Kebahagiaan Tidak Ditentukan oleh Banyaknya Harta
Oleh : Abu Tauam
Allah SWT berfirman,
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (QS Al Ala : 17)
Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu adalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah megahan antara kamu serta berbangga banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS Al Hadid : 20)
Dari Aisyah ra, dia berkata, Nabi SAW keluar dari dunia, dan beliau tidak pernah kenyang karena roti dan gandum (HR. Imam Muslim)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, Allahummaj al rizqa aali muhammadin quutaa yang artinya Yaa Allah, jadikanlah rizki keluarga Muhammad sekedar kebutuhan pokok (HR. Imam Muslim)
Juga dari Abu Hurairah ra., dia berkata, Tikar Rasulullah SAW itu terbuat dari kulit yang diisi oleh ijuk (sabut) (HR. Bukhari Muslim)
Di hadits lain Rasulullah SAW juga bersabda, Jadilah kamu di dunia seolah olah kamu perantau atau seperti penyebrang jalan (HR. Bukhari 5/2358, dari sahabat Abdullah bin Umar ra.)
Coba sesaat kita lihat sebagian orang orang yang hidup mewah, memiliki rumah yang besar, mobil yang banyak, tabungan yang melimpah. Apakah mereka dapat mengatakan bahwa mereka hidup bahagia !? Ataukah mereka dapat mengatakan, baytii jannatii yang artinya rumahku surgaku !? Belumlah tentu
Mungkin kita sering mendengar bahwa banyak orang yang hidup bermewah mewahan akhirnya bunuh diri, keluarganya berantakan, pasangannya berselingkuh dan sebagainya. Dan hal itu menunjukan bahwa harta tidak akan menjamin kebahagiaan bahkan dapat menyebabkan hal yang sebaliknya yaitu dengan harta yang melimpah maka fitnah dan cobaan akan datang bertubi tubi.
Ingatlah selalu akan hadits ini saudaraku,
Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, Qad aflaha man aslama waruziqa kafaafan wa qannaatuLLaHu bimaa ataahu yang artinya Beruntunglah orang yang masuk Islam dan diberi rizki secukupnya (oleh Allah) dan Allah membuatnya puas dengan apa yang diberikan kepadanya (HR. Muslim 2/370, Ahmad 2/168 dan Al Baihaqi 4/196)
Jadi kebahagiaan itu tidak ditentukan oleh banyaknya harta, tetapi kebahagian itu diperoleh karena seseorang menjadi muslim dan kemudian hatinya selalu puas dengan apa yang telah Allah SWT berikan padanya baik itu dalam jumlah banyak ataupun sedikit.
Dan betapa berbahagianya orang orang miskin di akhirat kelak karena perhitungan hisab mereka lebih cepat dibandingkan dengan orang orang kaya sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
Orang orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang orang kaya (HR. Tirmidzi, dia berkata, Hadits shahih, dari Abu Hurairah ra.)
Disamping itu, merekalah penghuni mayoritas surga yang penuh kenikmatan dan kebaikan sebagaimana ucapan Nabi SAW. dari Usamah bin Zaid ra.,
Qumtu alaa baabil jannati faidzan aammatu man dakhalahaal masaakiinu yang artinya Aku pernah berdiri di pintu surga, ternyata kebanyakan orang orang yang masuk kedalamnya adalah orang orang miskin (HR. Bukhari Muslim)
Dan akhirnya dapat kita mengerti mengapa Rasulullah SAW berdoa seperti ini,
Allahumma wahsyurnii fii zumratil masaakiin yang artinya Ya Allah kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) bersama rombongan orang orang miskin (HR. Ibnu Majah no. 4126, dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Al Irwa no. 861 dan Ash Shahihah no. 308)
Dunia itu tidak bernilai di sisi Allah
Walaupun seberat sayap nyamuk
Jika pun bernilai seberat itu
Tak seteguk pun air akan dirasakan oleh orang orang kafir itu
(Silahkan lihat matan haditsnya pada Kitab Riyadush Shalihin,
HR. Tirmidzi, dia berkata, Hadits hasan shahih)
Catatan :
Sebagian hadits - hadits di atas diambil dari Ringkasan Shahih Muslim oleh Imam Al Mundziri dan Riyadush Shalihin oleh Imam An Nawawi.
Semoga Bermanfaat
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "keluarga-islam" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
