samsul ulum

Tropical Forest Trust

wildlife specialist

kaliwungu city, kendal, central java

phone : 08128816933 or 085216274642

--- On Tue, 6/10/08, botol ulum <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: botol ulum <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: Promosi Buku : Jurnalisme Sastrawi
To: "Ari Kartika" <[EMAIL PROTECTED]>, "agus romdloni" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, June 10, 2008, 4:44 AM

---------- Forwarded message ----------
From: des ardz <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/6/6
Subject: Promosi Buku : Jurnalisme Sastrawi
To: kampus tiga <[EMAIL PROTECTED]>, news transtv
<[EMAIL PROTECTED]>, batch1
<[EMAIL PROTECTED]>, Adinda Muchtar
<[EMAIL PROTECTED]>, botol ulum <[EMAIL PROTECTED]>, zul fa
<[EMAIL PROTECTED]>, hasan udin <[EMAIL PROTECTED]>,
ahmad
fajar <[EMAIL PROTECTED]>, ahmad izzuddin <[EMAIL PROTECTED]>


Istilah jurnalisme sastrawi belum banyak terdengar gaungnya di negeri
tercinta ini. Di luar negeri (tempat asal orang kita belajar perihal
kewartawanan), ada yg namanya literary journalism. Tentunya nama
Truman Capote sekarang tidak asing lagi di kalangan masyarakat (melek
film) Indonesia, setelah Philip Seymour Hoffman berperan sebagai sang
penulis dlm film dan diganjar Oscar. Karya Capote, In Cold Blood
disebut-sebut sebagai salah satu contoh literary journalism paling
ambisius. Andreas Harsono mengungkap lebih banyak lagi tentang
seluk-beluk seputar istilah ini dalam bagian pengantar buku ini,
Jurnalisme Sastrawi (KPG, 2008).

Ada delapan liputan yang terkumpul dalam antologi ini, di antaranya
ada kisah tentang pembantaian di Aceh, provokasi media dalam konflik
Ambon, drama dalam tubuh satu media yang disegani di tanah air,
ruwetnya perkongsian raksasa yang ingin menguasai air Jakarta, dan
behind the story kasus pembakaran seorang tunawisma di Jakarta Barat
beberapa tahun yang lalu. Kontributor yang meramaikan ada Linda
Christanty, Coen Husain Pontoh, Eriyanto, dan Andreas Harsono sendiri.

Sebagai pembaca, saya langsung tersedot dalam keasyikan hanya setelah
satu, dua halaman. Fakta-fakta disajikan dengan gaya bertutur,
kronologi yang runtut, dan kedalaman yang menyentuh. Rasanya seperti
mengikuti kisah seru seorang teman setelah lama tak jumpa--persis
seperti kata Andreas di bagian pengantar, "Ibarat kawan lama datang
bercerita." Tapi, meskipun ringan bertutur, isi cerita-cerita itu
bukan cerita sembarangan. Fakta tetaplah fakta, bagian dari sejarah.
Para jurnalis di balik cerita-cerita itu kadang mempertaruhkan nyawa
untuk bisa menulis, sekedar menyuarakan kesaksian sesuai kata hati di
tengah-tengah kecamuk huru-hara, konflik kepentingan, atau intrik dan
politik, apalah.... Dari situ saya berkesimpulan, buku ini penting.

Sebagai catatan, harus diakui bahwa penyuntingan masih tidak sempurna.
Untungnya tidak sampai mengganggu pembacaan, 'hanya' berupa kesalahan
pengetikan satu-dua. Ketidaksempurnaan itu kiranya tidak mengecilkan
arti kehadiran buku ini dalam khazanah perbukuan nasional, dan
sumbangannya bagi bidang kewartawanan.

Ninus
KPG

(Buku bisa dipesan melalui telepon 021-5309170 atau sms 0815 9080660)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


      

Kirim email ke