samsul ulum

Tropical Forest Trust

wildlife specialist

kaliwungu city, kendal, central java

phone : 08128816933 or 085216274642

--- On Wed, 7/16/08, samsul samp <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: samsul samp <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: FW: Kesempatan penelitian di Flores
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, July 16, 2008, 9:24 PM








---------[ Received Mail Content ]----------


 Subject : [Sahabat_primata] FW: Kesempatan penelitian di Flores


 Date : Sun, 13 Jul 2008 21:58:25 -0700 (PDT)


 From : Dwi M <[EMAIL PROTECTED]>


 To : Burung <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],  Burung-pantai <[EMAIL 
PROTECTED]>











--- On Sun, 7/13/08, Fahrul P. Amama  wrote:





   





Dear All, 





Burung


 Indonesia membuka kesempatan untuk


melakukan penelitian di Flores bagi mahasiswa S1 dan S2.  Silakan


disebarluaskan.. 





Terima kasih  





   





 





   





RESEARCH FOR STUDENTS 





   





Burung Indonesia was established


on 15 July 2002, as an independent Indonesian non-government organization,


after working for 10 years as the program office of BirdLife International in


 Indonesia .


Burung Indonesia provides


opportunities for the public to take practical action to conserve birds and


their  habitats in Indonesia . 





   





Background 





Mbeliling forest area


located in the western part of Flores Island, is one of the most important


forest ecosystem that still survive on this island. Two main type of habitat on


this area are Tropical Moist Semi-evergreen forest and Tropical Moist


Desciduous forest, which have been identified as the highest priority status


for tropical biodiversity conservation (WCMC 1997). This area is a habitat for


3 out of 4 flores endemic bird, which are Flores Monarch (Monarcha sacerdotum), 
Wallace’s


Hanging-parrot(Loriculus flosculus),


and Flores Crow (Corvus florensis).


 Other 17 restricted area birds also made this area as their home (Trainor


and Lesmana 2000). 





   





This area also functioned


as a water catchment area for West Manggarai district. The local communities of


Mbeliling forest also depend their life on this area to irrigate their farmland


and ensure reliable fresh water supply. People also use the plants on this area


as foods, construction materials, and traditional medicines. Collecting


non-timber products was also important economic activity for the Mbeliling


people. 





   





Burung Indonesia together


with Dansk Ornitologisk Forening (DOF) and with the support from DANIDA, were


implementing a program with an objective to construct a participatory forest


management that improve local society livelihood. 





   





One of the activites is


building a Low Key Monitoring system (LKM, Pemantauan


Lingkungan secara Sederhana). The aim of the project is to design a


monitoring system that is jointly implemented by local communities and the


officers of Dinas Kehutanan, which is able to  detect any changes on the


surrounding forest at an early stage. The monitoring results are also going to


be used for the long-term management of the entire Mbeliling forest area. 


 





   





Along with the development


process of LKM, Burung Indonesia is opening a chance for Indonesian students,


either bachelor or master degree to conduct a research about certain aspects of


LKM system. If deemed possible the study will be a twinning-arrangement between


the Indonesian student and a student from Denmark. Therefore, the student needs


to be willing to work jointly .  





   





Main


objective and scope of research   





To conduct a field study


that is feeding into and increases the usefulness of the LKM system for the


Mbeliling area, which in turn has a positive impact on forest quality as well


as the quality of life for the local communities living around the Mbeliling


forest. 





The study can explore how


best to technically design a monitoring system in terms of components that give


the maximum output in the most cost-effective way: what should be monitored,


when and how? The study can also try to answer questions like: how do we ensure


full commitment to implement the monitoring jointly from both local communities


and staff of Dinas Kehutanan? What are the benefits to the local communities of


this monitoring system?  





All proposals need to have


a convincing and direct relevance on the main objective. 





  





Tasks of


the student 





1.      To


conduct the study, including the field study in and around the Mbeliling forest


area, with minimum guidance, but in correspondance with, the project staff and


DOF 





2.      To


plan logistics and financial aspects with project staff and Burung in Bogor 





3.      To


keep a detailed record of expenditures backed by receipts and submit a final


statement of expenditure to the project staff and Burung in Bogor 





4.      To


compose a final study report containing presentation of methodology, empirical


data obtained in and around the Mbeliling forest area, data analysis,


conclusion and/or recommendations of direct relevance to the LKM-system and the


main objective above..   





