1 Mei: Saat aksi May Day

Tjiptaning : Komisi IX DPR menegaskan tidak akan merevisi UU
Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003

Sukacita menyelimuti ribuan buruh yang beraksi di depan Gedung DPR.
Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning mendatangi buruh di pagar untuk
menyampaikan kabar gembira. "Komisi IX DPR menegaskan tidak akan
merevisi UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003," seru Tjiptaning
melalui megafon milik buruh dari halaman dalam Gedung DPR, Senayan,
Jakarta, pukul 12.45 WIB, Senin (1/5/2006).

Pernyataan itu spontan disambut sorak-sorai buruh.
Ucapan "Alhamdulillah" dan "Allahu Akbar" bersahut-sahutan diucapkan
buruh. Mereka bahkan menari dan melompat gembira.

"Kami menolak rencana pemerintah merevisi UUK. Komisi IX telah
menerima 25 surat dari bupati, walikota, dan gubernur dari berbagai
daerah yang menyatakan penolakan revisi UUK," ujar Tjiptaning.
Dia juga menyatakan DPR mendukung usulan 1 Mei yang merupakan Hari
Buruh Sedunia alias May Day sebagai hari libur nasional.

Selain Ribka, wakil rakyat yang turut berorasi di depan buruh adalah
Anshori Siregar dan Zaenal Ma'arif.

-------
1 Mei: Setelah Aksi May Day berlangsung tertib dan damai.

Jusuf Kalla : penolakan beberapa angggota Komisi IX bukan sikap
resmi lembaga, namun pribadi. Pemerintah masih tetap akan membahas
revisi UU tersebut

Kalla mengungkapkan hingga kini pemerintah masih tetap akan membahas
revisi UU tersebut. Wapres juga menyinggung sikap anggota Komisi IX
DPR yang menolak pembahasan revisi yang dinilai buruh merugikan
mereka. Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, penolakan beberapa
angggota Komisi IX bukan sikap resmi lembaga, namun pribadi. "Kalo
masing-masing sikap pribadi itu tentu bukan DPR. Sikap anggota DPR?
Ya! Tapi DPR itu baru bisa mengambil keputusan ya atau tidak kalau
berdasarkan rapat," ujar Wapres di Jakarta, Senin (1/5).

"Setahu saya DPR mengambil sikap melalui rapat. Kalau pernyataan
masing-masing pribadi anggota DPR, itu bukan sikap DPR. Kalau sikap
DPR ya atau tidak, harus berdasarkan rapat."

-----
1 Mei: Setelah Aksi May Day berlangsung tertib dan damai.

Agung Laksono : DPR belum secara resmi menyatakan penolakannya atas
rencana pemerintah untuk merevisi UU Nomor 13/2003 tentang
Ketenagakerjaan

Ketua DPR Agung Laksono mengatakan, DPR belum secara resmi
menyatakan penolakannya atas rencana pemerintah untuk merevisi UU
Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. "Penolakan itu baru sebatas
orang per orang anggota DPR," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu
(3/5).
Menurut Agung, sekalipun Komisi IX DPR yang antara lain membidangi
masalah tenaga kerja sudah membuat pernyataan resmi untuk menolak
revisi UU Nomor 13/2003 itu, hal itu belum bisa diartikan sebagai
kenyataan bahwa DPR menolak revisi UU tersebut. "Masih perlu proses
panjang sampai hal itu diputuskan lewat sidang paripurna," kata
Agung.

-----
1 Mei: Setelah Aksi May Day berlangsung tertib dan damai.

Jusuf Kalla: tidak yakin para buruh akan melanjutkan aksi unjuk rasa
mereka menolak rencana revisi UU Ketenagakerjaan pada hari-hari
mendatang

"Saya nggak yakin bahwa mereka ingin meninggalkan pekerjaannya
terlalu lama," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka
Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2006).
Wapres mengaku mengetahui rencana unjuk rasa buruh akan berlangsung
sampai beberapa hari ke depan. Pemerintah tidak akan menghalanginya,
sebab hal itu merupakan bagian dari demokrasi.
"Tapi jangan lupa, (pendapatan) para buruh itu berdasarkan hari
kerja dan prestasi. Jadi kalau unjuk rasa terus penghasilannya dari
mana? Harus diketahui juga itu," tambahnya.

