TERLILIT 10 KARTU KREDIT
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 951/XVIII
Pak Safir yth, Pernahkah Bapak melihat seseorang yang punya banyak kartu kredit? Ya, Pak, saya adalah salah satu manusia yang punya banyak kartu kredit. Percaya atau tidak, ada 10 buah kartu kredit di dompet saya.
Berapa tagihan saya sekarang? Saya sampai malu mau cerita. Jumlahnya hampir sekitar Rp 73 juta. Itu sudah termasuk bunga. Dan dari bulan ke bulan, jumlahnya sudah semakin besar. Sudah banyak sekali debt collector yang datang ke kantor saya, dan saya selalu bisa menghindar. Jujur, saat ini penghasilan saya hanya Rp 3,7 juta per bulan, tanpa punya simpanan sama sekali.
Saya sudah pernah membaca tulisan Bapak tentang jangan pernah membayar minimal untuk tagihan kartu kredit. Tapi masalahnya, untuk membayar minimalnya saja seringkali saya tidak sanggup. Adakah saran untuk saya? Terimakasih.
Joni - Jakarta
Jawab:
Pak Joni yang baik,
Saya ikut prihatin mendengarkan masalah Anda. Oke, begini saja, daripada pusing, saya akan coba untuk langsung memberikan alternatif solusi yang bisa Anda lakukan dalam memecahkan masalah Anda.
- Gali Lubang Tutup Lubang (GLTL). Pada seminar yang sering saya berikan, saya kerap mengatakan bahwa GLTL boleh dilakukan asalkan ada sejumlah syarat yang dipenuhi. Salah satu syarat tersebut adalah kalau Anda kepepet. Nah, dalam kasus Anda, sebagian dari jumlah tagihan tersebut saya lihat sudah jatuh tempo. Kalau Anda tidak punya uang sama sekali, maka melakukan pinjaman baru boleh dilakukan, sehingga Anda bisa 'bernafas' kembali dan bisa lebih berkonsentrasi untuk membayar pinjaman baru tersebut.
- Menjual Aset. Anda memang tidak punya simpanan uang. Tapi sadarkah Anda bahwa setiap dari kita biasanya punya aset di rumah yang mungkin bisa kita jual? Mungkin itu kendaraan, barang elektronik, perhiasan, perabot atau apapun. Saya seringkali melihat ada banyak orang yang terjebak utang dan tidak bisa membayar karena tidak punya uang tunai, tapi setelah saya datang ke rumahnya, wah, ada banyak sekali barang-barang di rumah yang kalau dijual bisa menutup utang-utangnya. Anda punya mobil? Jual saja dan bayar utang-utang Anda. Jangan takut jalan kaki atau naik kendaraan umum. Pilih mana, mempertahankan mobil tetapi bunga kartu kredit Anda jalan terus, atau menjual mobil dan naik bus tapi bebas utang?
- Negosiasi. Daripada Anda lari-lari dari kejaran debt collector, cobalah untuk melakukan negosiasi. Bilang terus terang kepada debt collector bahwa Anda sedang tidak punya uang untuk membayar, tapi Anda memang berniat untuk membayar. Bagaimana niatnya? Dengan memberitahu bahwa Anda hanya sanggup membayar sekian rupiah pada tanggal-tanggal tertentu. Jangan malu melakukan negosiasi. Semua orang di dunia ini melakukan negosiasi. Ingatlah bahwa kunci melakukan negosiasi di sini adalah bahwa Anda jangan pernah memberikan janji pembayaran yang Anda rasa tidak bisa Anda sanggupi.
- Cari Penghasilan Tambahan. Ketika Anda punya banyak sekali utang sementara simpanan sama sekali tidak ada, maka cobalah untuk memperbesar penghasilan Anda. Caranya bisa dengan minta naik gaji (yang tidak selalu mudah) atau dengan mencari penghasilan lain diluar gaji. Ya, saya tahu bahwa tidak selalu mudah untuk mencari penghasilan tambahan. Perlu perjuangan keras. Anda harus bekerja saat seharusnya sudah pulang ke rumah, atau Anda mungkin harus jualan sana-sini, dan lain sebagainya. Tapi dengan penghasilan yang meningkat, Anda bisa memperbesar cicilan pembayaran utang Anda sehingga utang Anda akan lebih cepat habis.
Satu lagi Pak, jangan pernah berharap bahwa utang kartu kredit bisa habis dalam seketika. Bagus kalau memang utang kartu kredit Anda bisa habis dalam seketika. Tapi seringkali sebuah perjuangan membutuhkan proses. Dan melunasi utang kartu kredit Anda adalah sebuah proses yang memang harus dilakukan. Bukan begitu Pak Joni? Doa saya untuk Anda Pak. Semoga Anda bisa terlepas dari masalah keuangan Anda.
Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan