Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu Oleh: KH. A. Mustofa Bisri Aku masih sangat hafal nyanyian itu Nyanyian kesayangan dan hafalan kita bersama Sejak kita di sekolah rakyat Kita berebut lebih dulu menyanyikannya Ketika anak-anak disuruh Menyanyi di depan klas satu-persatu Aku masih ingat betapa kita gembira Saat guru kita mengajak menyanyikan lagu itu bersama-sama
Sudah lama sekali Pergaulan sudah tidak seakrab dulu Masing-masing sudah terseret kepentingannya sendiri Atau tersihir pesona dunia Dan kau kini entah dimana Tapi aku masih sangat hafal nyanyian itu, sayang Hari ini ingin sekali aku menyanyikannya kembali Bersamamu *Indonesia tanah air beta Pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala Selalu dipuja-puja bangsa Disana tempat lahir beta Dibuai dibesarkan bunda Tempat berlindung di hari tua Sampai akhir menutup mata* Aku merindukan rasa haru dan iba Di tengah kobaran kebencian dan dendam Serta maraknya rasa tega Hingga kini ada saja yang mengubah lirik lagu Kesayangan kita itu Dan menyanyikannya dengan nada sendu *Indonesia tanah air kita Bahagia menjadi nestapa Indonesia kini tiba-tiba Selalu dihina-hina bangsa Disana banyak orang lupa Dibuai kepentingan dunia Tempat bertarung merebut kuasa Sampai entah kapan akhirnya* Sayang, dimanakah kini kau Mungkinkah kita bisa menyanyi bersama lagi Lagu kesayangan kita itu Dengan akrab seperti dulu Rembang, 2000 Penulis adalah pemimpin Pondok Pesantren Roudhotut Thalibin, Rembang.
