dear om momod, numpang benwith yah dikit. smoga berkenan. trims



sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)



artikel lain:



Berharap Jakarta Minim Kecelakaan


 

JAKARTA tak pernah tidur. Aktifitas bergulir dari pagi
hingga pagi esok hari. Segudang aktifitas ada di kota berumur 483 tahun ini. 
Mau urusan
mengatur negara, diplomasi ke dunia internasional, urusan mengeruk keuntungan
dari perekonomian, politik, sosial, hingga urusan tetek bengek. Potret 
Indonesia bisa dilihat di Jakarta.

Untuk urusan kemacetan
dan kecelakaan lalul lintas jalan, Jakarta juga menjadi
indikator Indonesia.
Panjang jalan yang ada bak tak menampung sekitar 10 juta populasi kendaraan.
Lebih dari enam juta unit adalah sepeda motor, di luar itu roda empat atau
lebih. Tak heran, jika setiap hari kita disodori pemandangan antrean kendaraan,
baik di jalan arteri maupun jalan berbayar alias tol.

Sedikitnya ada sekitar
20,7 juta pergerakan warga setiap hari. Angkutan umum yang ada hanya sekitar 88
ribu unit, artinya hanya mampu melayani 1,5% kebutuhan transportasi warga.
Pilihan pun jatuh kepada kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Maklum,
sepeda motor lebih terjangkau oleh kocek kebanyakan orang.

Tak ada lagi kita
mengenal jam kerja atau jam non kerja. Hampir setiap jam antrean alias
kemacetan lalu lintas jalan menjadi menu setiap saat. Ironisnya, bumbu
kemacetan ditaburi oleh perilaku pengguna jalan yang egois. Masih banyak
dijumpai yang enggan bersabar sesaat untuk menanti lampu merah menyala hijau,
atau tidak bisa menahan kegairahan untuk melibas bahu jalan. Bahkan, tak sabar
antre, naik melibas trotoar jalan.

 

 

Terus Naik

Buntut dari itu semua, kita harus rela melihat terus naiknya angka
kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta. Pada
2007, kasus kecelakaan sebanyak 5.437 kasus yang menewaskan 1.085 jiwa, serta 
menimbulkan
6.082 korban luka berat dan ringan.

Angka itu terus naik,
pada 2008, kasus kecelakaan naik menjadi 5.965, sedangkan korban tewas sebanyak
1.169 jiwa. Dan, tahun lalu, kasus kecelakaan naik 16,71% menjadi 6.896 kasus. 
Korban
jiwanaik 3% menjadi 1.071 orang, sedangkan korban luka berat dan ringan sebanyak
7.891 orang. 

Kondisi memprihatinkan
adalah keterlibatan sepeda motor. Pada 2009, jumlahnya mencapai 6.608 unit atau
sekitar 61,72% dan 38,28% adalah mobil. Jumlah tersebut meningkat jika
dibandingkan 2008 yang baru berkontribusi 58,22% terhadap total kendaraan yang
terlibat kecelakaan. Saat itu, keterlibatan mobil sebanyak 41,78%.

Tanpa mengubah perilaku
berkendara dari ugal-ugalan menjadi lebih bersahabat dan santun di jalan,
rasanya angka kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta, sulit direm dengan 
signifikan.

“Selain itu, harus
diwujudkan sistem lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan terjangkau,” kata
Rio Octaviano, ketua Road Safety Association (RSA).

Maklum, perilaku
pengendara di Jakarta
saat ini sulit didisiplinkan. ”Karena itu, pendekatan kami adalah dengan
pembangunan fisik. Misalnya, pembangunan busway,” kata Wakil Kepala Dinas
Perhubungan (Wakadishub) DKI Jakarta Riza Hashim.

Disiplin ternyata sulit
yah? Selamat ulang tahun Jakarta
ke-483. (edo rusyanto)



artikel lain






Kirim email ke