Sabtu, 12 Juli 2008 | 03:00 WIB
Jakarta, Kompas - Rencana pembangunan pabrik semen baru milik PT
Semen Gresik (Persero) Tbk lebih dari 2.000 hektar di Kecamatan
Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebaiknya dibatalkan jika
masyarakat Jateng tidak ingin kehilangan sumber irigasi di kawasan
Pegunungan Kendeng, air bersih bagi jutaan penduduk, kawasan karst
kategori 1, goa-goa alam, dan tradisi lokal komunitas Sedulur Sikep
atau masyarakat Samin.
Desakan ini diajukan perwakilan gabungan peneliti Universitas Gadjah
Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran
Yogyakarta yang disampaikan peneliti Poppy Ismalina MEc dari Pusat
Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik (PSEKP) dan Pusat Studi Lingkungan
Hidup (PSLH) UGM bersama Gunritno, Ketua Komunitas Sedulur Sikep,
kepada Kompas di Jakarta, Jumat (11/7).
Inti gugatan peneliti gabungan UGM, Pusat Studi Mitigasi Bencana
UPN, serta grup peneliti goa ASC (Acintyacunyata Speleological Club)
UPN karena hasil penelitian Direktorat Tata Lingkungan dan Geologi
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipesan PT Semen
Gresik (SG) dan selanjutnya digunakan oleh tim peneliti Undip Semarang
ternyata "inkonklusif" (tak tersimpulkan) atas kawasan Pegunungan
Kendeng—calon lokasi pabrik semen tersebut. Karena itu, rencana
pembuatan pabrik semen tersebut ilegal. Namun, PT SG telah
menyosialisasikan kepada masyarakat seakan-akan persyaratan pendirian
pabrik sudah dipenuhi.
Lembaga PSLH Undip yang dipesan PT SG untuk menyiapkan analisis
mengenai dampak lingkungan (amdal) pun ternyata merekomendasikan
kawasan tersebut bisa dieksploitasi.
"Ini penelitian faktual dan hasilnya seharusnya faktual. Kalau
hasilnya tak tersimpulkan, ini tidak bisa dipertanggungjawabk an," kata
Poppy.
Bertolak belakang
Tim peneliti UGM, UPN, dan ASC UPN yang melakukan penelitian
sendiri, menurut Poppy, kemudian menemukan fakta yang bertolak belakang
dengan rekomendasi ESDM-SG-Undip.
Tim UGM, UPN, dan ASC UPN menemukan 79 mata air aktif dan debit air
dari 39 mata air yang telah diukur menghasilkan 1.009,36 liter per
detik. Ini debit air sangat besar melebihi umumnya PDAM, kata Poppy.
Tim UGM-UPN menemukan pula 24 goa dan 15 di antaranya memiliki sumber
air. Dari 15 goa sumber air tersebut, 12 goa di antaranya ternyata
dimasukkan kawasan eksploitasi.
Penegasan Poppy itu membantah temuan penelitian tim ESDM, SG, dan
Undip yang menyatakan bahwa di wilayah tujuh desa di Sukolilo itu hanya
ada enam mata air dan beberapa goa kering tanpa mata air. Sedangkan
kawasan barat dianggap kawasan karst kelas 1 yang masih menampung air
dan kawasan timur sebagai kawasan karst 2 yang kering. Kawasan karst 2
ini bisa dieksploitasi untuk penambangan bahan baku semen.
Yang memprihatinkan, penelitian Undip ternyata berdasar tata ruang
dan tata wilayah Kabupaten Pati yang kedaluwarsa. Namun, 7 April lalu
Bupati Pati "menutup"-nya dengan mengeluarkan surat keputusan (SK)
bupati untuk mengesahkan Peraturan Daerah Tata Ruang kedaluwarsa itu.
Gubernur Jateng Ali Mufiz menyatakan, Pemprov Jateng akan terus
memantaunya. "Kami juga tahu kadang-kadang pemohon amdal itu kurang
jujur memberi data. Misalnya peta lokasi. Itu yang harus cermat
dilakukan oleh tim amdal. Kita juga akan mencermati hasil amdal Undip
itu," katanya, Jumat.
Pihak PT SG masih menunggu selesainya amdal dari Undip. "Semen
Gresik tidak akan mengintervensi pelaksanaan amdal," kata Kepala Divisi
Komunikasi PT Semen Gresik Saifuddin Zuhri.
"Kami memilih Undip Mei lalu karena rencana pabrik berada di Jawa
Tengah dan tim amdal Undip bereputasi nasional. Kita tunggu saja hasil
amdalnya September nanti," kata Saifuddin.
Sementara itu, Ketua Tim Amdal Undip untuk PT SG, Dwi P Sasongko,
menjelaskan, timnya hingga kini baru sebatas membuat kerangka acuan
amdal. "Kami belum melakukan studi amdal. Baru akan jalan studinya,"
kata peneliti PSLH Undip tersebut.
Mengenai kritik tim UGM dan UPN Veteran Yogyakarta tentang karst, ia
mengatakan, studi Undip masih sebatas kompilasi data. (BUR/SUP/HR
http://cetak.
kompas.com/ read/xml/ 2008/07/12/ 0121098/peneliti an.esdm-sg-
undip.dinilai. tak.layak. oleh.peneliti. ugm.dan.upn
Best Regard,
Muhammad Ery Wijaya
M.Sc. Candidate in Energy Technology
The Joint Graduate School of Energy and Environment (JGSEE), Thailand
Mobile : +66 853432193
__________________________________________________________
Not happy with your email address?.
Get the one you really want - millions of new email addresses available now at
Yahoo! http://uk.docs.yahoo.com/ymail/new.html