Title: TERORIS itu APA & SIAPA..?????????????

DALANG TEROR BOM
Opini <http://swaramuslim.net/weblog.php?id=C0_28_1> Oleh : Redaksi <http://swaramuslim.org> 25 Nov 2005 - 8:00 am
Oleh Fauzan Al-Anshari
Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia

Pada tanggal 19 Oktober 2005 saya mendapat email dari Pengajian [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> yang berjudul “Bom Bali-Teroris Muslim: Ternyata Rekayasa Dinas Intelijen!” Judul yang membuat saya merinding membacanya. Mengingat pentingnya isi email tersebut, saya mengupasnya dalam tulisan ini.

Istilah terorisme yang hingga kini belum memiliki definisi yang permanen kenyataannya ditujukan pada aktivitas kelompok Muslim yang melakukan pembelaan atau perlawanan terhadap hegemoni Barat Pimpinan AS.

Sementara serangan AS ke Afghanistan dan Irak serta dukungannya kepada militer Israel yang membantai Muslim Palestina tidak disebut sebagai teror, melainkan “aksi pembalasan” yang mereka sebut pre-emptive.

Kalau mengacu pada isi email tersebut, ternyata teror bom itu hanyalah rekayasa Dinas Intelijen Indonesia yang korup dan diduga kuat didanai oleh Dinas Intelijen Barat.

Publik Australia dibuat terperangah, karena mengetahui kemungkinan 88 warga Australia yang menjadi korban pembantaian di bom Bali I hanyalah korban perbuatan licik untuk menciptakan histeria anti-Muslim di antara publik Australia. Tujuannya, agar publik Australia menyetujui pengiriman pasukan Australia untuk ambisi peperangan Bush di Irak.

Di antara bukti tak terbantahkan dari siaran dokumenter SBS-TV Australia, berupa wawancara dengan seorang mantan Presiden Indonesia yang menyatakan dengan yakin bahwa militer dan polisi Indonesial yang mendalangi Operasi Bom Bali! Enam orang Australia yang menyaksikan siaran dokumenter ini jika diharuskan memilih, mereka akan memercayai pernyataan mantan Presiden Indonesia daripada para politisi Australia.

Banyak bukti pernyataan itu.

Saat ini, kita mulai mengetahui sebagian besar insiden internasional terkait dengan Dinas Intelijen Barat. Kita mungkin masih ingat artikel yang pernah membuat heboh tentang mobil Amerika yang secara misterius dicuri, kemudian ditemukan di Irak sedang dipersiapkan untuk ‘bom bunuh diri’ (http://www.aljazeera.com). Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana dua orang anggota SAS Inggris tertangkap basah di Basra, sedang mengendarai mobil yang dipasangi jebakan bom (http://www.rense.com/general67/boobie.htm). Kita juga tahu, dua orang pasukan komando Amerika tertangkap basah sedang menyiapkan ‘bom mobil bunuh diri’ di kota Baghdad ( <http://iraqwar.mirror-world.ru> ).

Ironisnya, menghadapi fakta ini tak ada yang berani bicara. Sebagai contoh, para pemimpin Muslim tahu dari sejak awal bahwa peristiwa WTC 9/11 adalah hasil tangan kotor pihak pemerintah Amerika, tapi tak seorang pun berani menentang usaha-usaha untuk menciptakan penyebaran kebencian melawan kaum Muslim ini. Tak hanya itu, mereka malah ikut berpartisipasi dan membantu skenario 9/11. Misalnya Bush mengungsikan seluruh keluarga kerajaan Saudi keluar dari Amerika pada peristiwa 9/11 itu, walaupun saat itu ada larangan semua penerbangan di atas langit Amerika (Lihat film dokumenter Fahrenheit 9/11).

Sejak peristiwa 9/11, kemudian terjadinya pembunuhan Dr Kelly di Inggris pasca pembongkaran kebohongan informasi intelijen yang menjadikan tentara Inggris terlibat aktif membela tentara AS ketika menginvasi Irak, para pembaca berita yang cerdas semestinya mengetahui bahwa kehidupan di dunia modern ini ternyata telah dikontrol secara eksklusif oleh Dinas Intelijen Barat. Seluruh omong kosong tentang ‘demokrasi’ telah dimonopoli oleh para propaganda garis depan seperti Condi, CNN, Fox ‘news’ dan BBC (British Bullshit Corporation) (
<http://www.geocities.com/subliminalsuggestion/olson.html> ).

Publik Australia seharusnya mulai menyatakan sikap atas para politisi mereka yang membodohi, dan selalu di bawah tekanan Amerika. Setiap rakyat Australia harus mulai sadar bahwa mereka sekarang sedang digiring ke dalam kancah perang dunia III. Yakni, pihak Barat melawan dunia Islam dan Cina+ Russia di front lain.

Pada sebuah siaran dokumenter SBS-TV Australia dengan judul “Inside Indonesia’s War on Terror” , pada 12 Oktober, seorang mantan Presiden Indonesia menyatakan tuduhan dengan serius bahwa Polisi atau Militer Indonesia ada di belakang bom Bali. Di website SBS-TV (
<http://news.sbs.com.au/dateline/index.php?page=archive&daysum=2005-10-12> ), tulisan tentang cerita ini tak bisa lagi di akses. Ada pernyataan “This transcript is currently unavailable”. Tapi artikel itu masih bisa dibaca di globalsearch.ca dengan judul “Inside Indonesia’s War on Terror”.

Kita bisa mendapati pernyataan di RENSE. COM seperti di bawah ini:

1. Di acara itu, para jurnalis dan pengamat Indonesia menyatakan dengan yakin dan tanpa ragu-ragu, bahwa “Organisasi Teroris Muslim” itu TIDAK PERNAH ADA, berbeda dengan yang selalu digambarkan oleh pemerintah Indonesia-mereka itu adalah rekayasa yang diciptakan dan dikoordinir oleh para provokator yang terkait dengan militer Indonesia.

2. Lebih lanjut mereka juga menyatakan bahwa militer Indonesia sudah sangat korup dan para jenderal dan politisi mengalihkan dalam jumlah besar uang yang diterima sebagai dana bantuan ‘perang melawan terorisme’ -terorisme yang pada kenyataannya adalah rekayasa mereka sendiri.

3. Setelah membaca/menonton siaran dokumenter tersebut, Anda akan memandang dunia ini dengan pandangan berbeda. Kebohongan, rekayasa ‘perang melawan terorisme’ di Indonesia telah terungkap sepenuhnya dengan jelas. Bayangkan berapa banyak negara dan pemerintahan di seluruh dunia ini yang juga terlibat di dalam kebohongan dan rekayasa ‘perang melawan terorisme’, yang ironisnya itu memberikan keuntungan finansial secara pribadi kepada para pemimpin politisi dan militer.

Beberapa waktu lalu saya bertemu mantan Presiden Habibie. Ia berpesan agar kita tidak terjebak pada skenario musuh. Ia membuat ilustrasi, “Janganlah terpaku melihat satu pohon saja, namun lupa melihat hutan belantaranya.” Ini gambaran menarik, tetapi sedikit sekali yang mau mengambil pelajaran. (Sabili



Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke