hmm, sekitar bulan february atau maret, orang tua saya pernah nonton acara uji 
coba alat ini di Discovery channel. namun saat itu orang tua saya tidak tahu 
nama alat itu apa.


Semoga saja nantinya alat ini dapat membawa manfaat yang baik bagi tuna netra.
  ----- Original Message ----- 
  From: setyadi halim 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, June 19, 2009 10:17 PM
  Subject: [kartunetclub] ada artikel menarik.semoga berguna.





        [ Sabtu, 20 Juni 2009 ] 
        Pasien Buta Bisa Melihat Lagi berkat BrainPort 
        PITTSBURGH - Orang-orang yang kehilangan penglihatan bakal bisa punya 
mata ''normal'' lagi. Setidaknya, itulah yang dialami Kopral Marinir Mike 
Jernigan. Pria asal McLean, Virginia, AS, tersebut kehilangan kedua 
penglihatannya alias buta akibat bom di Iraq pada 2004. Ledakan bom di jalan 
itu malah nyaris merenggut nyawanya.

        ''Saya melihat sebuah garis. Garis horizontal,'' serunya seperti 
dikutip dari situs Pittsburgh Tribune-Review Kamis waktu AS (18/6) atau kemarin 
WIB (19/6). Bagi Jernigan, kemampuan mengidentifikasi bentuk dan sejenisnya 
termasuk prestasi sempurna.

        Memakai kaca mata hitam, Kopral Jernigan saat itu mengarahkan kepalanya 
ke sebuah garis putih di atas papan tulis berwarna hitam. Setelah mempelajari 
gambar selama beberapa detik, dia segera mengenali.

        Dia mampu mengidentifikasi garis tersebut dengan bantuan BrainPort. 
Perangkat itulah yang menangkap gambar melalui kamera digital yang dipasang 
pada kaca matanya. Lantas, kamera tersebut mengubah gambar menjadi sinyal 
listrik dan selanjutnya mengirimkan pesan ke sensor yang dimasukkan dalam 
lidah. 

        Selama demonstrasi di the Louis J. Fox Center for Vision Restoration, 
South Oakland, tersebut, Jernigan berhasil mengidentifikasi garis, lingkaran, 
dan anak panah tanpa kesalahan sedikit pun. Teknologi itu tergolong baru. Tapi, 
para peneliti di the Fox Center bakal mulai mempelajari BrainPort. Proyek 
tersebut akan didanai Louis J. Fox, alumnus University of Pittsburgh yang juga 
pensiunan pialang komoditas yang mengalami kerusakan penglihatan akibat 
penggumpalan darah pada pusat pembuluh retinanya.

        ''Suatu pagi saya terbangun dari tidur dan tiba-tiba tak mampu melihat 
lagi,'' cerita Fox. Begitu dokter memberi tahu bahwa dirinya mengalami stroke 
pada mata, Fox mulai berupaya mencari penyembuhan.

        ''Seorang dokter suatu ketika bilang kepada saya bahwa yang paling 
ditakutkan orang setelah kematian adalah kehilangan penglihatan,'' ujar Fox. 
''Saya bisa katakan itu benar,'' lanjutnya.

        BrainPort diciptakan dan dikembangkan Wicab Inc. yang berpusat di 
Wisconsin. Peralatan itu tidak dijual komersial. 


        University of Pittsburgh Medical Center (UPMC) pun bertekad mewujudkan 
sumbangan Fox. Mereka ingin penemuan tersebut memberikan harapan bagi orang 
buta maupun yang mengalami kerusakan penglihatan. ''Setiap langkah maju selalu 
ditunggu. Itulah yang lebih dari saya dapat saat ini,'' komentar Jernigan 
setelah demonstrasi. (PTR/dwi)


        sumber nya dari jawapos hari ini.



        Salam

        Setyadi

       




------------------------------------------------------------------------------
  Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga!

  

Kirim email ke