ya.....nasib.
pengin mbutgawe,wonten arab- trus mulihe entuk duwit akehhh,eee jebule "nggantung dewe"..
dasar nasib'mu......nduk, nduk.

samsul ulum <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sulasih Gantung Diri di Arab Saudi
KENDAL - Tenaga kerja wanita (TKW) asal Kendal yang meninggal saat bekerja di perantauan kembali terulang. Sulasih (32), warga RT 3 RW 1 Desa Kebonsari, Kecamatan Rowosari, Selasa (9/5) siang dilaporkan tewas gantung diri di sebuah ruangan rumah majikannya di Jedah, Arab Saudi.
Kabar kematian anak pertama suami istri Remin (65) dan almarhumah Sulastri itu kali pertama diterima Mahfud Fauzi (28), adik sepupu korban. ''Fauzi yang mengabari kami melalui telepon di rumah tetangga apabila Sulasih meninggal gantung diri di rumah majikan. Fauzi adalah anak adik saya yang saat ini bekerja pada sebuah perusahaan swasta di Jakarta,'' tutur Remin saat ditemui di rumah duka, kemarin.
Musibah yang menimpa Sulasih menambah daftar TKW asal Kendal yang mengalami nasib kurang beruntung ketika bekerja di perantauan. Sebelumnya (Suara Merdeka, 11/5) melaporkan, seorang TKW, Siti Muntasiyah (22), warga RT 3 RW 2, Desa Kadilangu, Kecamatan Kangkung juga tewas.
''Sulasih berangkat meninggalkan kampung halaman pada pertengahan April 2004. Ini keberangkatan kali kedua ke kota yang sama setelah sebelumnya mengambil cuti dan pulang kampung enam bulan. Dia kali pertama berangkat menjadi TKW ke Jedah pada awal 2002 melalui seorang petugas lapangan di Desa Penaruban, Weleri,'' papar Remin.
Menunggu
''Kami kurang tahu persis alamat dan nama majikan tempat bekerja Sulasih. Selama merantau dia belum berkirim surat dan hanya mengabari keadaannya melalui telepon kepada Fauzi. Sebelum meninggal, sekitar dua minggu lalu dia mengabarkan dalam keadaan baik. Kabar ini baru disampaikan Fauzi kepada kami. Sampai saat ini kami masih menunggu kedatangan jenazah Sulasih yang akan dikirim dari Arab Saudi.''
Dia menekankan, musibah yang menimpa putri tunggalnya itu tidak hanya membuat sedih dirinya.
''Dia pergi meninggalkan dua anak yang masih kecil. Selama ini mereka tinggal bersama kami. Sejak kecil pula keduanya harus ditinggalkan ayahnya, Irin (35), warga Dukuh Banyutowo, Desa Bulak, Kecamatan Rowosari karena bercerai dengan ibunya. Selama merantau, Sulasih pernah berkirim uang kepada kami Rp 10 juta. Ketika pulang cuti lalu, dia juga memperbaiki rumah tinggal kami.'' (G15-37j)

Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.


Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

_____ http://www.Kendal-Online.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet








SPONSORED LINKS
Bali indonesia hotel Bali indonesia Indonesia hotel
Bali indonesia vacation Bali indonesia travel


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke