Waktu sudah menunjukkan jam 17 WIB. Maunya sich pulang cepat, tapi kudu mampir dulu naruh copy-jilid buat ikut lomba LIPI, dan sekalian beli nasi telor plus kepala ayam buat persiapan kursus TOEFL jam 18.30 WIB di lab bahasa UGM. Dalam area parkir kos, motor Thunderku kebagian jatah parkir di dalam, dekat kran air. Terlintas sejenak, "ah sekali-sekali parkirnya jangan standing ah, khan buruan mau pergi lagi". Tanpa menoleh, setelah mesin mati, kaki kanan mengayun ke belakang..... dan..... "Praak!!!". Gile!, kran air patah kepancal (ketendang gak sengaja, bahasa kendal :p). Kontan saja air mengalir tanpa henti. Apalagi tandon air ada di lantai 2, jelas aliran sangat deras. Jempol jariku bergetar hebat saat berusaha menutup air senentara. "Duuull, bantuan donk..", aku berteriak sampai 3 x memanggil teman kos. Kami berjibaku dengan air sampai 30 menit. Seragam coklatku sampai basah. Berkali-kali gagal, gimana caranya membendung aliran air ini. Aku dah lari lapor ke ibu kos, eh katanya memang aliran air tidak ada terminalnya, alias langsung ngalir dari tandon tanpa hambatan. "Sore gini tukang gak ada, Mas", jawabnya Aku lari lagi ke tempat si Dul gantian berjibaku. Akhirnya ditemukan cara, dengan plastik kresek dimasukan dengan tangkai sendok, sedikit demi sedikit, akhirnya mampet. Kemudian kugunakan sendok itu untuk menutup diatas tumpukan beberapa plastik. Lalu diikat beberapa kali dengan tali rafia. Selamat dah ! Nikmat bener aku makan petang itu. Lalu mandi, sholat, dan meluncur kursus. Telat deh 30 menit........ :(

