dear om momod, numpang benwith dikit yah, smoga berkenan. trims sumber (http://edorusyanto.wordpress.com) twitter: @edorusia
artikel lain Lagi, Sepeda Motor Dominasi Kecelakaan di Jakarta SEPANJANG Januari-Juni 2010, sepeda motor yang terlibat kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta mencapai 3.995 unit setara dengan 59,52% dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan sebanyak 6.712 kendaraan. Tingginya keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan tidak terlepas dari meruyaknya populasi sepeda motor di Jakarta yang hingga kini mencapai sekitar 6,7 juta unit. Jauh lebih besar dibandingkan populasi mobil yang ditaksir sekitar dua jutaan unit. Namun, penyebab kecelakaan terbesar sepanjang enam bulan pertama 2010 ternyata akibat perilaku para pengendara. Data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, sebesar 90,65% kecelakaan karena faktor manusia. Selebihnya, faktor kendaraan (8,23%) dan jalan (1,11%). ”Kecelakaan selalu diawali dengan pelanggaran peraturan lalu lintas,” ujar Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Kartono W, kasubdit Dikmas Mabes Polri, dalam workshop Pekan Aman di Jalan, yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di Cipayung, Bogor, Rabu (14/7/2010). Menurut dia, faktor manusia tidak terlepas dari perilaku yang tidak taat peraturan. ”Yang harus dibangun adalah manusia yang taat hukum, bukan taat polisi,” tukasnya. Dia mengakui, pekerjaan terberat adalah meningkatkan kesadaran para pengendara agar berperilaku aman dalam berlalu lintas. ”Selama tidak ada political will, jumlah kecelakaan tidak akan turun,” tegas Kartono. Di mata Yuhendri, guru SMA 32 Jakarta, perilaku yang berpotensi memicu kecelakaan adalah karena enggan sabar. ”Pingginya buru-buru, jadi deh saling serobot,” tutur dia. Selain perilaku ugal-ugalan, faktor manusia yang lain tentu saja terkait dengan keterampilan berkendara. Terkait political will, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Yusharmen, menilai, butuh sinergi yang bagus antara pemerintah, LSM, dan masyarakat untuk menekan angka kecelakaan. ”Selain itu, harus terintegrasi. Saling melengkapi dan jangan tumpang tindih,” papar dia. Sedangkan mengenai penegakkan hukum di jalan, menurut AKBP Johanson R Simamora, kasubdit Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, di lapangan kerap kali terjadi ’intervensi’ ketika hendak diterapkan hukum secara benar. Ia mencontohkan, ada seseorang yang kedapatan melanggar lalu lintas dan hendak ditilang, tiba-tiba menelepon pejabat anu atau pejabat itu. Ujungnya, minta koordinasi agar ditoleransi. ”Seakan tidak ada pembelajaran hukum,” tegasnya. Namun, sebenarnya ’intervensi’ itu bisa saja berupa akal-akalan. Seorang PNS mengaku menyimpan kartu nama seorang perwira polisi di dompetnya, agar ketika ditilang bisa ditoleransi. ”Bilang aja, ini kartu nama kakak saya,” kilah PNS tersebut. Kenapa masyarakat kita seperti itu? Korbannya Bikers Jumlah pengendara sepeda motor yang tewas sepanjang Januari-Juni 2010 sebanyak 301 orang atau sekitar 60,07% dari total yang meninggal sepanjang periode tersebut sebanyak 501 jiwa. Sementara itu, bikers yang luka berat mencapai 1.273 orang atau 40,25% dari total korban luka berat 3.162 orang, sedangkan korban luka ringan bikers sebanyak 1.955 orang (61,82%). Sepeda motor kian berpotensi memicu kecelakaan ketika sang pengendaranya tidak mematuhi aturan lalu lintas jalan dan enggan berbagi ruas jalan dengan sesama pemakai jalan. Dari sisi profesi korban kecelakaan, sebanyak 4.267 orang atau sebanyak 80,13% adalah karyawan swasta, lalu pelajar/mahasiswa 748 orang (14,04%), pengemudi 124 (2,32%), PNS 106 orang (1,99%), dan TNI/Polri 80 orang (1,5%). Bagi Suharto, seorang PNS Kemenkes, sosialisasi masalah keselamatan jala harus terus digencarkan. ”Yang terbaik dilakukan sejak usia dini,” tegasnya. Dia berharap, seluruh elemen masyarakat yang memahami tentang keselamatan jalan, terus menyebarluaskan kepada sesama masyarakat. Menurut Anda? (edo rusyanto) artikel lain

