Khazanah Tafsir Al-Qur’an di Indonesia


[image: Khazanah Tafsir Al-Qur’an di Indonesia]



Judul                : Khazanah Tafsir Indonesia Dari Hermeneutika hingga
Ideologi

Penulis             : Islah Gusmian

Penerbit            : LKiS

Cetakan            : I, 2013

Tebal                : xxvi + 414 halaman; 14,5 x 21 cm

ISBN                 : 978-979-16776-9-1

Peresensi          : Junaidi Khab, *Pecinta Baca Buku dan Tercatat Sebagai
Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan
Ampel, Surabaya*



Al-Qur’an sebagai kitab suci agama umat Islam menjadi pegangan hidup yang
tak pernah luntur oleh gerusan zaman. Ia selalu hadir di tengah-tengah
kehidupan manusia. Kandungan ayatnya yang universal selalu fleksibel dalam
berbagai hal. Keuniversalan itulah yang menjadikannya selalu dijadikan
pegangan hidup. Hati yang duka, perasaan yang resah akan terobati oleh
lantunan-lantunannya. Ia bisa menjadi obat sekaligus penerang di saat
manusia berada dalam kegelapan.


Lantaran keuniversalan itu pula, ayat suci Al-Qur’an selalu digali dan
dicari makna-maknanya. Penafsiran terhadap tiap ayatnya menjadi kewajiban
yang tak boleh ditinggalkan. Dengan kajian mendalam dari para penafsir,
ditemukanlah berbagai hal tentang maksud ayat-ayat Al-Qur’an yang universal
itu. Di dalamnya, ada nilai-nilai estetika dan berbagai macam ilmu
pengetahuan tentang kehidupan di dunia ini.


Kehadiran buku yang berjudul *Khazanah Tafsir Indonesia Dari Hermeneutika
hingga Ideologi* ini akan mencoba untuk memaparkan tentang perkembangan
tafsir terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkembang di Indonesia. Memang
bukan hanya di Indonesia saja Al-Qur’an mengalami berbagai penafsiran.
Tetapi di Arab Saudi dan negara-negara Islam juga banyak yang tertarik
dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an, tak terkecuali Indonesia sebagai negara
dengan penduduk muslim terbesar di dunia.


Fenomena penafsiran Al-Qur’an di Indonesia bukan langsung terjadi secara
menyeluruh terhadap ayat suci Al-Qur’an. Namun ada beberapa tahapan dan
periodisasi sebagai langkah awali dari keunikan dan cara-cara yang
dilakukan oleh penafsir versi Indonesia. Di Indonesia ada beberapa periode
dalam perkembangan penafsiran Al-Qur’an, yaitu periode pertama pada
permulaan abad XX hingga tahun 1960-an. Periode kedua pada tahun 1970-an
hingga 1980-an. Sedangkan periode ketiga pada dasawarsa tahun 1990-an (hlm.
59).Pada periode pertama ini, penafsiran Al-Qur’an masih belum berjalan
secara utuh dan maksimal. Mungkin itu merupakan salah satu upaya awal yang
membutuhkan waktu yang cukup begitu lama. Pada masa ini, penafsiran
Al-Qur’an hanya mengacu pada surat-surat tertentu. Misalkan penafsiran
surah *Yasin*, surah *al-Fatihah*, atau sebagian surah-surah yang dianggap
memiliki peranan penting bagi kehidupan umat manusia. Pada periode kedua
juga masih tampak mengacu pada surah-surah tertentu meski sudah ada
penfsiran yang lebih umum tentang kandungan ayat suci Al-Qur’an.


Baru pada periode ketiga ini, tepatnya rentang waktu sepuluh tahun, dari
tahun 1990 hingga tahun 2000, proses kreatif dalam penulisan tafsir di
Indonesia terus terjadi dan berkembang. Dalam periode ini muncul beragam
karya tafsir dari para intelektual Muslim Indonesia. Setidaknya ada 24
karya tafsir yang terlacak dalam dekade tahun 1990-an ini. Salah satunya
yaitu *Konsep Kufur dalam Al-Qur’an, Suatu Kajian Teologis dengan
Pendekatan Tafsir Tematik, Konsep Perbuatan Manusia Menurut Al-Qur’an,
Suatu Kajian Tafsir Tematik*, dan tafsir tentang *Manusia Pembentuk
Kebudayaan dalam Al-Qur’an* (hlm. 63).


Periodisasi-periodisasi itulah yang membawa pada penafsiran Al-Qur’an
secara umum dan menyeluruh. Cuma sayangnya, jika buku ini dilihat dari
judulnya saja, tampak bagaikan buku bahan bacaan berat. Namun sejatinya di
dalamnya tidak banyak menggunakan teori-teori penulisan seperti layaknya
suatu karya hebat. Bahasanya terlalu ringan dan biasa-biasa saja, yaitu
model deskripsi dan narasi kebanyakan dengan menceritakan berbagai macam
contoh tafsir yang sudah berhasil menjadi karya penafsir khas Indonesia.


Namun, meskipun demikian ulasan dan alasan kelemahannya, buku ini cukup
memberikan pandangan yang luas dan lebar mengenai khazanah perkembangan
tafsir yang tejadi di Indonesia. Gambaran-gambaran tersebut akan menjadi
cermin bagi generasi masa kini untuk terus secara intens mencari makna
hakiki dari tiap-tiap ayat suci Al-Qur’an yang disesuaikan dengan konteks
zaman kekinian. Sehingga dengan perkembangan tafsir terhadap ayat-ayat suci
Al-Qur’an, ia akan terus fleksibel dan diterima oleh umat manusia sebagai
pedoman hidup yang mengandung banyak pengatahuan dan petunjuk jalan bagi
kehidupan agar tidak sesat.


Sungguh menarik kajian dalam buku ini tentang periodisasi perkembangan
tafsir Al-Qur’an yang terjadi di Indonesia. Mulai dari pengajaran Al-Qur’an
yang dilakukan di surau-surau hingga memunculkan para penafsir hebat
Indonesia. Kajian-kajian mulai periodisasi hingga metodologi yang digunakan
oleh penafsir Indonesia diulas tuntas dengan gaya bahasa ringan dan mudah
dipahami oleh para pembaca. Ada banyak paradigma dan khazanah tafsir khas
Indonesia yang unik dan menarik untuk selalu dijadikan rujukan terhadap
kajian-kajian tafsir modern pada saat ini. []



-- 
http://harian-oftheday.blogspot.com/

"...menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama..."

Kirim email ke