nggak udha minder mas. saya juga masih di Jakarta, masih bergaji rupiah itu gaji dollar kan teman saya, dan cuma menyampainkan informasi dan fakta bahwa diluar sana banyak sekali kesempatan yan bisa diraih jika kita mau dan diberikan jalan oleh Allah di Kendal pun bisa bergaji dollar kok, misal menjadi usahawan Agrobisnis seperti mas Agus kalo sampe produknya laku di ekspor kan bisa bergaji dollar. atau bikin bioethanol siapa tau ada permintaaan dari luar, lagi2 akan bergaji dollar
saya juga ga tau bioetanhol, makanya ga reply apa-apa soal itu karena emang ga punya ilmunya :) tapi ga bikin saya minder tapi malah terpacu untuk terus mencari informasi sebanyak mungkin. sapa tau kapan-kapan saya bisa ikutan ngobrol soal itu menurut saya setiap orang berhak berpendapat kok. mau nulis apa saja boleh. asal tidak menyinggung SARA dan pornografi. dan tentunya tidak harus menulis mengenai Kendal saja kan? Eko 2008/9/10 Rahmat Sekopek <[EMAIL PROTECTED]> > Bp Moderator yth. > > berkenaan dengan beberapa postingan soal gaji menggaji, yg akhirnya > (setelah saya baca berakali2) kok malah mengarah ke adu pamer, ada yg > gajinya USD 5000 lah, ada yg USD 15000 lah, ada yg bw jurusan telko STT lah, > ada yg geodesi UGM lah, dll. > > mohon bp moderator menegur para warga, mbok ya o kita jangan ngomongin gaji > yg segitu 'gedee' nya, > yg bagi kita2 khususnya saya merasa ora nggaduk, utk memikirkannya apalagi > mendapatkannya. > Alangkah mindernya bagi saya utk ikut nimbrung ngomongin soal itu. > > Mendingan postingan itu soal pembangunan kendal, usaha yg bisa > mensejahterakan warga, acara kumpul2, atau diary note modelnya Mas Kun, dll. > > Mohon tanggapan Bp Moderator > > > Thx > > >

