Berita Singkat: Bokashi-106 telah dinyatakan layak dipakai berdasarkan hasil uji laboratorium Kimia dan Laboratotirum Mikrobiogi UNPAD. Kami akan segera tindak lanjuti dengan memproses perdaftaran di Departemen Pertanian. Terimakasih Cupikan Berita dari media indonesia hari ini (Rabu, 18/11/1998) Penyebaran Pupuk Teknologi Alternatif Peroleh Peluang -------------------------------------------------------------------------------- JAKARTA (Media): Pemerintah menerapkan kebijakan pintu terbuka atas penyebaran pupuk teknologi alternatif guna mengatasi kelangkaan pupuk konvensional SP-36 dan KCL. Teknologi pupuk alternatif seperti bio pupuk, kompos, dan mineral yang kini sudah tersebar di beberapa daerah akan ditingkatkan lagi sehingga dapat digunakan oleh petani secara massal. "Dengan demikian petani penerima KUT tidak lagi terpaku pada pupuk-pupuk konvensional seperti urea, SP-36 dan KCL, dan di lain pihak produsen juga sanggup meningkatkan volume produksinya," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Prof Dr Soleh Solahudin di sela ekspos teknologi sarana produksi untuk mendukung Gerakan Mandiri Padi, Kedelai, dan Jagung 2001 (Gema Palagung 2001) di Jakarta, Senin. Mentan menambahkan, pihaknya tidak akan berlama-lama untuk mendukung penyebaran pupuk alternatif tersebut, sehingga dalam waktu seminggu rekomendasinya telah meluas dan segera bisa digunakan petani. Namun, katanya, dalam hal itu pemerintah tidak memberi subsidi namun hanya memberi fasilitas agar akses produsen kepada petani lebih luas. Sementara untuk petani non-KUT, Departemen Pertanian (Deptan) akan mengampanyekan hal itu melalui penyuluh pertanian sehingga mereka pun dapat memanfaatkannya. "Ketersediaan pupuk ini bisa langsung digunakan oleh petani dan tidak perlu menunggu waktu lama. Sedangkan pengadaan pupuk KCL untuk petani melalui tender yang memerlukan waktu satu hingga dua bulan," ungkap Mentan kepada pers didampingi Dirjen Tanaman Pangan dan Holtikultura Chairil Anwar Rasahan. Menurut Mentan, kebijakan pemerintah terhadap inovasi teknologi harus diberi peluang untuk berkembang, dengan prinsip mampu meningkatkan produktivitas dan tidak merugikan petani. Dengan demikian petani memiliki teknologi alternatif untuk meningkatkan pendapatannya. Berkaitan dengan pupuk urea, menurut Solahudin, pemerintah terpaksa melarang ekspor untuk sementara karena penggunaan urea yang selama ini dalam setahun mencapai 4,5 juta ton sekarang meningkat pesat. Kondisi itu mendorong pemerintah untuk melarang ekspor urea agar tidak terjadi kelangkaan seperti SP-36 dan KCL. "Pemerintah menyadari bahwa produsen pupuk lebih memilih ekspor urea ketimbang menjual di dalam negeri, karena harganya di luar negeri lebih tinggi 200% di luar negeri," katanya. (Mac/E-3) an Himbuan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang ! Submit to 1000 search engines only 40rb http://www.submit-url.ml.org -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
