dear om momod, numpang benwith dikit yah, smoga berkenan. trims
sumber (http://edorusyanto.wordpress.com) twitter:@edorusia artikel lain Yamaha: Benahi Transportasi Publik RENCANA pembatasan sepeda motor pada jam-jam tertentu di ruas jalan protokol DKI Jakarta dinilai berimbas terhadap penjualan para agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor. Meski demikian, para ATPM berharap pemerintah membenahi fasilitas transportasi publik agar lebih memadai. “Pembatasan sepeda motor tidak bisa diterapkan mendadak, harus ada pembenahan sistem transportasi,” ujar Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Dyonisius Beti, di sela jumpa pers Yamaha Asean Cup U-13 Football, di Jakarta, Kamis (29/7/2010). Menurut Dyon, pihaknya tidak masalah penjualan sepeda motor di Jakarta menurun akibat kebijakan tersebut. Terpenting, katanya, pemerintah harus memberi fasilitas transportasi bagi masyarakat yang tidak bisa memakai sepeda motor. “Penjualan kami pasti kena dampak, namun yang penting adalah masyarakat tetap bisa bekerja dengan menggunakan transportasi publik. Untuk itu, pemerintah harus membenahi transportasi public yang ada saat ini,” tegas dia. Ia mengakui, proses pembenahan transportasi publik membutuhkan waktu. “Sedikitnya dua hingga tiga tahun ke depan untuk menggantikan fasilitas sepeda motor yang tidak boleh dipakai di jalur protokol Jakarta,” papar dia. Sebagaimana diberitakan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menegaskan, pihaknya akan menerapkan pembatasan sepeda motor pada jam-jam sibuk di jalur protokol dengan tujuan mengurangi kemacetan yang sudah cukup parah. Maklum, populasi sepeda motor sudah mencapai sekitar 8 juta unit di Jakarta. Bagi Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Gunadi Sindhuwinata, seperti dilansir Okezone.com, aturan itu sebenarnya tidak perlu diberlakukan. "Kalau saja kita mau sedikit menegakkan aturan lalu lintas dengan tegas, niscaya kemacetan tidak akan separah saat ini," paparnya, Selasa (27/7/2010). Tindakan ini, kata dia, juga diberlakukan di beberapa negara lain di dunia yang tingkat kedisiplinan berlalulintasnya sangat tinggi. "Masalah infrastruktur yang belum cukup memadai dibanding jumlah kendaraan di jalan raya kini sepertinya bukan rahasia umum lagi. Apalagi disini juga ditambah masalah kurangnya sarana alat transportasi massal," lanjut Gunadi. (edo rusyanto) artikel