-----
3 Mei: Saat Aksi buruh.

Erman Suparno : pemerintah akan terus melanjutkan pembahasan revisi
UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno
menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan pembahasan revisi UU
Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Langkah pembahasan
revisi UU Ketenagakerjaan ini seperti yang diamanatkan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono akan dimulai dari awal dengan menunggu
masukan dari pihak independen, termasuk lima universitas yang
ditunjuk pemerintah. Pembahasan ini pun akan dilakukan melalui forum
tripartit.

------
3 Mei: Setelah bentrokan buruh dan aparat

Anggota DPR kembali menegaskan menolak revisi Rancangan Undang-
undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan untuk mematahkan
anggapan Wapres Jusuf Kalla bahwa penolakan yang dilakukan DPR baru
sebatas opini pribadi.

DPR juga tak akan membahas revisi RUU Ketenagakerjaan dengan
pemerintah. Demikian salah satu pernyataan Wakil Ketua DPR Soetardjo
Soerjogoeritno yang dibacakan Zaenal Ma`arif saat menerima
perwakilan buruh di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (3/5) siang.

Pernyataan yang berisi tiga poin itu juga berisi tentang dukungan
anggota Dewan terhadap gerakan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
yang menolak amendemen RUU Ketenagakerjaan. Surat yang baru
ditandatangani Soetarjo dan Ma`arif ini nantinya akan disebarkan ke
seluruf fraksi, terutama yang mendukung penolakan RUU
Ketenagakerjaan.

------
3 Mei: Setelah bentrokan buruh dan aparat

Erman Suparno : revisi UUK sudah disepakati (untuk) didrop, kok
masih bergolak?

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno
tidak habis mengerti buruh terus saja bergolak menolak revisi UUK.
Hal itu disampaikan Erman di sela-sela acara workshop
bertajuk "Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Regional"
di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (3/5/2006).

"Wong revisi UUK sudah disepakati (untuk) didrop, kok masih
bergolak? Itu kan pertanyaannya," kata Erman.

------
3 Mei: Setelah bentrokan buruh dan aparat

Erman Suparno : naskah revisi UUK yang di DPR itu naskah liar

Erman menjelaskan, pemerintah hingga kini belum mengajukan naskah
revisi UUK kepada DPR. Naskah revisi UUK yang resmi masih dipegang
pemerintah.

"Sekarang saya mau tanya apakah sudah ada usulan pemerintah ke DPR?
Wong belum ada usulan kok ditanggapi. Naskahnya siapa? Naskahnya
adalah naskah liar," jawab Erman saat ditanya polemik revisi UUK di
DPR.

------
3 Mei: Setelah bentrokan buruh dan aparat

Jusuf Kalla : mungkin ada provokator

"Bahwa aksi buruh yang kemarin baik, mungkin sekarang ada yang
masukin sehingga terjadilah seperti itu," ujar Kalla. Kalla
mengungkapkan hal itu usai menerima Koalisi Media untuk Kemerdekaan
Pers di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu
(3/5/2006).


Komentar saya :
Hati-hati kalau ngomong!
Mulutmu adalah harimau-mu
Kasihan SBY yang lagi jualan di Tanah Arab

Buruh itu takut kendile ngguling (phobia-nya apa ya?)
atau pesangon-phobia.
dan hari ini masih ada demo di HI jam 14.00

Buruh yang Turut prihatin, Kendil






_____ http://www.Kendal-Online.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet








SPONSORED LINKS
Bali indonesia hotel Bali indonesia Indonesia hotel
Bali indonesia vacation Bali indonesia travel


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke