PWNU Jabar: Indonesia Kuat karena Masyarakat Sipilnya Kokoh

Rabu, 03/06/2015 12:01






[image: PWNU Jabar: Indonesia Kuat karena Masyarakat Sipilnya Kokoh]






Bandung, *NU Online*
Ketua PWNU Jawa Barat, Dr H Eman Suryaman menilai, saat ini keberadaan
Nahdlatul Ulama harus lebih kuat dalam memegang peranan sebagai pilar
penyangga Republik Indonesia. Sebab menurutnya, kekuatan sebuah bangsa
ditentukan kekuatan Civil Society-nya.


"Banyak studi yang telah membuktikan bahwa Indonesia masih bisa eksis
sekalipun dilanda krisis ekonomi dan krisis politik karena masyarakat
sipilnya yang kokoh. Bandingkan coba dengan negara-bangsa di Uni Soviet,
atau negara-negara lain yang terpecah. Itu semua karena peranan *civil
society*-nya lemah dan kemudian hancur," terangnya kepada NU Online, Senin
(1/6).


Menurut Eman, keberadaan Nahdlatul Ulama dan ormas Islam moderat lainnya,
juga gerakan swadaya telah banyak berjasa menjadikan negara ini tetap
integral dengan kemajemukan suku-bangsa dan agama. Oleh sebab itu, ia
berharap agar seluruh kekuatan masyarakat sipil harus tetap eksis mengawal
negara ini.


"Kalau dulu di zaman Orde Baru masyarakat sipil dikuatkan untuk mengimbangi
negara, sekarang masyarakat sipil harus bermitra karena memang negara sudah
banyak diisi oleh kekuatan sipil. Kemitraan maksudnya agar program-program
negara berjalan baik, cepat dan mampu menjawab hajat warga. Dengan
kemitraan pula, peran kontrol berupa kritik, saran dan masukan lebih
komunikatif," ujarnya.


Eman melihat pentingnya paradigma komunikasi yang baik karena dalam ruang
demokrasi komunikasi itu sarana timbal-balik sejalan dengan prinsip
musyawarah. Dengan partisipasi aktif melalui komunikasi, garis politik
republikanisme yang selalu menaruh perhatian terhadap warga bisa lebih
efektif.


*Gabung NU*


Lain daripada itu, Eman juga berharap saat ini para intelektual dan kaum
profesional juga harus mengambil peranan di dalam negara. Atau, jika tidak
tertarik ke dalam lingkar kekuasaan, bisa memilih jalur kelompok sipil
seperti ormas-ormas Islam moderat seperti NU.


"Untuk para intelektual, dosen, jurnalis, pejabat, dan pengusaha, masuklah
pada kelompok sipil yang besar agar ilmu dan kontribusi kerjanya dirasakan
masyarakat. Di Jawa Barat misalnya, kami sangat open untuk menunggu kiprah
kaum profesional. Ini supaya kita sama-sama maju, dan makin semangat
bergotong-royong bergiat membangun bangsa," pesannya. *(Sakri/Fathoni)*






Sumber:


http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,59945-lang,id-c,nasional-t,PWNU+Jabar++Indonesia+Kuat+karena+Masyarakat+Sipilnya+Kokoh-.phpx






-- 
http://harian-oftheday.blogspot.com/


"...menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama..."

Kirim email ke