Ini ada tulisan sederhana dan lugas serta jujur dari hati seorang teman yang menuliskan pendapatnya di bawah ini...
Semoga bermanfaat...
 
--------------------------------------
Rasanya tidak banyak yang bisa saya komentari tentang Pak Karno yang heroik, karena:
1. Terbatasnya dan adanya distorsi informasi.
2. Tidak adanya pengalaman sejarah (lha wong saya lahir th '70-an ke atas :).
Tetapi saya ingin menghormati beliau sebagai salah satu pemimpin bangsa saya.
 
Lha kalo Pak Harto, saya pernah mendengar, merasakan, mengalami, memahami, dan nekad mengomentari beliau. Kata Bapak saya sih.. (yang anggota veteran jaman Belanda, Jepang sampai jaman Kemerdekaan), Pak Harto itu termasuk orang berjasa, karena jelas penghormatannya kepada mantan pejuang 45 yang telah berjuang dengan nyawa (bukan hanya harta, anak istri, pangkat, omongan, demo, dsb). Menurut beliau (Bapak saya), Pak Harto jelas sekali keberpihakannya pada pejuang 1928, 1942, 1945, 1949, 1965, 1968, 1972/73, dst.. (alasan yang sempit.. :) tapi sederhana dan mudah dicerna oleh rakyat jelata..)
 
Ketika Pak Harto berkuasa dan Bapak saya meminta saya untuk mendukung Pak Harto. Saya DENGAN TEGAS katakan "TIDAK!"..
Saya tidak pernah nyoblos beliau/partainya, saya tentang beliau, saya kritik pedas beliau, hingga dalam masa tsb saya pernah diinterogasi di markas tentara (sampai diphoto telanjang dada kayak residivis.. :).
 
Saat ini, dimana Pak Harto sudah lengser, justru saya menjadi sangat hormat kepada beliau sebagaimana saya juga hormat pada Pak Karno.. Pemimpin bangsa saya.. yang Agung dan sangat disegani di dalam dan luar negeri.. seperti halnya (mungkin) SBY saat ini..
Beliau turun dengan legawa, meski sebenarnya, saya yakin sekali, bisa saja beliau bertahan sebagaimana pemimpin di Beijing, pemimpin di Filipina, di Thailand, di Tibet, dst..
Tapi melepas pangkat dengan cara 'sederhana' seperti itu.. mungkin bagi rekans yang sudah pernah menjadi pemimpin di sebuah komunitas.. (Bupati, misalnya..) adalah suatu yang luar biasa..
Entahlah.. nggak perlu-lah.. saya berargumentasi seperti ini (soalnya argumentasi kan miliknya orang yang pinter.. komentator, pengamat, dsb..).
 
Yang jelas:
Saya sedang belajar untuk menghormati para pemimpin bangsa dengan tetap meng-kritisi.. dan mencari solusinya dari yang kecil.. yang mudah.. dan dari sekarang.. (kata Aa Gym)..
"Entaskan kemiskinan (ilmu, iman, amal, dakwah, harta, akhlak, dll) di sekitar rumah dan kantor kita dengan SUNGGUH-SUNGGUH.., selebihnya biarkan Tuhan yang bekerja dengan qadha dan qodarnya.. serta cukuplah Tuhan sebaik-baik dan sebenar-benar pemberi balasan..".
-------------------------------------
----- Original Message -----
Sent: Sunday, May 14, 2006 9:21 PM
Subject: [kendal-online] Kasus Soeharto Dibawa Mati

Beberapa hari terakhir ini media menyampaikan kabar tentang kondisi kesehatan mantan presiden RI, HM Soeharto. Setelah melewati masa kritis, penguasa rezim Orde Baru ini akhirnya bisa kembali menghirup udara segar.

Keberuntungan rupanya masih berpihak pada Pak Harto. Apalagi ketika pemerintah SBY-JK mengumumkan untuk merehabilitasi namanya atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan. Hal yang sama juga dilakukan pada Mantan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno.

Apakah Soeharto=Soekarno?

Saya kira kasus keduanya berbeda. Soeharto jatuh dari singgasana kepresidenannya karena kasus KKN. Sementara Soekarno karena dililit persoalan politik. Soeharto jatuh karena kesalahan plus dosanya sendiri, sedang Soekarno jatuh karena sekenario lawan politiknya. 

Tindakan pemerintah memperlakukan Soeharto layaknya Soekarno jelas tak tepat. Ini sekedar cari muka. Menyelamatkan pahlawan sambil menyelundupkan penjahat. "Ini lho Soekarno sudah tak rehablitasi, tapi Pak Harto juga harus direhabilitasi karena dia juga banyak berjasa bagi bangsa ini".

Seharusnya dipisahkan antara kesalahan dan jasa. Keduanya akan mendapatkan penghargaannya masing-masing. Berat mana antara kesalahan dan dosanya. Kalau perlu ditimbang. Kalau lebih berat salahnya, ya lempar saja ke NERAKA! Jangan belum-belum sudah diampuni, sudah dimaafkan.

Memangnya siapa sih SBY-JK? Orang baru jadi pemerintah kemarin sore  tiba-tiba saja  mau menghapuskan  ingatan  banyak orang, bagaimana  penguasa orde baru itu menindas rakyatnya selama puluhan tahun.  Yang berhak memaafkan adalah rakyat, bukan pemerintah karena pemerintah tak menyuarakan keinginan rakyat.

Ada apa sih tiba-tiba pemerintah bersikap demikian. Padahal sebelumnya telah berniat untuk menuntaskan kasus Pak Harto. Mungkinkah SBY-JK punya skenario untuk menuntaskan kasus Pak Harto itu ke liang kubur?

Salam,

Udin


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

_____ http://www.Kendal-Online.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet








SPONSORED LINKS
Bali indonesia hotel Bali indonesia Indonesia hotel
Bali indonesia vacation Bali indonesia travel


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke