kami informasikan bio etanol mulai disosialisasikan di kendal SUARA MERDEKA sabtu 13 Sept 2008 halaman F judul " Efisien , 150 mililiter Etanol bisa untuk memasak 3 jam " dengan mengundang Direktur Sanmita Siswono Yudohusodo disela sela sosialisasi kompor bio etanol selasa petang 9 sept 2008 berlokasi di Tirto Arum Kendal dan di hadiri oleh Wabup Dra Situ Nurmarkesi , pimpinan perangkat desa, camat dan anggota DPR Kendal , pihak Sanmitra mengenalkan paket 11 ltr bioetanol dan kompor yg di patok harga 65.000 dengan kapasitas 150 ml ltr mangkuk wadah cairan etanol pada kompor kompor tdk menggunakan sumbu dgn api biru yg sdh banyak di gunakan di Sukabumi Jabar Kata Wagub akan berencana merealisasikan desa desa mandiri energi di Kendal dgn menggunakan energi alternatif bio etanol dan membudidayakn bahan baku singgkong semoga saja energi alternatif bio etanol ini dpt segera terealisasi di kendal dan Bahan baku singkong sdh bisa di berdayakan sendiri di Kendal yg selama ini lebih banyak dijual ke Pati Jadi tambah semangat ... :-) untuk segera merealisasikan bio etanol di kaliwungu .... scala kecil percobaan di rumah sudah berhasil saya realialisasikan tinggal memperbesar kapasitas saja shg dpt menjadi pilot project / percontohan untuk membuat bio etanol scala UKM , insya Allah stl lebaran akan segera kami realisasikan dengan mengikutu pelatihan bekerja sama dgn rekan rekan saya yg sdh berhasil membuat prototipe bio etanolnya utk scala UKM dgn kapasitas 100 lt per hari dgn bahan baku singkong dan akan segera membentuk assoiasi bio etanol di Tulung agung -Jawa Timur. mohon dukungan nya semoga proyek bio etanolnya sukses dan segera terlaksana salam agusmst Agrobis-Xwungu-Kendal
ery wijaya wrote: > Jakarta -detiknews > > BNP2TKI akan memberi pinjaman modal usaha bagi eks TKI yang kembali > lagi ke kampung halaman. Hal ini untuk membantu mereka yang kembali > tanpa modal sampai di kampung halaman. > > "Kita jembatani dengan lembaga keuangan untuk meminjamkan uang kepada > eks TKI. Setelah tidak bekerja mereka bisa usaha," ujar Kepala BNP2TKI > Moh Jumhur Hidayat di acara safari Ramadan di Tegal, Jawa Tengah, > Sabtu (13/9/2008). > > Namun, menurut Jumhur hal ini tidak bisa dipaksakan. Tidak semua TKI > mau melakukan ini. > > "Sudah ada beberapa yang mencoba, hasilnya lumayan. Ada yang membuka > warung, bengkel dan kerajinan. Hampir di seluruh Indonesia TKI > melakukan usaha," jelasnya. > > Jumhur mengakui, walaupun sudah berjalan beberapa tahun yang lalu dan > diseluruh Indonesia, usaha ini memang belum berjalan secara maksimal. > > "Memang belum berjalan secara intensif, tetapi perlahan eks TKI sudah > mencoba untuk usaha. Karena itu kita juga masih konsen dengan > perlindungan terhadap TKI," pungkasnya > Best Regard, > > > Ery Wijaya > http://erywijaya.wordpress.com/ <http://erywijaya.wordpress.com/> > > <http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id> > <http://kamase.org> > > >

