Rekan Milis,
Tulisan ini merupakan kopi dari artikel 'Susu Kambing Bersihkan TBC, Asma, dan Asam
Urat' yang telah
dimuat di Majalah Pertanian TRUBUS No. 362 Edisi Januari 2000 - Th. XXXI. Semoga
bermanfaat. Terima
kasih.
Sulaiman
Susu Kambing Bersihkan TBC, Asma, dan Asam Urat Susu kambing ternyata bukan
sembarang susu.
Disamping bergizi tinggi, susu ini multikhasiat, yaitu sebagai obat. Berkat percaya
kemanjurannya,
Nita terbebas dari bakteri tuberkulosis (TBC) yang menggerogotinya. Hanya butuh waktu
1 bulan, Nita
dinyatakan bersih dari penyakitnya. Padahal bakteri ini telah menyerang kedua
paru-parunya.
Gadis muda yang baru saja lulus SMA ini merasa gundah. Pasalnya batuk yang dideritanya
tidak kunjung
sembuh. Tak hanya batuk, bobot badannya terus menurun drastis. Ia tampak kurus, lesu,
dan lemah.
Setelah lebih dari satu bulan batuknya makin tak menjadi, Nita merasa ada yang tak
beres. Diadukan
masalahnya kepada sang ayah. Prihatin dengan kondisi putrinya, bapak yang aktif
sebagai tentara itu
menyarankan untuk ke dokter. Menuruti anjuran ayahnya, Nita pergi ke poliklinik yang
terletak di
bilangan Jalan Halmahera, Bandung. Setelah mendengar keluhannya, Nita disarankan untuk
pergi ke
radiolog. Beberapa hari kemudian hasil rontgen dibawanya ke poliklinik. Dokter
Rini Damayanti
yang memeriksanya langsung menyatakan positif Nita mengidap TBC aktif. Dalam surat
pengantar,
radiolog menyebutkan kondisi kedua paru-parunya terkena TBC kronis. Terbukti dari
hasil foto rontgen
yang tean memperlihatkan hal itu. Melihat fakta tersebut, dokter langsung mengeluarkan
resep obat
khusus anti TBC. Sebanyak 3 macam obat yang diminum 3 kali sehari wajib dikonsumsi
selama 6 bulan.
Dalam kalangan dokter umum disebut triple drug. Bisa dibayangkan bagaiman
dukanya Nita mendengar vonis tersebut. Rutin Kegundahannya kala mendengar diagnosis
dokter, perlahan
surut. Pasalnya selain memberi resep itu, Rini juga menyarankan untuk mengkonsumsi
susu kambing
organik untuk mempercepat kesembuhan. "Susu ini saya tawarkan karena khasiatnya
bagus," tutur Rini.
Dokter yang kini mendalami S-2 tentang pengobatan penyakit yang secara natural ini
memang tahu
banyak soal susu kambing. Karena ingin sembuh, ia menuruti dokter yang memiliki kebun
organik
ini.Nita mengkonsumsinya sebanyak 1 gelas susu (300 cc) setiap hari. Uniknya susu itu
diminum tanpa
dimasak terlebih dahulu. Pasalnya susu tersebut berasal dari peternakan kambing
organik yang
notabene benar-benar higienis dan terjamin kualitasnya.
Satu bulan kemudian gadis berumur 20 tahun ini mengontrol ulang.......maaf kata
milis
<[EMAIL PROTECTED]>:
ezmlm-reject: fatal: Sorry, I don't accept messages larger than 10000 bytes (#5.2.3)
pakai japri saja sisanya.