   





Time


frame   





The management team of the


Mbeliling project will decide, through discussions with the student, the best 
time


to conduct the field studies in Mbeliling   





   





Requierements 


 





1.      Bachelor/master


degree students with major in Biology, Environmental sciences, Forestry,


Agriculture, Sociology, Anthropology.   





2.      Willing


to conduct field study on Mbeliling area, West Manggarai district, East Nusa


Tenggara Province.   





3.      Having


good english skills (oral and written).   





4.      Self


motivated   





   





Facilities 


 





For the selected students,


Burung Indonesia will provide :   





1.      Transportation


Bogor-Labuan Bajo and vice versa   





2.      Local


expenditure in Mbeliling for study purpose, includes transportation,


accomodation, meals.   





3.      Room


and work facilities during the field study.   





   





For interested student may


submit an application to Burung Indonesia, at latest on 31st July 2008    





   





The application must consist


of:   





1.      Submission


letter   





2.      Reference


letter from lecturer   





3.      Copy


of  student ID   





4.      Copy


of  ID   





5.      Detailed


concept of research project   





   





The


application should be submitted to: 





Email: [EMAIL PROTECTED]


(Maya D. Prasetyaningrum) 





or PO Box.310/BOO, Bogor


16001 





   





   





 





KESEMPATAN


PENELITIAN BAGI MAHASISWA 





   





Burung Indonesia adalah organisasi nirlaba


yang telah bergiat sejak 15 Juli 2002, bertujuan melestarikan seluruh jenis


burung   dan habitatnya di Indonesia, serta bekerjasama dengan


masyarakat untuk mencapai pembangunan yang lestari. 





   





Latar


Belakang 





Kawasan hutan Mbeliling


terletak di bagian barat pulau Flores merupakan salah satu ekosistem hutan


penting yang masih tersisa di pulau ini.  Dua tipe habitat utama yang


terdapat di dalam kawasan ini yaitu hutan tropika basah semi-awet hijau dan


hutan tropika basah luruh-daun, telah mendapatkan status tertinggi bagi


konservasi keanekaragaman hayati di wilayah tropika (WCMC 1997). Kawasan ini


merupakan habitat bagi tiga dari empat burung endemik Flores yaitu Kehicap


Flores (Monarcha sacerdotum), Serindit


Flores (Loriculus flosculus),


dan Gagak Flores (Corvus florensis). Sebanyak 17 jenis burung


sebaran terbatas juga menghuni kawasan hutan (Trainor dan Lesmana 2000). 





   





Kawasan hutan ini juga


berfungsi sebagai daerah resapan air bagi daerah Manggarai Barat. Masyarakat di


sekitar hutan Mbeliling juga menggantungkan hidupnya pada kawasan ini untuk


mengairi lahan pertanian serta menjamin tersedianya air bersih. Selain itu


masyarakat juga memanfaatkan tumbuhan di kawasan ini sebagai bahan makanan,


bahan bangunan, serta obat-obatan tradisional. Mengumpulkan hasil hutan bukan


kayu adalah kegiatan ekonomi yang penting bagi masyarakat sekitar kawasan 
Mbeliling. 





   





Burung Indonesia


bekerjasama dengan Dansk Ornitologisk Forening (DOF) dan didukung oleh DANIDA,


tengah melaksanakan sebuah program di kawasan Mbeliling yang bertujuan untuk


membangun pengelolaan hutan secara partisipatif yang dapat meningkatkan sumber


kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat.  





   





Salah satu kegiatan yang


dilakukan adalah membangun sebuah sistem Pemantauan Lingkungan secara Sederhana


(PLS; Low Key Monitoring), dengan


tujuan untuk merancang sebuah sistem pemantauan yang dapat dilaksanakan oleh


masyarakat setempat dan pemerintah terkait, yang akan dapat memantau perubahan


yang terjadi di kawasan hutan sekitar. Hasil pemantauan keanekaragaman hayati


ini juga menjadi masukan bagi praktek pengelolaan kawasan Mbeliling.  





