Dari web site nashrani, http://answering-islam.org.uk/Bahasa/Quran/kenapa_urutan_AQ_kacaubalau.html

Berikut saya copy and paste kesimpulannya saja, karena uraiannya lumayan panjang, silahkan cek link diatas.

IV. KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat dikatakan hipotesa Richard Bell sangat masuk diakal.
Juga dapat dikatakan dengan cukup kepastian adalah :
1. Penyusunan Al-Qur’an tidak lebih dari sekedar pembundelan catatan-catatan yang dikumpulkan dari berbagai pihak.
2. Tim penyusun Al-Qur’an tidaklah mengetahui secara pasti kronologis penurunan ayat dan taraf kelengkapannya sehingga ayat yang sudah lengkap dipotong begitu saja ditengah-tengah tanpa adanya kesinambungan cerita.
3. Klaim Al-Qur’an sudah dihafal luar kepala oleh ratusan/ribuan sahabat nabi tidak lebih hanya ungkapan hiperbolis saja. Jika untuk mengingat urutan saja tidak bisa bagaimana bisa mengingat seluruh Al-Qur’an???

Adalah kewajiban kita untuk menjawab dan meluruskan hal ini. Jika memang kita harus memerangi mereka dengan akal dan pikiran (Gozwul fikri) juga dengan hujjah yang kuat, kita harus melakukannya.

Dari uaraian mereka, yang dipersoalkan adalah penyusunan Al-Quran ini oleh para sahabat yang sekan akan tidak berurutan.

Salam
Ari


 


Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke