Transkrip Pidato Presiden Iran di PBNU

Ulama adalah bendera agama di muka bumi. Ulama adalah cahaya hidayah dan pelindung masyarakat. Ulama adalah penjaga agama dan jelmaan perlawanan terhadap hawa nafsu. Masyarakat harus mengingat Tuhan dengan melihat ulama. Ulama harus menjadi rujukan masyarakat untuk mengetahui sumber-sumber keagamaan. Masyarakat sangat mencintai para ulama. Ulama adalah pewaris para nabi. Masyarakat ingin melihat akhlak para nabi pada diri ulama. Itulah penantian masyarakat.

Tetapi kondisi dewasa ini menjadikan tugas-tugas kita menjadi berlipat. Sekarang dunia menghadapi tantangan dan problematika yang sangat serius. Menghadapi kezaliman dan ketidakadilan, kesombongan dan kepongahan yang menjadi bagian dari kekuasaan kita. Dengan monopoli dan menguasai tanah masyarakat, dengan kebohongan- kebohongan, dengan penyebarluasan pemerosotan moral, dengan jarak yang jauh antara negara-negara miskin dan negara-negara kaya. Hari ini masyarakat hidup di bawah ketidakamanan. Mayoritas masyarakat tidak merasakan keamanan. Itu adalah bagian dari problematika dunia.

Mazhab dan ideologi buatan manusia telah kalah. Marxisme dan Liberalisme telah kalah. Tidak memiliki pesan atau penyelesaian baru untuk menyelesaikan problematika manusia. Liberalisme berhadapan dengan kontradiksi yang tajam. Mereka mengklaim membela demokrasi, tetapi di kawasan dunia Islam mereka membela rezim Israel. Di Afrika selatan mereka membela diktator, mereka menentang pemerintah- pemerintah yang dipilih rakyat. Dalam pandangan mereka tentang demokrasi bahwa orang-orang yang menentang kezaliman bukanlah demokrasi, tetapi mereka yang mendukung kezaliman adalah demokrasi.

Rezim penguasa adalah tampilan kekalahan demokrasi. Lihatlah mereka yang mengklaim demokrasi telah membela rezim yang penuh kekerasan, menguasai tanah masyarakat, membunuhi masyarakat tak berdosa, penghancuran ladang-ladang, dan pengusiran masyarakat, mereka membela sebuah pemerintah yang ileggal. Akan tetapi mereka menentang pemerintah Palestina yang bangkit dari negaranya. Demokrasi Liberal telah menghadapi kekalahan, dan secepatnya akan seperti komunisme yang masuk ke perpustakaan sejarah (museum).

Manusia sudah letih dari kondisi dunia saat ini, akan tetapi dengan karunia Allah, fitrah manusia telah hidup kembali dengan berjabat tangan, mencari keadilan, mencari kebenaran, dan fitrah menyembah Tuhan telah bangkit kembali. Allah telah mengembalikan hati masyarakat menuju perhatian, haus terhadap ajaran parta nabi karena mereka haus keadilan dan memikirkan tentang Tuhan.

Hari ini kita harus berkesempatan berbuat. Hari ini untuk mengenalkan Nabi Muhammad. Islam yang mengajak kepada keadilan dan tauhid, yang mengajak kepada kebenaran dan ketulusan, yang mengajak untuk membela yang tertindas dan untuk berakhlak dengan akhlak mulai. Kita harus menggunakan kesempatan ini untuk mengajarkan ajaran Islam. Allah telah mengembalikan hati masyarakat menuju perhatian, haus terhadap ajaran para Nabi karena mereka haus keadilan dan memikirkan Tuhan. Hari ini kita harus kesempatan berbuat.

Hari ini untuk mengenalkan keistimewaan Nabi Muhammad. Islam yang mengajak kepada keadilan dan tauhid, yang mengajak kepada kebenaran dan ketulusan, yang mengajak kepada pembelaan kepada yang tertindas dan melawan penindas serta mengajak untuk berakhlak dengan akhlak ilahi. Kita harus menggunakan kesempatan ini untuk mengajarkan ajaran agama Islam. Ulama harus menghabiskan kehausan ini dengan penjelasan tentang agama. Mereka harus mengenalkan ajaran Islam yang murni, tauhid yang merupakan sumber dari segala kebaikan, bertawakkal kepada Allah, bersabar dan mempertahankan hak-hak, persatuan dan perjuangan, keharusan untuk berjuang dalam rangka mencari kesempurnaan manusia ini. Mereka harus memperkenalkan Alquran dan Nabi, para ulama harus mengibarkan bendera pemahaman terhadap agama, dan mereka harus mengembang bendera lailahaillallah dengan segala kekuatan. Para ulama harus menjadi dai kecintaan perdamaian, ulama harus menjadi lambang kecintaan terhadap masyarakat dan kebersihan, ulama harus membela bagi orang tertindas dan melawan penindas. Ulama harus hadir dalam medan tabligh dengan segala keberanian.

Yang patut disyukuri adalah bangsa Indonesia adalah bangsa yang baik penuh kasih sayang, masyarakat yang benci kepada ketidak-adilan, bangsa Indonesia adalah modal yang berharga bagi dunia Islam. Para ulama memiliki tanggung jawab yang dalam dan menciptakan kecintaan terhadap keadilan. Hari ini peran ulama adalah peran internasional dan mendunia. Dan mereka mempunyai efek internasional jika berkhidmat kepada masyarakat sebagaimana yang telah saya katakan bahwa masyarakat haus akan keadilan. Dan sayangnya ketidak-adilan telah meletakkkan masyarakat dalam penderitaan.

Contoh, masalah energi nuklir republik Iran. Masalah teknologi Iran memiliki logika yang sederhana. Kami mengatakan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk maju dalam setiap ilmu pengetahuan dan teknologi. Para pemikir muda di negara kita telah sukses untuk mencapai teknologi nuklir tapi sebagian dari kekuasaan dunia tidak menginginkan kemuliaan bagi negara kita. Mereka menentang kemajuan negara Islam, mereka berkata, kalian tidak boleh memiliki lingkaran bahan bakar nuklir.

Kami mengatakan kalau lingkaran bahan bakar nuklir adalah suatu hal yang buruk, kenapa kalian memilikinya? Dan jika itu adalah suatu yang baik, kenapa kita tidak boleh memilikinya?

Dan tentu kita memiliki perbedaan yang mendasar. Kita berbeda dengan anda. Perbedaannya adalah, kita menghendaki ilmu pengetahuan dan kemulian bangsa, seperti kalian menggunakan teknologi ini dengan memenuhi gudang senjata kalian dan mengancam bangsa-bangsa dunia dengannya. Dan memaksakan kehendak kalian kepada negara lain. Mereka mengatakan kepada kita, mungkin kalian akan keluar dari jalur-jalur perdamaaian. Padahal laporan dari IAEA tidak ada penyimpangan ke arah itu. IAEA didirikan untuk memusnahkan senjata-senjata nuklir. Dan membantu negara-negara dunia untuk menggunakan senjata nuklir dengan tujuan damai.

Tetapi IAEA telah bertindak bertentangan dengan tujuan awal karena tekanan negara kuat. Bagian dari negara kuat itu telah mencoba senjata nuklir baru. Tapi IAEA tidak memperhatikan itu dan tidak menentang. Mereka mengatakan kepada kita bahwa belum ada tanda-tanda kalian menyeleweng, tapi kita belum memastikan bahwa di masa depan kalian tidak akan menyeleweng. Negara kuat mengatakan bahwa mungkin kalian menyeleweng, kalian tidak menggunakan bahan nuklir. Oleh karena itu kita juga mengatakan kepada mereka di sekolah kita tidak boleh diajarkan fisika dan ilmu kimia. Karena mungkin juga fisika dan kimia itu nantinya juga akan digunakan untuk tujuan yang tidak damai.

Tiga negara Amerika, Inggris dan Prancis tidak menginginkan kita memiliki senjata nuklir. Mereka mengatakan kepada kita: kalian tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kita mengatakan: Memang kenapa? Mereka menjawab: karena kita bilang begitu. Kita berkata: memang siapa kalian? Mereka menjawab: kami superpower.

Kami katakan kepada mereka bahwa masa keadidayaan itu sudah berlalu. Mereka menganggap bahwa saat ini masih dalam masa penjajahan. Mereka senang memerintah dan melihat negara-negara taat kepada mereka. Yang bisa mengatakan kepada mereka, bangunlah dari tidur yang dalam ini, masa kolonialisme telah berlalu, bangsa dan masyarakat telah bangkit, dan hari ini adalah hari adalah hari para manusia dan bangsa. Tapi mereka tentu akan marah kepada kita, tapi tidak penting. Biarkan mereka marah.

Ini adalah contoh kecil dari ketidak-adilan dari para negara kuat. Kami katakan kepada mereka bahwa cara yang kalian bawa ini tidak akan membawa dunia kepada kedamaian, dan jika kalian lanjutkan cara ini, kalian tidak akan mendapatkan hati kecuali bertambahnya rasa benci dari bangsa-bangsa terhadap kalian. Sangat banyak ketidak-adilan semacam ini. Saya tidak ingin membuat anda pening. Semoga Allah menganugerahi keselamtaan kepada kalian.

Saya berharap kepada Allah semoga rakyat Indonesia sampai kepada tujuan-tujuan mulianya. Saya memohon kepada Allah untuk menjaga para pemuda Indonesia dan kalian ulama-ulama besar. Ketahuilah bahwa pemuda adalah modal utama kemuliaan dan walaupun serangan adidaya itu begitu besar, mayoritas dari pemuda kita cinta kepada agama.

Bahwa masa depan adalah milik para Islam, dan mereka adalah penjaga agama dan akan melestarikan keadilan dunia. Dan patut disyukuri hubungan kedua negara pada level yang baik, kami mencintai pemerintah dan rakyat Indonesia.

Dan kemajuan Indonesia berarti kemajuan kita semua. Kami menganggap kemajuan kita sebagai kemajuan seluruh dunia Islam. Iran dan Indonesia memiliki ulama yang peduli, haruslah hubungan antara ulama dan ilmuwan kedua negara ini bertambah. Dan saling berbagi pengalaman dan pandangan dan dialog tentang masalah Islam.

Dunia masa kini berada pada agenda yang paling penting lebih dari masa lalu. Kami senang kehadiran anda di Iran. Ketahuilah bahwa kezaliman akan sirna dan kebenaran akan menang. Bagian dari medan dan propaganda mereka tidak akan mendapat apa-apa dari menghina Nabi Muhammad. Beliau adalah pusat dari segala kebaikan. Ia adalah jelmaan dari rahmat dan karunia Allah, kasih-sayang Ilahi, jelmaan dari zikir, ibadah dan menyembah Tuhan, tampilan baru kedamaian dan ketentraman. Dia yang akan menyelamatkan umat manusia.

Mereka menghendaki atau tidak, masa depan adalah milik Islam. Saya berterima kasih, hari ini kita saling berpegang tangan dengan kesehatian dan persatuan, dengan kesabaran dan perjuangan, dengan usaha dan perjuangan. Kita harus membangun negara-negara kita, mengenalkan Islam, dan membela hak-hak bangsa-bangsa. Bersyukur kepada Allah telah memberi saya taufiq untuk berkunjung ke Indonesia untuk bertemu dengan anda.

Perjalanan saya ke Indonesia akan menjadi ingatan yang menyenangkan untuk selamanya. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beriman, berusaha, kuat bertahan dan penuh perjuangan. Saya meminta kepada Allah untuk menambah kemulian bangsa Indoensia. Kami membela kedaulatan dan kemajuan negara Indonesia. Kami akan tetap berada di sisi bangsa dan negara ini. Semoga sukses dan menang.
 
=======
by arland
from M H Nurul Huda & Lukman
__._,_.___

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke