Selamat Berpesta Ramadhan-ria
------------------------------------------

Email dan SMS berdatangan berduyun-duyun berebut menghampiri kita, di mailbox 
dan di ponsel kita. Nyaris tak terbendung banyaknya. Saking banyaknya terkadang 
tak sempat terbaca semua pesan yang disampaikan, kata demi kata, kalimat demi 
kalimat. 

Oleh karena itu, tidak perlu merasa bersalah kalau tidak sempat membaca 
semuanya, bahkan terkadang tak juga sempat membuka semuanya. Bukan karena si 
pengirim tidak bakal tahu, tapi rasanya akan dapat dimaklumi ketika puluhan 
bahkan ratusan SMS pathing pecothot di hape kita.

Berbagai kata, kalimat, gaya bahasa, ungkapan, parikan, plesetan, mewarnai 
unjuk rasa dan unjuk hati akan datangnya bulan suci Ramadhan 1428 H. Namun, 
apapun kata-katanya, tujuanya tetap satu, yaitu ungkapan kegembiraan menyambut 
Ramadhan dan ungkapan saling bermaafan yang tulus sebagai salah satu kunci 
pembuka pintu Ramadhan. Agar hati menjadi bersih, lega dan longgar guna 
menampung berjuta kebaikan yang dibawa dan akan ditebar oleh Ramadhan, bagi 
mereka yang memang berniat memperolehnya.

Ya, hanya mereka yang sungguh-sungguh berniat dan berharap. Rugi sekali mereka 
yang tidak berniat, sebab akhirnya menjadi tidak berusaha meraihnya. Rugi 
sekali mereka yang setengah hati menyambut kehadiran Ramadhan. Rugi sekali 
mereka yang enggan mengelu-elukan tebaran rahmat, berkah dan maghfirah yang 
sedang diangkut oleh Ramadhan dari atas langit paling atas untuk dibagi-bagikan 
kepada peminta dan pengharapnya. Karena itu, Ramadhan perlu disongsong dan 
disambut dengan sepenuh rasa suka-cita, kegembiraan dan semangat (jangan 
membuang waktu untuk mempertimbangkannya sekalipun dengan sangat dan 
sungguh-sungguh). 

Hanya dengan itu, maka bulan mega-bonus ini akan benar-benar menebarkan 
bonusnya. Lebih dari sekedar gebyar hadiahnya, melainkan Ramadhan tidak akan 
pilih-pilih siapa pemenangnya. Kalaupun empat milyar warga bumi menjadi 
pemenangnya, maka sebanyak itu pula hadiah akan ditebarkan.

Ramadhan adalah bulan mega-promo, lebih dari sekedar bulan penuh rahmat, berkah 
dan maghfirah, melainkan hadiah yang dijanjikan akan mencakup lebih dari segala 
macam rahmat, berkah dan ampunan. Jauh lebih besar, lebih luas dan lebih 
dahsyat dari itu.

Ramadhan adalah bulan penuh kedahsyatan bagi mereka yang tahu dan mau tahu. 
Ramadhan adalah bulan penuh pesta bagi mereka yang suka begadang dan dugem, 
hanya diperlukan sedikit ilmu dan usaha untuk memahaminya. Ramadhan adalah 
bulan penuh peluang bisnis. Bisnis dengan Tuhan yang margin keuntungannya tak 
terhingga, tak terukur dan tak terbandingkan. Maka, Ramadhan layak 
dielu-elukan. Ramadhan pantas disambut dengan gembira.

Mari kita rayakan pesta Ramadhan-ria. Sekarang juga. Ya, saat ini juga. Saat 
kita masih punya kesempatan untuk berpesta bersama Ramadhan. Mumpung pesta itu 
baru saja dimulai. Mumpung pesta itu baru akan berakhir sebulan kemudian. Sebab 
tak seorang jua mampu menggaransi kalau tahun depan kita masih punya kesempatan 
untuk kembali bisa hadir dalam pesta Ramadhan.

Mari kita tangkap peluang bisnis terdahsyat yang pernah dijanjikan oleh Tuhan. 
Yang profit-nya tak cukup ditebar dari seluas langit. Yang kebaikannya tak 
pandang bulu akan diberikan kepada siapa saja yang berniat tulus-ikhlas-khusyuk 
mengharapkannya. Sampai-sampai nabi Muhammad saw. memberi wanti-wanti, 
seandainya manusia ini tahu kedahsyatan Ramadhan, mereka pasti akan meminta 
agar sepanjang tahun dikoversi menjadi Ramadhan semua. Inilah sebuah pertanda 
bahwa pesta itu memang ada masa kadaluwarsanya dan pertanda agar jangan sampai 
kita gagal menangkap peluang bisnis yang luar biasa ini.

Semoga kita akan keluar dari pesta Ramadhan-ria ini, dan bergabung ke dalam 
kelompok orang-orang yang kembali kepada kesucian dan orang-orang yang meraih 
kemenangan. Dan, kita adalah pemenangnya.

NB :
Kepada rekan-rekan muslim : Selamat berpesta Ramadhan-ria.

Yogyakarta, 30 Agustus 2008 (malam 1 Ramadhan 1429H)
Yusuf Iskandar

http://yiskandar.wordpress.com
http://madurejo.wordpress.com



      

Kirim email ke