dear om momod, numpang bendwith dikit yah. smoga bermanfaat. trims

sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)

twt: @edorusia

artikel lain

jika foto tak terlihat silakan klik disini.






Muaknya Pengguna Jalan





Ketika rasa frustasi menumpuk, kata-kata yang terlontar bak amunisi terlepas
dari magasin senapan mesin. 

Penyaluran aspirasi memang banyak pilihan. Salah satunya, aksi damai massa 
sambil membentang spanduk, orasi, dan
membagikan selebaran di tengah keramaian masyarakat. Sampaikah pesannya ke
pihak yang dituntut atau diprotes?

Road
Safety Association (RSA), lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus pada
keselamatan berkendara di jalan, termasuk yang memilih salah satu penyampaian 
aspirasi
via aksi damai unjuk rasa. Bundaran HI, Jakarta Pusat, menjadi pilihan pada 
Sabtu
(26/6/2010), pukul 09.00-11.00 WIB. 

Aksi
yang dirancang tak lebih dari satu bulan hanya mampu menggaet tak lebih 100 para
anggota kelompok sepeda motor (bikers) dari beberapa kelompok seperti Yamaha
Vixion Club Indonesia (YVCI), Yamaha Jupiter Owner Community (YJOC), Honda
Supra Jakarta (HSC), Solidarity Riders Community (SRC), Blackakholic
Laboratoria/BMC, Parkir Timur Senayan Club Scooter Jakarta (Party C), dan 
Mailing
List Yamaha Scorpio (Milys). 

Dari elemen pengurus RSA
terdapat juga perwakilan kelompok lainnya seperti Independent Bikers Club
(IBC), Independent Bajaj Bikers Indonesia (IBBC), Pulsarian Community, King
Club Djakarta (KCDj), dan Honda Beat Club (HBC) Jakarta. “Kami mendukung setiap
kegiatan terkait keselamatan jalan,” ujar Billy Fannan, Dewan Nasional YVCI, di
sela aksi damai.

Penyampaian tuntutan kepada
pemerintah untuk mempercepat terwujudnya sistem transportasi umum massal yang
aman, nyaman, dan terjangkau dibuka dengan interview tiga pengurus RSA yang
disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi, TV One, pada pukul 07.45 WIB.
Ketiga pengurus itu adalah Rio Octaviano, ketua umum RSA serta Edo Rusyanto,
ketua divisi Litbang RSA dan Ardy Purnawan Sari, divisi litbang RSA.

“Kami mengelar aksi damai
ini untuk menuntut pemerintah mempercepat perwujudan transportasi yang aman,
nyaman, dan terjangkau. Peserta aksi damai adalah anggota dan relawan RSA,”
ujar Rio, saat ditanya sang presenter TV One,
Yenny.

Sempat ditambahkan Edo bahwa system transportasi yang seperti itu ditaksir
bisa mereduksi angka kecelakaan lalu lintas jalan. “Saat ini, korban kecelakaan
sudah cukup memprihatinkan, sebanyak 50 orang tewas setiap hari,” kata dia.

Ardy menganggap perlu menghapus
ego sektoral di lingkup pemerintah untuk mewujudkan harapan masyarakat terkait
transportasi. Bahkan, lanjut Rio, jika
transportasi massal terwujud secara luas, penghamburan penggunaan bahan bakar
minyak (BBM) oleh kendaraan pribadi bakal menyusut.

 

Kemauan Politik

Syamsul, ketua dewan
pengawas RSA melontarkan secara tegas bahwa masalah transportasi terkait dengan
kebijakan politik. Butuh kemauan politik yang kuat dari pemerintah.
“Jangan-jangan kemacetan lalu lintas ‘dipelihara’ oleh agen tunggal pemegang
merek,” kata dia, dalam orasi aksi damai yang digelar di sekeliling taman air
mancur Bundaran HI, Jakarta.

Maklum, semakin macetnya
lalu lintas jalan dan semrawutnya moda transportasi jalan, dinilai memicu
masyarakat membeli kendaraan pribadi, mulai dari sepeda motor, mobil menengah,
hingga super mewah seharga Rp 3 miliar per unit. Lalu lintas jalan kian padat
oleh populasi kendaraan.

“Hingga Juni 2009,
rata-rata seribu sepeda motor yang masuk ke Jakarta,” ujar Ardy.

Moda transportasi umum
belum nyaman. “Saat ini, transportasi publik belum nyaman,” sergah Iklal dari
SRC dalam orasinya.

Karena itu, tak bisa
dipungkiri mayoritas masyarakat mencari transportasi alternatif yang terjangkau
yakni sepeda motor. “Kami naik sepeda motor karena transportasi umum tidak
nyaman. Tolong pemerintah membuat transportasi yang nyaman,” teriak Murray, 
Ketua Dewan
Nasional YVCI, dalam orasi selanjutnya.

Selain tak nyaman, bagi
Pajay dari YJOC, pemerintah juga perlu meningkatkan rasa aman di dalam
kendaraan umum. “Hilangkan premanisme di dalam angkutan umum,” tukas Pajay.

ya. Transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau secara akses dan financial
diyakini mampu mereduksi kecelakaan lalu lintas jalan. “Walau, untuk itu juga
harus berbarengan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan
jalan,” seru Dedi dari HSJ, ketika berorasi.

Tak pelak, Rio Octaviano
menyatakan, pihaknya menuntut pemerintah beberapa aspek. Pertama, wujudkan 
transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau secara
akses dan finansial. Kedua, tegakkan
aturan lalu lintas jalan secara konsiten dan tanpa pandang bulu. Ketiga,
tingkatkan sinergi para stake holder lalu lintas jalan dalam mewujudkan lalu
lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat. Keempat, tingkatkan kesadaran
berkendara yang tertib, bersahabat, dan santun di jalan. Kelima, bangun
infrastruktur jalan yang memadai sesuai amanat undang undang.

”Tuntutan itu akan kami kirimkan ke pemerintah dan instansi terkait mulai
Senin (28/6/2010),” tukas Rio.

Tuntutan tersebut pula yang dibagikan kepada para pengguna jalan yang
melintas di Bundaran HI dalam bentuk selebaran oleh para peserta aksi damai.
Jelang tengah hari, orasi usai dan para peserta aksi membuarkan diri secara
tertib. ”Nah kalau menyerang tertib seperti ini kan enak,” seloroh Sunaryo,
petugas kepolisian yang mengawal berjalannya aksi siang itu. Terimakasih Pak. 
(edo rusyanto)
artikel lain





Kirim email ke