kenapa harus selalu meratap
jika semua jalan penuh kesedihan
bukankah biasa sedih menjadi bukan kesedihan
bukankah biasa senang menjadi tidak menyenangkan
sedih dan senang hanyalah cara kita memandang
makan menjadi kesedihan, apabila membatalkan puasa
kematian menjadi tidak berasa, apabila si fulan bukan keluarga kita
kecelakaan adalah tontonan, apabila terjadi saat perlombaan
semua kembali pada cara pandang
terkadang kita harus merayu lubuk sanubari
untuk suka, senang, dan mencintai
untuk sedih, kecewa, dan membenci
untuk sekedar mengingat dengan setia
untuk sekedar melupakan dengan makna
jangan mudah mencinta, hanya karena kata-kata
jangan mudah bermimpi, karena kebaikan yang diterima
by Ki Asmoro jiwo