   





Sehubungan dengan


dimulainya pengembangan sistem PLS ini, Burung Indonesia memberi kesempatan


bagi mahasiswa Indonesia baik untuk jenjang strata sarjana maupun pasca sarjana


untuk melakukan penelitian mengenai aspek-aspek tertentu dalam sistem PLS. 
Apabila dimungkinkan akan dilakukan


kolaborasi antara mahasiswa Indonesia dan Denmark, oleh karena itu diperlukan


kemauan kerjasama antara kedua pihak mahasiswa. 





   





Tujuan


utama  





Melakukan studi lapangan


yang mendukung dan meningkatkan kegunaan sistem PLS bagi kawasan Mbeliling,


yang nantinya akan menghasilkan pengaruh positif terhadap kualitas hutan dan


juga kualitas hidup masyarakat sekitar hutan Mbeliling.  





Penelitian ini dapat


menelaah bagaimanakah desain teknis terbaik sistem pemantauan dalam hal aspek


yang dapat memberikan hasil maksimal dan efektif dari sisi pendanaan: apa yg


harus dipantau, kapan dan bagaimana?. Penelitian ini juga dapat mencoba untuk


menjawab pertanyaan seperti: Bagaimanakah kita dapat memastikan komitmen total


untuk melaksanakan pemantauan dari kedua pihak yaitu masyarakat lokal serta


pemerintah terkait (Dinas Kehutanan)?, ataupun pertanyaan: Apakah manfaat yang


diterima masyarakat lokal dari sistem pemantauan ini?. Seluruh proposal yang


masuk diharapkan memiliki keterkaitan dengan tujuan utama.  





   





Tugas peneliti 








 Melakukan studi, termasuk kajian lapangan, di dalam dan sekitar


     kawasan hutan Mbeliling dengan pengawasan terbatas, tetapi tetap 


     berkorespondensi dengan staff Burung Indonesia dan DOF.  


 Merancang aspek logistik dan keuangan dengan staf Burung Indonesia


     di Bogor. 


 Menyusun sebuah catatan detil pengeluaran biaya yang didukung


     oleh bukti-bukti, dan menyampaikan dokumen pengeluaran biaya akhir kepada


     staf Burung Indonesia. 


 Menyusun laporan akhir studi termasuk presentasi metodologi, data


     empiris yang didapatkan di lokasi kajian, analisis data, kesimpulan


     dan/atau rekomendasi yang keduanya terkait dengan sistem PLS dan tujuan


     utama diatas.  








   





Waktu


penelitian 





Akan ditentukan setelah


diskusi antara mahasiswa terpilih dengan tim Burung Indonesia proyek Mbeliling. 





   





Persyarakat 








 Mahasiswa/i jenjang sarjana/pasca sarjana dari


     fakultas/jurusan/program studi Biologi, Lingkungan, Kehutanan, Pertanian,


     Sosiologi, Antropologi 


 Bersedia melakukan studi lapangan di kawasan Mbeliling, Kabupaten


     Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur 


 Mampu berbahasa Inggris dengan baik secara lisan dan tulisan  


 Mampu bekerja mandiri 








   





Fasilitas 





Bagi mahasiswa yang


terpilih, Burung Indonesia akan menyediakan: 








 Transportasi Bogor – Labuan Bajo pp 


 Biaya hidup lokal di Mbeliling untuk melaksanakan studi:


     transportasi, akomodasi, konsumsi 


 Ruang dan fasilitas kerja selama melakukan studi di Mbeliling 








   





Bagi mahasiswa yang


tertarik dapat mengajukan diri ke Burung Indonesia. Lamaran harus diterima


paling lambat 31 Juli 2008.  





   





Lamaran terdiri dari: 








 Surat pengajuan 


 Surat referensi dari pembimbing 


 Salinan kartu mahasiswa 


 Salinan kartu tanda penduduk 


 Narasi konsep penelitian yang akan dilakukan 








   





Lamaran


dapat dikirimkan melalui: 





Email: [EMAIL PROTECTED]


(Maya D. Prasetyaningrum) 





Atau PO Box.310/BOO, Bogor


16001 





   





   





Maya D. Prasetyaningrum 





Conservation Programme Administration 





Burung


 Indonesia 





Jl. Dadali No. 32,


 Bogor 16161 





PO Box 310/Boo,


 Bogor 16003 





P : 62 - 251 357 222 





F : 62 - 251 357 961 





E : [EMAIL PROTECTED] 











  











   











 














      


      

<<inline: image001.gif>>

Kirim email ke