---------- Forwarded message ----------
From: riesni_f <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/8/30
Subject: [iaas_bgr] Fwd: Fw: [geis-jk3] dari andy f noya: mengapa saya
mundur dari metro tv?
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]


  --- In [EMAIL PROTECTED] <Himiteka_ipb%40yahoogroups.com>,
deena augusteen <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

I have never thought he would do that........
padahal Kick ANdy ok banget.....

----- Forwarded Message ----
From: hendry <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; Roida - SBA Trans <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED];
Anita Christine H. <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Bg Apul <[EMAIL PROTECTED]>; andy nainggolan
<[EMAIL PROTECTED]>; ucok <[EMAIL PROTECTED]>; Ruth Noviyanti
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED] <geis-jk3%40yahoogroups.com>
Sent: Thursday, 28 August, 2008 9:01:58 AM
Subject: [geis-jk3] dari andy f noya: mengapa saya mundur dari metro tv?

ada beberapa nilai yg bagus utk kita simak....dari
tulisan dibawah....

________________________________
From: everyone-limited@ gastech-eng. com
[mailto:everyone- [EMAIL PROTECTED] eng.com] On Behalf Of Henry
Prakoso
Sent: Thursday, August 28, 2008 8:53 AM
To: hendry
chandra
Subject: [everyone-limited] [upnvy] dari andy f noya: mengapa
saya mundur dari metro tv?

________________________________

From:Deka
Hendratmanto [mailto:cindelaras_ [EMAIL PROTECTED] com]
Sent: Thursday, August 28, 2008 8:25
AM
To: alumni_hi_upnvy@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] .com;
[EMAIL PROTECTED] com
Subject: [upnvy] dari andy f noya: mengapa saya mundur dari metro
tv?

LENTERA JIWA
By Andy F Noya
Banyak yang bertanya
mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV.
Memang sulit
bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya
keluar bukan
karena ¡pecah kongs dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah
atau bukan
dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi
yang
tinggi, dengan power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun
televisi
berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan
karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya
tamat STM.
Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih
memilih untuk
melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus
menanggung
sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan
untuk
mengundurkan diri dari Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali,
penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan
ratusan hadirin
mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat
ikan di dalam
kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan.
Ikan tersebut
terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.

Saya tidak tahu apakah
pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang
sudah ingin
mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya
ketika saya membaca sebuah buku
kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini
bercerita
tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat
dengan keju.
Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat
mereka
tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan
kesadarannya agar
jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat
lain.
Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun
persediaan keju
tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci
pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari
keju di
tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya
dipindahkan oleh
seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu
tidak perlu
mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan
menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan
kembali.
Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati
kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan
labirin lain
yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat
lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita
merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna
menghadapi
perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau
berubah, dan
merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas
waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa
yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang
mendorong saya
untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini
membuat saya
sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudah tersedia di depan
mata. Saya
juga ingin mengikuti lentera jiwa saya. Memilih arah sesuai panggilan
hati. Saya
ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera
Hati yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair
dan pesan
yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati
saya,
sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak
orang. Dalam
perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa
tidak bahagia
dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah
menduduki
posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak
bahagia dengan
pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia
merasa
lentera jiwanya ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk
melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika
kehidupan
ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa
hidupnya dalam
dilema itu. Dia tidak bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di
kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy
dengan
jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum
tahu ingin
menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan
ternyata
putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang
paling banyak
mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka
tidak bahagia
-- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa
(tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat
orang-orang
yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara
Patirajawane,
anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik
mengambil
keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak
memasak. Dia
memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan
menghantarkannya
sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini
memiliki
restoran sendiri. Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan
saat ini,
ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang
ayah sebagai
dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan
hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya
mendapat
beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi.
Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka
mengikuti jejak
sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan
meninggalkan
posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa
perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal
di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai
public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari
dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi
banyak yang
tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka
yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat
mereka
begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya,
bekerja itu
seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon
Koeswoyo, salah
satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling
Stone.
Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis.
Tak heran
jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan
sepuluh
lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua karena saya mencintai
pekerjaan
saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya,
katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah
mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab
mereka sudah
menemukan lentera jiwa mereka.
***
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Easily
edit your photos like a pro with Photo Gallery.
http://get.live. com/photogallery /overview

[Non-text
portions of this message have been removed]

__________ NOD32 3390 (20080826)
Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus
system.
http://www.eset. com
PT. Gastech Engineering
Certificate No: IA 3858
Operate a Quality Management System that Complies with The
Requirements of BS-EN-ISO 9001:2000
Provision of Engineering Consultant Services for Oil Gas
============ ========= ========= ========= ========= ========= ====
Message has been scanned by GASTECH ENGINEERING System
This email and any files transmitted with it are confidential and
intended solely for the use of
the individual or entity to whom they are addressed. If you have
received this email in error
please notify the system manager. Please note that any views or
opinions presented in this
email are solely those of the author and do not necessarily represent
those of the company.
Finally, the recipient should check this email and any attachments for
the presence of viruses.
The company accepts no liability for any damage caused by any virus
transmitted by this email.
============ ========= ========= ========= ========= ========= ====


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

--- End forwarded message ---

 

Kirim email ke