matur nuwun mas..pantes adem tenan Yogya beberapa hari ini... sampai sampai menghambat rutinitas ke kopi jos dan pinggir kali code... matur nuwun infonya.
wtn, bentar lagi mau touring pake thunder ke rumah ortu heheehe --- On Thu, 7/24/08, muhamad kundarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: muhamad kundarto <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [kendal-online] Dingin euy.. ! To: "milist alumni" <[EMAIL PROTECTED]>, "alumni faperta" <[EMAIL PROTECTED]>, "kendal online" <[email protected]> Date: Thursday, July 24, 2008, 8:43 PM Sekitar dua minggu ini, hawa di Yogya (mungkin juga di kota lain) terasa amat dingin menyengat dengan kelembaban rendah. Stamina tubuh akan mudah turun karena berpacu dengan kondisi hawa di luar tubuh. Untuk itu sebaiknya kita hindari makanan atau kegiatan yang mudah menurunkan stamina atau sistem kekebalan. Suhu lingkungan yang dingin di musim kemarau dapat dijelaskan sbb. : Siang hari, bumi menyerap panas dari sinar matahari. Malam hari, bumi melepaskan panas ke angkasa. Pada saat langit banyak awan (mendung), pelepasan energi dapat terhambat (tertunda) sehingga bumi benar-benar dingin menjelang shubuh. Namun pada saat langit sangat cerah tanpa awan, proses pelepasan energi akan berlangsung sangat cepat. Hal ini menyebabkan penurunan suhu yang drastis. Bahkan di lokasi tertentu dapat menimpulkan frost (embun api), yaitu suhu yang sangat rendah mampu membekukan (mengubah cairan menjadi es) cairan di dalam daun tanaman dan merusak dinding sel.Daun tanaman juga akan mudah layu. Suhu lingkungan seperti ini memang seperti di dalam ruangan ber-AC. Sebaiknya hindari begadang, naik gunung (akan terasa amat sangat dingin), minum es berlebihan, telat makan, dan kurang olah raga. Semoga tulisan ini berguna.... AA Kun

