dear om momod, numpang benwith dikit yah, smoga berkenan. trims

sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)

twitter: @edorusia

artikel lain






Motor Bermesin Kecil Lebih Favorit

 



MAYORITAS
konsumen menyukai sepeda motor bermesin 110cc. Faktanya, dari total 3,6 juta
sepeda motor yang dijual anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia
(Aisi) pada Januari-Juni 2010, sebanyak 45,61% adalah jenis tersebut yakni
sekitar 1,6 juta unit.

Prosentase
tersebut sedikit menurun jika dibandingkan Januari-Mei yang masih berkontribusi
46,14% dari total penjualan sebanyak 2,95 juta unit.

Walau masih
mendominasi, sesungguhnya terjadi sedikit pergeseran dari 110cc ke segmen 115cc.
Sebulan sebelumnya, segmen 115cc baru sebesar 28,4% dari total penjualan atau
sebanyak 838.831 unit, per Juni naik menjadi sekitar satu juta unit atau 29,09%
dari total penjualan.

 

Pertarungan di
lini 110cc cukup sengit. Baik
itu di varian bebek, skutik, maupun sport. Lima anggota Aisi bergulat di segmen
ini, namun hanya PT Astra Honda Motor (AHM) yang melesatkan peluru skutik di
segmen 110cc. Selebihnya, yakni PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), PT
Suzuki Indomobil Sales (SIS), PT TVS Motor Company Indonesia (TVS), dan Kanzen,
hanya memasang produk bebek.

 

AHM, agen tunggal
pemegang merek (ATPM) Honda, sadar betul akan moncernya pasar 110cc. Sepanjang
Januari-Juni 2010, kelas 110cc mengontribusi sebesar 45,61% terhadap total
penjualan sepeda motor nasional.

 Karena itu, AHM memasang lima produk di segmen
ini. Kelima produk itu terbagi atas segmen bebek dua produk yakni Honda
Absolute Revo dan Honda Blade, sedangkan di segmen skutik ada Beat, Vario, dan
Scoopy.

Hasilnya bisa ditebak,
kelima produk AHM itu menguasai sebanyak 77,32% kelas 110cc yang pada
Januari-Juni 2010 mencapai 1,27 juta unit.  

 

Kompetitor Honda,
yakni Yamaha cukup memasang satu produk yakni bebek Júpiter Z. Namun, produk
Yamaha ini patut diwaspadai, maklum dengan satu produk saja Yamaha menguasai 
20,78%
pasar 110cc dengan penjualan 342.104 unit. Pada segmen ini, sebelumnya Yamaha 
memiliki
Yamaha Vega, pada Januari-Juni 2010, masih terjual 25 unit. (lihat grafik)

 

Kelas 110cc
paling diminati konsumen karena harganya relatif terjangkau. Misalnya, Suzuki
New Smash yang dibanderol Rp 11,95 juta, Smash 110 SR (Rp 12,55 juta), dan
Smash NR (Rp 12,85 juta). Lalu Honda Absolute Revo spoke (Rp 11,86 juta), 
Absolute
Revo cast Wheel (Rp 13,21 juta), dan Absolute Revo deluxe (Rp 13,81 juta).
Sedangkan Honda Blade (Rp 13,84 juta) dan Blade Repsol (Rp 13,99 juta).

Yamaha juga
memasang harga tidak jauh berbeda, Jupiter Z (Rp 14,6 juta) dan Jupiter Z cast
wheel (Rp 13,75 juta). Bahkan, TVS Neo dibanderol Rp 9,9 juta – Rp 11 juta. 

 

Besarnya dukungan
multifinance untuk pola pembelian kredit, juga mendorong tingginya penjualan
sepeda motor kelas 110cc.

 

Di Luar 110 cc

 

Selera konsumen di
Tanah Air untuk sepeda motor bermesin di luar 110cc terbagi atas beberapa
kelas. Berdasarkan prosentase kontribusi terhadap total penjualan kelas yang di
atas 10% adalah mesin 125cc (13,37%) dan 115cc (29,09%). Sedangkan yang 1-5%
adalah kelas 160cc (1,44%), 135 cc (3,79%), dan 150cc (5,44%). Selebihnya di
bawah satu persen yakni kelas 100cc (0,02%), 112cc (0,15%),  130cc (0,01%),   
200cc
(0,62%), 225cc (0,33%), 250cc (0,14%), dan 400-750cc hanya 0,00%.

Ada beberapa
kelas yang dihuni hanya sendirian. Misalnya saja kelas 135cc, hanya dihuni oleh
Jupiter MX, kelas 200cc oleh Tiger, dan kelas 225cc oleh Scorpio.

Kelas yang
tergolong sepi peminat adalah kelas 160cc yang hanya dihuni oleh dua merek
yakni Honda Megapro dan TVS Apache. 

Bahkan, di kelas
250cc walau dihuni dua merek yakni Ninja 250 R dan KLX 250, ternyata keduanya
diproduksi oleh Kawasaki. (edo rusyanto)


artikel lain


Kirim email ke