Dari milis tetangga

----- Forwarded Message ----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, 26 August, 2008 10:43:41 PM
Subject: [kampung-ugm] Fwd: [iagi-net-l] OOT : Mengapa Kambing Menyeberang 
Jalan ?


---------- Forwarded message ----------
From: Awang Satyana <awangsatyana@ yahoo.com>
Date: Mon, 25 Aug 2008 07:39:10 -0700 (PDT)
Subject: [iagi-net-l] OOT : Mengapa Kambing Menyeberang Jalan ?
To: IAGI <[EMAIL PROTECTED] or.id>, Geo Unpad <[EMAIL PROTECTED] ps.com>,
Forum HAGI <[EMAIL PROTECTED] id>, Eksplorasi BPMIGAS
<eksplorasi_bpmigas@ yahoogroups. com>

Berikut kutipan esai yang pernah ditulis oleh alm. Prof. Teuku Jacob,
yang semasa hidupnya adalah seorang ahli antropologi ragawi dari UGM
dan bersama alm.Prof. Sartono (ITB) pernah menjadi asisten dan
mendapatkan pendidikan langsung dari ahli paleontologi terkenal G.H.R.
von Koenigswald pada tahun 1960-an.

Esai ini menarik untuk dicermati juga jenaka membuat saya
manggut-manggut mengiyakan sambil tersenyum atau terkekeh sendiri.
Esai ini pernah dimuat di Harian "Kedaulatan Rakyat" Jakarta tahun
1998, saya mengutipnya dari buku berjudul "Tahun-Tahun yang Sulit :
Mai Mencintai Indonesia", kumpulan 80 esai Pak Jacob (Yayasa Obor
Indonesia, Jakarta 2001). Esai-esai ini dikumpulkan dan disunting oleh
Dr. Etty Indriati, murid sang profesor).

Kiranya Prof. Jacob tengah menyindir banyak ahli dan masyarakat kita,
mungkin, dengan esainya ini.

Mengapa Kambing Menyeberang Jalan ?

Informasi yang resmi atau desas-desus kerap diterima dengan berbagai
tafsiran oleh kalangan yang berbeda, meskipun informasinya sama dan
semuanya menganggap reaksi masing-masing objektif dan benar.

Di bawah ini kita coba lihat pelbagai reaksi dan respponsi kalangan
dengan latar belakang berbeda terhadap pertanyaan netral, "mengapa
kambing menyeberang jalan ?"

Ahli demografi : "Meningkatnya kepadatan populasi di satu sisi memicu
beberapa kambing secara selektif pindah ke sisi lain yang tekanan
demografinya lebih rendah."

Pakar migrasi : "Di seberang, rumput lebih hijau dan kambing ingin
mencoba nasibnya di sana."

Ahli evolusi : "Ia ingin pindah ke relung ekologis yang lain untuk
bertahan hidup."

Pakar mutasi : "Ia tidak menyeberang, tetapi melompat-lompat ke seberang jalan."

Ahli genetika : "Ia membuktikan bahwa makhluk hidup itu memang egois
yang berpuncak pada gennya."

Ahli meteorologi : "Ia pikir di seberang tidak hujan."

Ahli astrofisika : "Untuk menghindari dampak meteor."

Ahli vulkanologi : "Tanda-tanda gunungapi akan meletus."

Pengusaha hutan : "Ia melarikan diri dari kebakaran hutan."

Ahli matematika : "Ia ingin membentuk himpunan baru."

Ahli filsafat : "Ia tak puas lagi dengan dengan paradigma lama."

Penganut kepercayaan : "Ada kekuatan gaib yang menggerakkannya ke seberang."

Calon doktor : "Ia hendak membuktikan salah suatu hipotesis bahwa
kambing tidak berani menyeberang jalan."

Pejabat : "Harus diwaspadai, mungkin ia anti pembangunan. "

LSM : "Ia bermaksud mencari suaka karena tidak dapat membuktikan bahwa
bahwa ia bukan kmbing hitam."

Politikus : "Memang dasar kutu loncat."

Ideolog : "Terbukti bahwa kambing it liberal."

Pakar hak-hak asasi : "Di sebelah sini cukup makan, tetapi tidak bebas
mengembek, sedangkan di seberang sana bebas mengembek meski tak cukup
makan."

Ahli hukum : "Tidak ada rambu jalan yang melarangnya menyeberang. "

Pedagang kaki lima : "Ada bau kereta tukang sate yang mendekat."

Pembantai : "Kambing boleh menyeberang ke mana saja, tetapi hidupnya
akan berakhir di bawah doa dan parang saya."

Penimbun pangan : "Ia sangka rumput di sini akan segera habis."

Wartawan : "Kambing menyeberang jalan bukan berita, kecuali kalau ia
milik pejabat atau artis."

Ahli psikologi : "Karena terkejut oleh klakson mobil, ia jadi panik
dan salah ambil keputusan."

Ahli sejarah : "Sejak jalan ada, kambing sudah menyeberang jalan."

Kritikus sastra : "Ia agak jalang, dan ingin lari dari gerombolannya
yang terbuang."

Ahli statistik : "Seekor kambing dan sebuah jalan adalah indikator
yang terlalu kecil sehingga tak perlu didiskusikan. "

Ahli ekonomi : "Mengapa buang waktu dan energi memperbincangkan
kambing menyeberang jalan, yang penting berapa harga kambing sekarang
dalam dolar."

Kaum realis : "Kambing itu menyeberang karena ingin berada di sisi
yang lain, terlepas dari rumput di sana lebih hijau atau tidak."

Nah demikian sebagia kutipan esai tersebut. Tanpa kita
sadari,pandangan- pandangan kita banyak dipengaruhi dari apa-apa yang
kita kerjakan sehari-hari. You are what you work...

salam,
awang

-- 
http://tempe. wordpress. com/
Telling the truth is important
Telling the positive is better !!!
    

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke