Membantah Buku Wahabi****

Senin, 28/05/2012 11:04****

* *

[image: 054.jpg]**

* *

*Judul Buku                    : Meluruskan Vonis Wahabi : Bantahan
terhadap Buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”*

*Penulis                         : Nur Hidayat Muhammad*

*Penerbit                        : Nasyrul ‘Ilmi Publishing*

*Cetakan                        : I, April 2012*

*Tebal                            : XIX + 300 Halaman*

*Peresensi                      : Masduri*)*


Kemunculan buku *“Hadis Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”* karya
Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Yusuf memunculkan keresahan mendalam. Lantaran
banyak hadits-hadits tersebut digunakan oleh mayoritas umat Islam
Indonesia, secara khusus kaum Nahdliyyin, sebagai hujjah dalam amal
ibadahnya sebab terdapat fadhilah. Sebagai wujud kehati-hatian dalam
menilai suatu hadits, sebab kita semua memang tidak tahu, apakah hadits
yang kita anggap *dha’if *atau bahkan palsu bukan dari Rasulullah, masih
ada kemungkinan hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah.****


Bagaimana natinya, jika hadits tersebut benar dari Rasulullah, kemudian
kita dustakan. Maka jalan terbaik yang diambil oleh ulama ahlussunnah
waljama’ah dengan mengamalkan hadits *dh’aif* sebagai kehati-hatian dengan
tidak menisbatkan bahwa hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah, sebab
belum tentu hadits tersebut dari Rasulullah. Kenapa hadits *dha’if *diamalkan,
sebagai upaya menjaga kemungkinan bahwa hadits tersebut benar-benar dari
Rasulullah. Buakankah sebuah dusta besar jika kemudian hadits yang
nyata-nyata dari Rasulullah, kemudian kita anggap sebagai hadits yang bukan
dari Rasulullah. Karenanya, sebagai kehati-hatian untuk mejembatani dua
kemungkinan, maka jalan terbaik dengan tetap mengamalkan, hadits dha’if
tetapi tidak dinisbatkan kepada Rasulullah, kalaupun itu salah pelakunya
tidak berdosa, sebab tidak menisbatkan tindakannya pada Rasulullah. Juga
sebagai kehati-hatian siapa tahu hadits tersebut benar-benar dari
Rasulullah.****


Sebab itu, kemunculan buku ini, mencoba meluruskan salah paham yang
dilakukan oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Yusuf dalam bukunya *“Hadits
Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”.* Banyak sekali kerancuan dalam
buku tersebut, ringkasnya saya bagi tiga bagian kritik yang diuarikan oleh
Nur Hidayat Muhammad di dalam buku ini. *Pertama*, dalam bukunya, Ahmad
Sabiq merasa bahwa hasil ijtihadnya lebih baik dari pada ulama’ yang
kapasitas keilmuannya sudah tidak diragukan lagi, serta merasa ilmu
haditsnya lebih baik dari para ulama’ besar, termasuk mazhab Syafi’i. Dia
juga merasa jika pendapat Salafi Wahabi paling absolut kebenarannya, yang
lain tercela dan sesat.****


*Kedua*, banyak hadits yang hanya dha’if atau sangat dha’if dinilai palsu
karena mengikuti pendapat Muhammad Nashiruddin al-Albani. Bahkan Ia sering
terjebak pada penilai al-Abbani, dan mengindahkan pandangan ulama’ lain
yang kreadibiltas keilmuannya lebih mapan. Hadis muaquf yang populer
dinisbatkan pada Rasulullah kadang diklaim hadits palsu, padahal pendapat
tersebut menyalahi pendapat para ulama’ yang mengatakan bahwa menempatkan
hadits *mauquf *dalam ketegori hadis *maudhu*’ merupakan kesalahan. Dalam
menentukan status hadits palsu, kadang-kadang menggunakan standar karena
perawinya pendusta, padahal perawi yang dicurigai pendusta tidak masuk
hadits palsu, hanya hadits *matruk*. Banyak sekali alasan hadits yang
dicetuskan sering tidak singkron.****


*Ketiga*, tidak mengindahkan kaidah ulama’ bahwa hadits *dha’if *yang
diamalkan dan dibuat fatwa ulama’ derajatnya semakin kuat. Pula tidak
mengindahkan hadits *dha’if *yang derajatnya terangkat karena terdapat
riwayat hadits shahih atau hasan, maka riwayat yang dha’if selalu
dikesampingkan, tanpa melihat kaidah ushulul hadits yang disepakati para
ulama’. Kadang pula tidak mengindahkan derajat hadtis yang terangkat
derajatnya karena banyaknya *syawahid*. ****


Lebihnya jelasnya, dalam buku *“Meluruskan Vonis Wahabi: Bantahan terhadap
Buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Polpuler di Indonesia”* pembaca akan
diajak oleh Nur Hidayat Muhammad menelusuri secara detail kesalah-kesalahan
yang dikakukan Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Yusuf dalam bukunya *Hadits
Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia,* dengan bantahan ilmiah dan
sumber rujukan yang jelas. Buku ini patut kita apresiasi bersama, sebagai
wadah intlektual dalam meluruskan salah paham yang dilakukan kelompok
tertentu, tidak seperti kelompok radikalis, yang selama ini sering
melakukan cara-cara kekerasan dalam meluruskan kesalahan seseorang.****


** Mahasiswa Teologi dan Filsafat Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel
Surabaya, alumnus Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura Sumenep*****



-- 
http://harian-oftheday.blogspot.com/

"...menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama..."

<<image001.jpg>>

Kirim email ke