*Setan, Sifat atau Wujud?*


Tanya:

Sebetulnya setan itu berupa wujud atau sifat? Sebab, setan dikatakan bisa
berwujud jin atau manusia. Wujud di sini berupa wujud lahiriah atau sifatnya
saja?


Doni

Jawab:

Saudara Doni,


Al-Qurthubi dalam kitab Ahkam al-Qur'an menjelaskan bahwa para ulama berbeda
pendapat mengenai asal-usul Jin. Hasan al-Basri mengatakan bahwa Jin adalah
keturunan Iblis, seperti manusia adalah keturunan Adam. Dari dua kelompok
ini (jin dan manusia) ada yang beriman dan ada yang kafir. Keduanya juga
berhak mendapatkan pahala dan siksaan dari Allah. Mereka yang beriman dari
keduanya adalah kekasih Allah dan yang kafir adalah setan.


Ibnu Abbas berpendapat bahwa jin adalah keeturunan Jann. Mereka bukan setan.
Mereka bisa mati. Di antara mereka ada yang beriman dan ada yang kafir.
Sementara itu, setan adalah anak Iblis. Mereka tidak akan mati kecuali
bersama-sama Iblis.


Dalam tafsir surat al-Nas, Qatadah berkata, "Sesungguhnya dari jin dan
manusia terdapat setan-setan". Ini mirip dengan pendapat Hasan al-Basri di
atas. Dalam surah al-An'am ayat 112 disebutkan, "Dan demikianlah Aku jadikan
untuk setiap nabi musuh dari setan-setan manusia dan jin."


Dalam buku "Hayat al-Hayawan al-Kubra" karangan Dumairi disebutkan bahwa
semua jin adalah keturunan Iblis. Namun dikatakan juga bahwa jin merupakan
satu rumpun, sedangkan Iblis adalah salah satu dari mereka. Jin juga
mempunyai keturunan seperti dijelaskan dalam al-Qur'an surah al-Kahfi ayat
55, "Apakah kalian akau menjadikan mereka (jin) dan keturunannya sebagai
kekasih selain Aku (Allah) padahal mereka adalah musuh kalian?". Kaum jin
yang kafir disebut setan.


Dalam kitab "Akaamu-l-Marjan fi Ahkamil Jan" karangan Syibli (hal. 6)
disebutkan bahwa jin mencakup malaikat dan mahluk lainnya yang kasat mata.
Sedangkan setan adalah jin yang durhaka dan kafir, mereka adalah anak-anak
Iblis.


Jauhari berkata bahwa semua yang durhaka dan membangkang dari manusia, jin
dan hewan disebut setan. Orang Arab menyebut ular sebagai setan.


Yang terpenting bagi umat manusia adalah meyakini bahwa setan adalah musuh
mereka dan selalu berusaha untuk menyesatkannya dan menjauhkannya dari jalan
Allah. Kita dilarang menyembah atau menuruti kata setan. Dalam surah Yasin
ayat 60 disebutkan, "Bukankah Aku (Allah) telah membuat perjanjian kepadamu
hai Bani Adam agar kalian tidak menyembah setan? Mereka adalah musuh yang
paling jelas". Demikian juga dalam surah Fathir ayat 6, "Sesungguhnya setan
adalah musuh kalian maka jadikanlah mereka musuh". Dan banyak dalil-dalil
yang mengingatkan kita agar hati-hati terhadap tipu daya dan rayuan setan
ini.


Muhammad Niam


-- 
"...menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama..."

Kirim email ke