal ternyata gak kesampaian. ”Aku dah jajal lebih dulu karena datangnya
lebih pagi,” ujar Taufik, blogger yang menetap di Bogor. Wajahnya nampak
sumringah. Tubuhnya berpeluh, maklum memakai pakaian khusus balap sepeda motor.
Temperatur di sirkuit yang diresmikan pada 22 Agustus 1993 itu ditaksir sekitar
30-an derajat celcius.

Sirkuit yang mendapat
peringkat dua dari Federation Internationale de I’Automobile (FIA) itu,
menyambut ramah para jurnalis. Umbul-umbul dipasang sejak pintu masuk sirkuit
yang memiliki panjang 4,1 kilometer dengan luas 72 hektare (ha) tersebut. ”Kami
menyiapkan lima unit sepeda motor Megelli 250 untuk setiap kelompok yang ingin
mencoba,” tutur Eddy Susanto, marketing
manager PT MMI, di sela test ride.

Aha! Ada sesuatu yang
berbeda. Di
antara belasan jurnalis, terselip tiga penunggang daya nan ayu. Satu di
antaranya saya kenal, Arin. Kami pernah bersama saat menggelar diskusi
Independent Bikers Club (IBC) dan saat perayaan ulang tahun pertama Komunitas
Blogger Otomotif Indonesia (Koboi) Februari 2010. Selain ramah, Arin merupakan
salah satu lady bikers yang cukup gesit menunggang motor sport.

Ketiga lady  bikers itu khusus didatangkan oleh PT MMI
untuk atraksi mengangkut jurnalis yang berminat dibonceng menelusuri track
sirkuit, kecepatan mereka minimal 120 kilometer per jam. Wah!!!

”Saya cuma sekitar 120
kpj, tampaknya yang saya bonceng agak ngeri dia,” seloroh Arin, seusai
mengitari sirkuit yang memiliki panjang 4,1 km itu.

 

157 kpj

Rasa penasaran akan
peforma Megelli 250RV akhirnya terbayar. Dari lima putaran yang disediakan bagi
jurnalis dan blogger yang ingin menjajal, saya hanya menuntaskan tiga lap.
Sudah merasa cukup setelah memacu sekitar 114 kpj di track lurus. Tarikan
awalnya cukup lumayan, dengan enam speed, rasanya kecepatan saya bisa ditambah.
”Gue sekitar 148 kpj,” kata bro Stephen, salah seorang blogger. 

Ternyata Stephen belum
seberapa, Jayadi, blogger yang juga jurnalis mengaku mampu mencapai 157 kpj.
Wow!!!

Peforma Megelli saat
saya bawa mengitari track sirkuit
Sentul lumayan nyaman, getaran yang ada tidak menganggu saat saya berpacu. Di
tikungan, saya hanya berani dikisaran 50-60 kpj, maklum baru kali itu
menunggang Megelli 250.

”Kami mengembangkan
mesin yang baru untuk versi Megelli 250RV, di antaranya adalah memiliki 27 
grunts of horse power,” kata Simon
Brown, direktur Megelli United Kingdom, saat jumpa pers di Sentul, Kamis.

Tak heran, jika bro
Taufik, mengaku nyaman menunggang motor sport tersebut. ”Trek panjang mungkin
bisa 150 kpj,” katanya.

Rasanya memang peforma
Megelli 250 versi anyar cukup memadai untuk meliuk-liuk di sirkuit dengan
kecepatan rata-rata 130 kpj. Tawaran yang menggoda untuk para penggila motor
sport, maklum harga termahal Megelli sebesar Rp 34,9 juta. Coba bandingkan
dengan Ninja 250 R yang mencapai Rp 46 juta per unit.

”Kami menyediakan
pilihan bagi para konsumen yang menyukai kecepatan penuh, atau kecepatan yang
sedang,” tutur Kristianto Goenadi, presiden direktur PT MMI, di Sentul.

Ya, pilihan memacu
kendaraan dengan kecepatan di atas 100 kpj untuk di area sirkuit mungkin masih
dianggap rendah. Namun, jangan coba-coba di jalan raya, sekalipun sunyi sepi di
tengah malam, risiko bertabrakan masih menganga. Sebut saja misalnya dengan
orang yang tiba-tiba menyeberang atau hewan yang melintas. Saya jadi ingat
ucapan juara MotoGP Valentino Rossi saat bertemu di Medan, Sumatera Utara,
beberapa waktu lalu. ”Jangan melaju cepat di jalan raya,” tukas Rossi. Setuju? 
(edo rusyanto)  




Kirim email ke