dear om momod, numpang benwith dikit yah. smoga berkenan, trims






sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)



twitter:@edorusia







artikel


 lain

  





Yamaha


 dan Honda Genjot Motor Injeksi?

 

 

PELUNCURAN 
bebek metik
(betik) Revo Techno AT, baru-baru ini, digadang-gadang sebagai indikasi
keseriusan PT Astra Honda Motor (AHM) menggerojok pasar dengan sepeda 
motor
berteknologi ramah lingkungan. Revo Techno yang berteknologi injeksi 
(fuel
injection), melengkapi Supra X 125 PGM FI yang dibesut AHM pada 2005.

“Peluncuran 
Honda Revo AT
mencerminkan keseriusan AHM dalam menghadirkan teknologi terkini dalam 
sepeda
motor yang dijualnya di Tanah Air,” kata Wakil Presiden Direktur PT AHM
Johannes Loman, di Jakarta, saat peluncuran betik pertama di Indonesia
 itu,
Selasa (20/7/2010).

Sementara itu,
 sang
kompetitor, Yamaha, juga terlihat serius. Eksekutif Yamaha Motor 
Corporation
(YMC) Kaoru Ogura menyatakan bahwa Yamaha bakal terus meningkatkan 
sepeda motor
berteknologi injeksi (fuel injection).
”Kami menambah persentase model fuel
injection dari 3% pada 2009 menjadi 50% pada 2012 dan menjadi 80% 
pada
2015,” tutur Ogura, di sela keterangan pers Yamaha Asean Cup U-13 
Football
2010, di Jakarta, Kamis (29/7/2010).

Tak aneh, jika
 kemudian
terkait hal itu, YMC dikabarkan menyiapkan dana sekitar Rp 19,5 triliun 
dan Rp
3,36 triliun untuk pengembangan mesin ramah lingkungan sepanjang tahun 
fiskal
2010-2012.

Di Indonesia, 
penjualan
sepeda motor berteknologi injeksi tiga tahun terakhir lumayan 
menggeliat. Dari
empat produk yang ditawarkan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor 
Indonesia
(Aisi), pada sepanjang Januari-Juni 2009, naik 19,50% dibandingkan 
periode sama
2009. Sepanjang enam bulan pertama 2010, total yang terjual sebanyak 169.109 
unit, sedangkan periode
sama 2009 sebanyak 141.513 unit.

Di segmen 
sepeda motor
injeksi, pada semester pertama 2010, jagoannya masih Yamaha Vixion yakni
 106.465 unit atau
setara 62,96% dari total motor injeksi. Di belakangnya adalah Shogun 125
 Hyper
Injection FI sebanyak 39.748 unit (23,50%), lalu Supra X 125 PGM FI 
sebanyak 22.660
unit (13,40%), dan Kawasaki KLX 250 sebanyak 236 unit (0,14%).

 

Masih


 Minim

Peminat sepeda
 motor
injeksi masih minim jika dibandingkan tipe karburator. Apakah kesadaran konsumen
masih minim tentang produk yang ramah lingkungan? Mengingat teknologi 
injeksi
digembar-gemborkan mampu lebih hemat BBM hingga 6% dibandingkan tipe
karburator.

Pada
 sistem injeksi, volume penyemprotan BBM lebih akurat karena dikontrol 
eletronic control unit (ECU) sehingga
konsumsi BBM lebih terukur. Tapi, kenapa penjualannya hanya 4,69% dari 
total
volume?

”Lebih


 karena pertimbangan harga,” tutur Sigit Kumala, general manager
Marketing PT AHM.

Boleh


 jadi. Mengingat teknologi sepeda motor ini lebih mahal, sehingga
harga jual pun menjadi lebih mahal ketimbang tipe karburator. Sebagai 
contoh, Honda
Supra X 125 PGM FI dibanderol Rp 16,54 juta, sedangkan produk karburator
 Rp 15,46
juta. 

Namun,


 teori tersebut agak sedikit terbantahkan bagi Yamaha Vixion yang
terus melenggang sejak diluncurkan pada 2007. walau kini dibanderol Rp 
20,95
juta, penjualan Vixion bertumbuh 21,91% menjadi sebanyak 106.465
unit pada
Januari-Juni 2010, dibandingkan periode sama 2009 sebanyak 87.324 unit. Bahkan, 
Vixion menguasai 43,58% pasar sepeda
motor domestik. Sedangkan jika dibandingkan total penjualan semester 
pertama
yang mencapai sekitar 3,6 juta unit, Vixion menguasai 2,95% pasar 
nasional. (lihat


 tabel)

 

Perkembangan


 sepeda motor sistem injeksi di Indonesia mencuat pada 2005
ketika PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan Honda Supra X125 PGM-FI. 
konsumsi
bahan bakar minyak (BBM) motor itu disebut-sebut 6% lebih hemat 
dibanding model
Supra X125 karburator. 

Setelah AHM, 
giliran PT
Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) motor sport Vixion 150 cc pada 
2007.
Suzuki tak mau ketinggalan dengan Shogun 125 Hyper Injection pada 2008. 
pada
tahun yang sama, Kawasaki
meluncurkan KLX 250, dan terakhir TVS masuk dengan Apache RTR 160 cc 
pada 2009.
kelima agen tunggal pemegang merek (ATPM) tersebut adalah anggota 
Asosiasi
Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Di luar anggota Aisi, sepeda 
motor
injeksi lainnya adalah Bajaj Pulsar 220 DTS-Fi. (edo 
rusyanto)





artikel


 lain


Kirim email ke