kalau ngak sala denger ci um Xeon 1. di pom bensin tajung barat sama di
dalam kampus UI um....

2010/7/20 <[email protected]>

>
>
> Keren...keren...keren...bisa mancing ga lex disana ? Ngomong2x pit stop-nya
> dimana ya ?
>
> -peter-
> KHCC 059
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *From: * Alex Setia <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 20 Jul 2010 11:13:50 +0700
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[karisma_honda] Saung Talaga - Sawangan Ultah 7th KHCC
>
>
>
>  Nah ini tempat acara Ultah KHCC……… nyok ………. Nyok …………..!
>
>
>
>
> =================================================================================
>
> Makanan Rumahan di Atas Telaga
>
> Senin, 13 April 2009 | 17:24 WIB
>
> Warta Kota/Lilis Seyaningsih
>
> Saung Talaga di Jalan Raya Sawangan, Depok.
>
> *JIKA *Anda mencari rumah makan sekaligus tempat rekreasi bersama
> keluarga, Rumah Makan Saung Talaga di Depok bisa menjadi pilihan. Sesuai
> namanya, rumah makan ini ada hubungannya dengan telaga.
>
> Tempat makannya memang berada di atas telaga atau danau. Di bawahnya banyak
> hidup ikan yang berenang ke sana kemari, dan akan bergerombol ketika ada
> pengunjung yang memberi makan.
>
> Di luar itu, namanya juga rumah makan, tentu pengunjung ingin makan sebelum
> menikmati fasilitas yang disediakan Saung Talaga yang berada di Jalan Raya
> Sawangan, Depok, tersebut. Menurut pemilik Saung Talaga, Yani Wisnu (43),
> makanan yang disediakan adalah makanan rumahan.
>
> ”Yang kami sediakan makanan umum, makanan rumahan, bukan khas makanan
> sunda, misalnya, atau makanan yang istimewa. Jadi kalau di rumah mungkin
> malas memasak yang dibakar-bakar, kami menyediakan,” katanya ketika ditemui
> Warta Kota belum lama ini.
>
> Makanan yang tersedia memang tidak asing di lidah kita. Begitu juga
> harganya relatif standar. Favorit pengunjung Saung Talaga adalah gurami,
> baik dibakar atau digoreng, dengan harga Rp 7.000/ons. Biasanya satu ekor
> gurami beratnya 7 ons sampai 1 kilogram (10 ons). Juga ikan mas goreng dan
> bakar yang harganya Rp 5.000/ons. Berat seekor ikan mas sekitar 6 ons. Ada
> juga karedok yang harganya Rp 7.000/porsi dan sayur asem Rp 5.000/porsi.
>
> Jika tidak menghendaki ikan, tersedia juga ayam, baik digoreng maupun
> dibakar, yang harganya Rp 8.000/potong. Ada pula ayam peprek (ayam yang
> diberi bumbu cabe) yang harganya Rp 12.000/ potong. Aneka sate, baik sate
> ayam, sate kambing maupun sate sapi, juga tersedia dengan harga Rp
> 17.500/porsi hingga Rp 20.000/ porsi. Sop iga sapi pun ada, dengan harga Rp
> 17.500/porsi.
>
> Juga tersedia aneka pepes, dari pepes ikan mas, pepes tahu, pepes jamur,
> hingga pepes peda. Harganya masing-masing Rp 7.000, Rp 3.000, Rp 4.000, dan
> Rp 6.000. Total tersedia 28 jenis makanan dan aneka minuman, serta camilan
> berupa peyek kacang dan kerupuk kulit, serta lalap dan aneka sambal.
>
> *Makan dan terhibur*
> Sementara tempat makannya berupa saung berbentuk memanjang, dihubungkan
> oleh papan kayu dan bambu. Meja ditata berderet, namun ada celah antarmeja.
> Tiap satu atau dua meja disediakan wastafel.
>
> Sebagian besar tempat duduk yang tersedia lesehan. Dari 400 kapasitas
> tempat duduk, hanya sekitar 20 menggunakan kursi panjang. Jika akhir pekan
> atau libur, tempat duduk yang tersedia hampir selalu penuh.
>
> ”Kursi panjang ini sebenarnya cikal bakal Saung Talaga. Namun selanjutnya
> pengunjung lebih suka makan lesehan. Paling yang makan di kursi adalah ibu
> hamil, orang gemuk, dan orang tua yang susah untuk duduk lesehan,” kata Yani
> lagi.
>
> Sebagian besar pengunjung datang ke Saung Talaga tidak sekadar menikmati
> makanannya saja. Banyak yang berlama-lama menikmati suasana di Saung Talaga.
> Baik ketika matahari sedang ’garang’ atau hujan turun, berlama-lama di atas
> saung memang menyejukkan. Apalagi ditiup oleh semilir angin yang ’membawa’
> air. Terlebih ada ’hiburan’ ikan, monyet, dan organ tunggal serta perahu.
>
> ”Konsepnya memang rumah makan keluarga yang menyediakan makanan rumahan
> yang memadukan suasana alam pedesaan. Pengunjung bukan cuma makan tapi juga
> terhibur,” kata Yani. Jadi, makan di Saung Talaga perut kenyang hati senang.
> Mau apalagi?
>
>
>
>
>
> ===============================================================
>
>
>
> *Alex Setia*
>
> Policy Owner Services (POS)
>
>
> 
>



-- 
Bombay KHCC 161

<<image001.jpg>>

Kirim email ke