Kenapa Harus Menikah?
Karya : Chandraleka
Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi
kaum
muslimin untuk memeriahkan dunia dengan nikah.
1. Melengkapi agamanya
“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari
agamanya. Dan
hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya
lagi.
(HR. Thabrani dan Hakim).
2. Menjaga kehormatan diri
“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk
nikah,
maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan
lebih
membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu,
maka
hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR.
Ahmad,
Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan
Baihaqi).
3. Senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia
“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah
merupakan
perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat
(perkara),
yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih
memanah, dan
mengajarkan renang.ÂE(Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah
Al
Ahadits Ash Shahihah no. 309).
Hidup berkeluarga merupakan ladang meraih pahala:
4. Bersetubuh dengan istri termasuk sedekah
Pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW berkata kepada beliau,
“Wahai
Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa
shalat
sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami
berpuasa;
bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta
mereka.ÂEBeliau
bersabda, “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang
bisa
kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah;
(pada
tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan
tahlil
terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah);
memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan
munkar
adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun
sedekah.ÂEMereka
bertanya, “Wahai Rasulullah, kok bisa salah seorang dari kami
melampiaskan
syahwatnya akan mendapatkan pahala?ÂEBeliau menjawab, “Bagaimana
menurut
kalian bila nafsu syahwatnya itu dia salurkan pada tempat yang haram,
apakah
dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?ÂE(Mereka
menjawab, “Ya, tentu.ÂEBeliau bersabda,) “Demikian pula bila dia
salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan
mendapatkan
pahala.ÂE(Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau
padankan
masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu beliau bersabda, “Semua
itu
bisa digantikan cukup dengan shalat dua raka’at Dhuha.ÂE (Buku Adab
Az Zifaf
Al Albani hal 125).
5. Adanya saling nasehat-menasehati
6. Bisa mendakwahi orang yang dicintai
7. Pahala memberi contoh yang baik
“Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam
Islam, maka
ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang
yang
meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa
yang
pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan
dosa
kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya
tanpa
dikurangi sedikit pun.ÂE(HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Orang
yang
pertama kali melakukan kebaikan atau kejahatan.)
Bagaimana menurut Anda bila ada seorang kepala keluarga yang memberi
contoh
perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan
anak-anaknya?
Demikian juga sebaliknya bila seorang kepala keluarga memberi contoh
yang
jelek bagi keluarganya?
8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian
kepada
istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama. Dan
akan
diganti oleh Allah, ini janji Allah.
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “Satu
dinar
yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan
untuk
memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin
dan
satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling
besar
pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada
keluargamu.ÂE(HR
Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap
keluarga).
Dari Abu Abdullah (Abu Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud., ia
berkata:
Rasulullah SAW bersabda: “Dinar yang paling utama adalah dinar
yang
dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan
untuk
kendaraan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu
teman
seperjuangan di jalan Allah.ÂE(HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin
Bab
Memberi nafkah terhadap keluarga).
Seorang suami lebih utama menafkahkan hartanya kepada keluarganya
daripada
kepada yang lain karena beberapa alasan, diantaranya adalah nafkahnya
kepada
keluarganya adalah kewajiban dia, dan nafkah itu akan menimbulkan
kecintaan
kepadanya.
Muawiyah bin Haidah RA., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:
‘Wahai
Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara
kami?ÂEBeliau
menjawab dengan bersabda, “Berilah makan bila kamu makan dan berilah
pakaian
bila kamu berpakaian. Janganlah kamu menjelekkan wajahnya, janganlah
kamu
memukulnya, dan janganlah kamu memisahkannya kecuali di dalam
rumah.
Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari
kamu
telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan
terhadap
mereka.ÂE(Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA., dalam hadits yang panjang yang kami
tulis
pada bab niat, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadanya:
“Sesungguhnya
apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan
Allah,
niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan
untuk
istrimu.ÂE(HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi
nafkah
terhadap keluarga)
Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW
bersabda:
“Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyianyiaka orang yang
harus
diberi belanja.ÂE(HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab
Memberi
nafkah terhadap keluarga).
Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan
menggantinya.ÂE(SabaÂE 39).
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Setiap pagi ada
dua
malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: “Ya
Allah,
berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya.ÂEDan yang
lain
berdoa: “Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir.ÂE(HR.
Bukhari dan
Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap
keluarga).
9. Seorang pria yang menikahi janda yang mempunyai anak, berarti
ikut
memelihara anak yatim
Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah.
1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan
orang-orang
yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki
dan
perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan
karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(An
Nur: 32)
2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu
seorang
mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya
merdeka dan
seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad
2:
251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2:
160)
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo!
Indonesia yang baru!