hidayatullah wrote : Tidak terpikirkan potensinya, padahal banyak dibutuhkan di AS dan Eropa. Cecak (Hemydactylus frenatus), hewan melata kecil yang senang merayap-rayap di dinding itu memang senangnya menangkap nyamuk. Tapi tidak cuma itu bagi H. Mohammad Hardi. Bagi pengusaha asal Condet Jakarta ini, cecak juga bisa digunakan untuk menangkap fulus. Berkat kejeliannya melihat peluang bisnis, cecak yang di dalam negeri cuma dianggap makhluk remeh dan pengotor rumah, oleh Hardi berhasil disulap menjadi komoditas ekspor yang menghasilkan devisa tidak sedikit. Sebab, di pasar luar negeri, reptil yang satu ini merupakan hewan piaraan yang lumayan digemari. Pamornya hanya sedikit di bawah ikan hias atau burung. Dari reptil kecil ini, perusahaan Firma Hasco yang dimiliki Hardi mampu menangguk devisa US $ 10-15 ribu setiap bulannya, atau sekitar Rp 1-1,5 milyar setiap tahunnya. Memang belum terlalu besar dibandingkan nilai ekspor komoditas lainnya. Namun cukup banyak membuka peluang kerja bagi masyarakat. Untuk memenuhi pasokan yang diminta, Hardi harus mengerahkan sedikitnya 200 orang pengumpul cecak, sedangkan setiap pengumpul biasa mempekerjakan sekitar 50 - 100 pemburu cecak. Artinya, perusahaan itu mampu menyerap tenaga kerja 1.000 - 2.000 orang. Banyaknya pekerja yang terserap di bisnis tersebut menunjukkan besarnya peluang ekspor bagi cecak. Itu baru dari cecak. Padahal di samping hewan itu Firma Hasco juga kerap mengekspor sejumlah reptil lainnya seperti kadal, laba-laba dan ular. � Sarana Pendidikan Sejak enam tahun lalu, permintaan cecak dari negara-negara Eropa dan Amerika mulai muncul. Hal ini menggelitik naluri bisnis Hardi untuk mencoba menekuni bisnis reptil itu. Ia menceritakan, "Di luar negeri, cecak digemari anak-anak. Binatang reptil kecil itu dimasukkan ke akuarium --tentu tanpa air-- lalu diberi bunga-bunga plastik, batu, pasir sehingga menarik perhatian. Dari reptil ini mereka bisa banyak belajar." Cecak-cecak kecil itu memang bisa merangsang rasa ingin tahu anak-anak untuk mengetahui binatang reptil lainnya seperti kadal atau biawak. Jadi selain untuk hobi ada juga manfaat lain, yaitu sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak. Terkadang juga digunakan sebagai makanan hewan piaraan lain seperti ular atau ikas kias Arwana. Menurut Hardi, bumi Indonesia memiliki banyak jenis reptil. Saat ini, 17 persen spesies reptil ada di Indonesia, dengan jumlah kuantitas 15 persen populasi reptil dunia. Cecak adalah satu di antaranya. "Beragamnya spesies tersebut sangat sayang jika tidak dioptimalkan," ujar Hardi. Permintaan dari luar negeri sudah ada sejak enam tahun lalu, bahkan terus bermunculan, meski jumlahnya tak menentu. Sayangnya, pemerintah hanya memberikan kuota 30.000 ekor cecak saja. Kuota sebesar itu bagi Hardi masih kurang. Karena menurut hitungannya, jumlah cecak di Indonesia sangat banyak. "Bisa jadi lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. Jadi kalau jumlah penduduk 200 juta orang, maka besar kemungkinan jumlah cecak lebih dari 200 juta ekor," paparnya yakin. Dengan hitungan seperti itu memang sayang jika tidak dioptimalkan. "Apalagi populasi cecak tak mudah berkurang seperti halnya barang tambang," jelas alumnus sebuah sekolah geologi di Hamburg, Jerman Barat. Dari kegiatan ekspor ini, berhasil mempekerjakan paling tidak 200 orang pengumpul dari Jakarta dan luar daerah seperti Cilacap, Jampang Kulon (Sukabumi) sampai Banyuwangi. "Para pengumpul itu bisa memanfaatkan reptil yang ada tanpa merusak ekosistem, bahkan dapat menambah penghasilan," jelas pengekspor reptil nomor satu di Indonesia ini. Para pengumpul inilah yang mengirimi Hardi setiap kali ada pesanan cecak yang mengalir padanya. Bahkan tidak hanya cecak, mulai dari kadal, kodok, biawak, ular sampai tikus sawah pun tersedia dan siap mememenuhi permintaan ekspor. Para pengumpul ini selalu siap memenuhi permintaan konsumen melalui Hardi. Mansuharno (45 tahun) adalah salah satu pengumpul yang ketiban rezeki. Ia kini memiliki pasukan yang berkekuatan 100 orang, yang siap memburu cecak dan hewan sejenisnya. Petani asal Kedungpucung Cilacap Jawa Tengah ini, mengaku sudah delapan tahun menggeluti jasa pengumpul reptil. Sepekan sekali ia pergi ke Hasco untuk mencari informasi reptil apa yang diperlukan konsumen. Selain cecak, Mansuharno kini mampu memasok permintaan tikus tanah hingga 500 ekor setiap pekan. Sebagai tambahan ia juga menjadi pemasok tokek untuk Hardi. Dari para pencari ia membeli tokek seharga Rp 400 rupiah per ekor, lantas ia jual kepada Hardi seharga Rp 750 rupiah per ekor. "Banyak orang di desa saya yang bekerja mencari cecak, kadal, kodok, tikus atau ular. Ada yang menjadikannya sebagai pekerjaan sambilan, tapi ada juga yang menjadikannya sebagai pekerjaan tetap. Jumlahnya mencapai 100 orang," ujar Mansuharno yang tampak bangga bisa membantu tetangga dan kawan-kawannya mencari tambahan penghasilan. Untuk memperoleh cecak, bapak tiga anak itu banyak mengambil dari daerah Cilacap, khususnya kawasan hutan jati. Selain itu, ia juga menugaskan anak buahnya untuk berburu cecak di daerah Purwokerto, Ajibarang, Bumiayu, Majenang, sampai Purbalingga. Untuk cecak rumah ia membeli dari anak buahnya seharga Rp 50 rupiah, dan dijualnya ke Hardi Rp 100 rupiah. Sedang untuk cecak terbang jauh lebih mahal dari cecak biasa. Biasanya, ia membeli dari para pencari seharga Rp 1.600 rupiah, dan menjualnya kepada Hardi seharga Rp 2300 rupiah. Jumlah ekspor cecak tergantung pada permintaan. Terkadang bisa mencapai 30.000 ekor cecak. Tiap bulannya Hardi rata-rata mengekspor 12 kali. Untuk cecak terbang, ia jual seharga 2 dollar AS, sedang cecak rumah hanya dijual dua sen dollar AS - setara dengan harga dua buah burger di Mac Donald (indeks ekonomi yang paling sering digunakan). Jika ia bisa mengumpulkan 1.000 ekor saja, berarti sudah bisa mengantongi dua ribu dolar AS, atau sekitar Rp 16 juta (dengan asumsi kurs Rp 8.000 per dolar AS). Sedangkan biaya pengumpulan dan penangkaran yang ia keluarkan hanya Rp 800.000 saja. Apa resep bisnisnya hingga bisa bertahan enam tahun? Ia mengaku menjalankan jurus tiga ketepatan, yakni tepat waktu, tepat jumlah dan tepat jenis. Jurus ini harus ia perhatikan benar, terutama jurus tepat waktu. Sebab, sang eksportir sudah mempersiapkan pengangkutan untuk berangkat. Artinya, soal waktu tak boleh meleset. Soal jumlah, jenis dan mutu juga tak diabaikan oleh Hardi. Hanya cecak yang sehat yang ia terima. Cecak yang buntung ekornya jelas ia tolak. Dunia reptil nampaknya memang sudah menyatu dalam keseharian Hardi. Karena ia telah hobi bergumul dengan binatang melata itu sejak 1961, diperkenalkan oleh orang tuanya. Ketika ia sekolah di Jerman, tahun 1971, ia terkejut ketika menemukan burung bondol, pipit dan jenis lain yang laku dijual di Jerman. Maka ia pun coba-coba mengirimkan dari Indonesia, dan ternyata sukses hingga kini. Sampai sekarang ia sudah memiliki berbagai jenis penangkaran reptil, mulai dari cecak, kodok, kadal, ular, tokek hingga biawak. Lahan seluas 3 hektar di kawasan Condet, Jakarta Timur telah ia sulap menjadi tempat penangkaran semua. Ada tiga karyawan yang selalu setia mengurusi reptil-reptil itu. Untuk cecak-cecak rumah ia kumpulkan dalam sebuah kandang seluas 2,5 x 3 meter. Jumlahnya mencapai ribuan ekor. Selain cecak rumah, ia juga menjual cecak terbang (yang punya kantung di di perutnya) dan cecak pelet yang panjangnya mencapai 10 cm dalam kandang terpisah. Dari penangkaran itulah ia menjalankan bisnis sambil melestarikan reptil yang ada. Siapa mau menyusul? ===== W a s s a l a m ~~ zoema ~~ ============================================== "Alam ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita melainkan titipan dari anak cucu kita yang akan kita kembalikan kelak dengan kondisi yang tetap asri" ============================================== __________________________________________________ Do You Yahoo!? Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/ -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
