Gratis Makanannya, Bayar Minumannya
-----------------------------------------------------

Coba bayangkan : Anda sedang bertamu. Kemudian tuan rumah berbaik hati 
menyuguhi Anda dengan kue donat yang dari tampilannya saja sudah membuat rasa 
tidak sabar menunggu dipersilakan menikmatinya. Akhirnya sebuah donat pun 
langsung membuat mak sek...., di tenggorokan hingga tembolok. 

Lalu Anda menunggu lima menit, lima belas menit, setengah jam, hingga sejam, 
ternyata setetes air pun tidak disuguhkan kepada Anda. Sementara air liur di 
tenggorokan dan tembolok sudah terserap habis oleh donat yang barusan lewat dan 
semakin membuat Anda sesak napas. Mau minta minum takut dikatakan tidak sopan. 

Cara terbaik untuk keluar dari situasi serba tidak enak ini adalah segera mohon 
diri, lalu mampir ke warung terdekat membeli minuman. Apapun makanannya, 
minumnya ya air...

*** 

Itulah yang terjadi dalam perjalanan udara dengan burung Singa dari Jakarta 
menuju Makasar pada suatu tengah malam. Kalau sebelumnya tak setetes air pun 
mengalir di pesawat, kini tetap juga tidak mengalir tapi diberi bonus ransum 
kue donat cap Dunkin’ Donuts dalam kantong kertas yang tampilan luarnya cukup 
menggairahkan. Sepotong donat gemuk yang di atasnya ditaburi gula pasir halus 
sungguh merangsang untuk segera dilahap.

Untung saya agak ngantuk, jadi ransum donat saya sisipkan dulu dikantong kursi. 
Sementara penumpang di sebelah saya yang nampaknya seorang dari Ambon langsung 
menyikatnya hingga habis. Sesaat kemudian, si Abang dari Ambon itu nampak 
tolah-toleh. Saya menduga pasti kehausan cari minum. Agak lama, barulah muncul 
mbak pramugari cantik di tengah malam di atas pesawat mendorong gerobak 
dagangannya menawarkan minuman. Kali ini tentu bukan pembagian gratis, 
melainkan siapa mau minum harus membelinya. Dan, laku keras.........

Sebuah trik bisnis. Ya, trik bisnis….. Dalih, alasan, atau malah mau ngeyel 
seperti apapun, pokoknya itu pasti trik bisnis (Cuma, gimana ya.... rasanya kok 
enggak seberapa cerdas, gitu…). Makanannya disediakan gratis, tapi minumannya 
harus mbayar. Si burung Singa boleh berkilah. Toh, maskapai sudah berbaik hati 
menyuguhkan makanan gratis kepada penumpangnya. Perkara penumpangnya lalu mau 
beli minuman apa tidak, ya terserah saja.... Maka, penumpang pun 
ter-fait-a-compli pada situasi tidak ada pilihan, di atas ketinggian lebih 10 
km.

Memang tidak ada yang salah dengan trik bisnis semacam ini. Dalam banyak kasus, 
banyak bentuk, banyak cara, banyak situasi, trik bisnis seperti ini banyak 
digunakan oleh para penjual atau pedagang dalam rangka meningkatkan omset 
penjualan dan keuntungannya. Sah-sah saja.

Gratiskan ikannya, kail dan umpannya mbayar. Gratiskan software-nya, jasa 
pelatihan dan purna jual-nya mbayar. Jual rugi mobilnya, suku cadang dan 
perawatannya jual mahal. All you can eat, karcis masuk untuk bisa eat-nya 
mahal. Gratis biaya perawatan setahun, gratis ikut seminar, gratis nambah nasi, 
tapi biaya awalnya dinaikkan. Sepertinya lumrah-lumrah saja.

Ada yang bisa dipelajari dan dihikmahi dari trik bisnis semacam ini, baik oleh 
penjual maupun pembeli. Agaknya, ajakan teliti sebelum menjual dan membeli, 
atau jeli sebelum bernegosiasi dan bertransaksi, masih layak dikiblati. Agar 
tidak merasa dikibuli di belakang hari, melainkan tahu dan paham dengan apa 
yang sedang terjadi. Dengan demikian, maka kaidah-kaidah jual-beli (oleh kedua 
belah pihak) tetap tidak menyalahi kaidah bisnis yang saling menguntungkan dan 
saling ikhlas dalam berserah-terima jasa maupun barang.

Jadi? Sebaiknya Anda waspada kalau sedang dalam perjalanan dengan pesawat 
tiba-tiba disuguhi makanan gratis. Sabar dulu untuk menikmatinya. Atau malah 
tanyakan dulu ada pembagian minumannya atau tidak, kecuali Anda siap untuk 
membeli atau setidak-tidaknya Anda telah siap lahir-batin untuk kehausan atau 
keseredan (apa bahasa Indonesianya, ya...).

Juga kalau kebetulan Anda sedang bertamu, lalu tidak biasanya suguhan kue 
keluar lebih dahulu. Segera aktifkan piranti deteksi dini dan lakukan quick 
assessment. Jika kesimpulannya menunjukkan bahwa tuan rumahnya adalah penganut 
fanatik aliran burung Singa, segera tanyakan warung terdekat, lalu Anda pamit 
sebentar untuk beli minuman...........

Yogyakarta, 30 Juli 2008 
Yusuf Iskandar     

http://yiskandar.wordpress.com
http://madurejo.wordpress.com



      

Kirim email ke