Dear om momod, numpang benwith dikit yah. smoga berkenan, trims
sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)twitter: @edorusia
artikel lain

 
PENJUALAN sepeda motor Yamaha mendominasi
kawasan DKI Jakarta, sepanjang Januari-Juni 2010. Data Asosiasi
Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) menyebutkan, dari total volume
penjualan motor di Jakarta sebanyak 551.133 unit, Yamaha menguasai
56,47% atau setara dengan 311.244 unit. Jakarta yang berpenduduk
sekitar 9 juta jiwa itu, menjadi wilayah pemasaran utama Yamaha, yang
diageni PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Kontribusi Jakarta
terhadap total penjualan YMKI mencapai 18,99%. Enam bulan pertama 2010,
Yamaha mengantongi penjualan sebanyak 1.639.226 unit di pasar domestik.
(lihat tabel yamaha) Honda
menjadi kompetitor paling dekat Yamaha di Jakarta. Honda sepanjang enam
bulan pertama 2010 mengantongi penjualan 196.186 unit, dengan pangsa
pasar 35,60%. Suzuki menempati posisi ketiga dengan penjualan sebanyak
30.477 unit (5,53%). Di luar ketiga agen tunggal pemegang merek (ATPM)
prinsipal Jepang tersebut, pangsa pasarnya di bawah 5%, termasuk
Kawasaki sebanyak 12.886 unit (2,34%). Jakarta yang diserbu
rata-rata 126 sepeda motor per jam, pada semester pertama 2010 memberi
kontribusi sebesar 15,27%, terhadap total penjualan sepeda motor di
pasar domestik yang mencapai sekitar 3,6 juta unit. Provinsi yang
paling besar mengontribusi penjualan sepeda motor adalah Jawa Timur
yakni sebanyak 562.154 unit atau setara dengan 15,57%. Sedangkan posisi
ketiga adalah Jawa Barat yakni 519.798 unit (14,40%). (lihat tabel 
honda)Sementara
itu, dari tiga provinsi penyumbang penjualan sepeda motor terbesar,
Honda masih berkibar di Jawa Timur dan Jawa Barat. Di kedua provinsi
ini, Yamaha bertengger di posisi kedua. Honda mampu menjual
sebanyak 326.790 unit dengan penguasaan pasar 62,87% di Jawa Barat,
sedangkan di Jawa Timur sebanyak 279.386 unit (49,70%).   Pertarungan ATPM 
Kecil Pemain
bisnis sepeda motor kecil, seperti PT TVS Motor Company Indonesia
(TVS), tampaknya kesulitan menggempur wilayah utama penjualan sepeda
motor yakni Jawa. TVS lebih menyisir kawasan Sumatera, Kalimantan, dan
Sulawesi. Kontribusi luar Jawa mencapai 69,09% dari total 6.260 unit
penjualan domestik TVS pada Januari-Juni 2010. (lihat grafik TVS)Namun,
dari keempat pulau wilayah pemasaran TVS, Jawa mengontribusi 30,91%
alias di posisi kedua terbesar. Wilayah pemasaran terbesar TVS ada di
Sumatera (%), di posisi ketiga dan keempat masing-masing diduduki
Kalimantan (15,70%) dan Sulawesi (4,77%). Sementara itu, Kanzen
juga bergulat di luar Jawa. Sebanyak 76,98% dari total 1.099 unit
penjualan domestik Kanzen, tersebar di Sumatera dan Kalimantan.  Secara
keseluruhan Sumatera merupakan kontributor terbesar yakni %, di
belakangnya Jawa (23,02%) dan Kalimantan (17,11%). (lihat grafik Kanzen)

Pemain kecil kesulitan merebut hati konsumen di Jawa karena jaringan
distribusi mereka kalah jauh dibandingkan para raksasa. Belum lagi
persoalan pencitraan atas produk yang notabene kalah bersaing. Maklum,
pencitraan di masyarakat kita saat ini amat tergantung pada iklan di
televisi. Belakangan, salah satu unsur pencitraan juga ditopang oleh
meluasnya komunitas konsumen pengguna produk. (edo rusyanto)



artikel lain

Kirim email ke