PBNU: Quran Boleh Dibaca Dengan Langgam Apapun Asal Jaga Kaidah

Selasa, 19/05/2015 16:07






[image: PBNU: Quran Boleh Dibaca Dengan Langgam Apapun Asal Jaga Kaidah]






Jakarta, *NU Online*
Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi menyatakan kebolehan melagukan
Al-Quran dengan irama adat manapun. Pasalnya, setiap komunitas memiliki
langgamnya masing-masing. Hanya saja yang perlu diperhatikan ialah kaidah
pelafalan dan respek terhadap ayat-ayat suci itu sendiri.


“Setiap pembaca itu wajib menjaga makhrajnya, panjang, juga pendeknya.
Tujuannya agar tidak merusak makna Quran itu sendiri. Kalau soal langgam,
Al-Quran terbuka. *Jawaz *(boleh) dengan langgam Jawa, Sunda, atau langgam
lainnya,” kata Kiai Masdar kepada *NU Online* di Jakarta, Selasa (19/5)
sore.


Menanggapi pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa di Istana Negara pada
Jumat (15/5) malam, Kiai Masdar menyatakan rasa syukurnya kalau langgam
lokal itu menambah kesyahduan.


“Dan langgam itu berbeda antara satu masyarakat dan masyarakat lainnya.
Kalau *iya* begitu, setiap komunitas boleh membaca Al-Quran dengan langgam
yang lazim di kalangan mereka. Bisa langgam Jawa, Sunda, atau langgam
lainnya,” ujar Kiai Masdar.


Setiap bahasa pun sebenarnya mengandung nilai transendensi. Allah sendiri
mengatakan, *wa allama adamal asma’a kullaha*. Allah mengajarkan nama-nama
benda kepada Adam. “Artinya setiap bahasa mengandung nilai ilahiyah.”


Rais Syuriyah PBNU ini mengajak masyarakat tidak perlu membesar-besarkan
persoalan ini. Tidak ada larangan membaca Al-Quran dengan langgam apapun
selagi menjaga dua kaidah itu, tegas Kiai Masdar. (*Alhafiz K*)






Sumber:


http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,59627-lang,id-c,nasional-t,PBNU++Quran+Boleh+Dibaca+Dengan+Langgam+Apapun+Asal+Jaga+Kaidah-.phpx






--
http://harian-oftheday.blogspot.com/


"...menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama..."

Kirim email ke