Tanggapan Tidak Batalnya Wudhu Kalo Tidur (di Bis)

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr. wb.
Saya pernah mendengar bahwa salah satu hal yang membatalkan wudhu adalah hilang akal, dan Tidur adalah hilang akal. Apakah ini bisa dikatakan tidak membatalkan wudhu?
Adapun kalo tidur tidak sengaja misalnya waktu jum'atan dan posisi duduknya juga tidak nyender itu bisa wudhunya tidak batal. Tetapi kalo tidurnya emang sudah niat misalnya dalam bis apalagi dalam posisi menyender, saya kira itu bisa membatalkan wudhu.
Bagaimana Ustadz tanggapannya?

Terimakasih,
Wassalam

Lili

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,


Hilang akal yang dimaksud dalam kitab fikih sebenarnya adalah gila, ayan atau pingsan yang membuat orang tidak sadarkan diri. Sedangkan untuk tidur, meski secara pisik seseorang menjadi seolah hilang akal, namun punya bab tersendiri.

Dan apa yang kami sebutkan itu berdasarkan hadits-hadits yang diriwaytkan dari Rasulullah SAW dan para shahabatnya yang mulia. Bukankah mereka pun sampai mendengkur dan dengkurannya terdengar saking kerasnya. Dan kalau orang sudah tidur sampai mendengkur, bukankah sudah hilang akalnya menurut pemahaman Anda ?

Tapi karena ada contoh dari para shahabat yang tidur mendengkur tapi tidak batal wudhu?nya, nampaknya kita tidak bisa membuat sendiri aturan wudhu? dan batasan pembatalannya.

Kalau pun Anda akan menjadikan dalil hadits itu sebagai dasar dari batalnya wudhu?, maka Anda bisa mengatakan bahwa posisi tigur para shahabat itu tidak bersandar di kursi, melainkan dalam posisi duduk di atas tanah. Sehingga keduanya berbeda. Duduk di kursi dengan sandarannya mungkin bisa dikatakan tidur yang sama dengan berbaring. Sedangkan tidur di sambil duduk di atas lantai tidak sama dengan berbaring.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

[ kirim pertanyaan ]



Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke