---------- Forwarded message ----------
From: Achan <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/9/19
Subject: [Motivasi Islami] FW : OOT - BOCAH MISTERIUS
To: [EMAIL PROTECTED]


Bocah itu menjadi pembicaraan di kampung Ketapang.



Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.



Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan
bahkan

orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.



Yah,bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan ke sana
kemari

sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak cokelat menyala.



Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air
dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.



Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya
bukan pada bulan puasa!



Tapi ini justru terjadi di tengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak
orang sedang

menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda
orang

yang melihatnya.



Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama
tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik
dari biasanya.



Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka
tidak

berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan
bagaimana

dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.



Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan
sekaligus

keheranan.



Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan
kilatan yang

menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.







*

* * * *







Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang
kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul
secara misterius.



Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari
kemarin dan

akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!



Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari
dengan

menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan

ludah, tanda ingin meminum es itu juga.



Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu
malah mendelik

hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar.



"Bismillah.. ." ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia
kuatkan

mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan
korek

keterangan apa maksud semua ini.



Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia juga akan cari keterangan,

siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.



Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan
Luqman.

Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan

membawanya ke rumah.



Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang
yang

melihatnya.



"Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging
ini?

Bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah

Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya.



Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.



"Maaf ya, itu karena kamu melakukannya di bulan puasa," jawab Luqman dengan

halus,"apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu

bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan

tingkahmu itu..."



Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan unek-uneknya, mengomeli anak itu.



Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman
lebih

tajam lagi.



"Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang
lebih

sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan

kemewahan ketika kami hidup di bawah garis kemiskinan pada sebelas bulan di

luar bulan puasa?



Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan
menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?



Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang
menangis?



Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang,
sementara

kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput

ajal..?!



Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian
untuk menahan

lapar dan haus?



Ketika beduk magrib bertalu, ketika azan magrib terdengar, kalian kembali
pada

kerakusan kalian...!?"



Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk
menyela.



Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan
terdengar

"sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.



"Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa
meski bukan

waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan.

Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.



Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang

menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu
kalian

sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fitri?



Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan
yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian
menyebutnya dengan istilah

menyambut Ramadhan dan 'Idul Fitri?



Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan
pada bulan

Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.



Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua
belas bulan

tanpa terkecuali termasuk di bulan Ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan

adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...!



Tuan..,sadarkah Tuan akan ketidakabadian harta?



Lalu kenapa kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?



Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan
tertawa

sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?



Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya
pada

penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya

azab Tuhan yang akan menimpa?



Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan...,
jangan merasa

perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan 'tuk setahun,

jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi
kelak...."







*

* * * *





Wuahh..., entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi
kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa
dihentikan.



Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!



Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah
sembarangan.



Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja
meninggalkan

Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.



Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi.



Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan
raya

kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa
dilihatnya,

tapi ia tidak menemukan bocah itu.



Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan,
tapi

semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran di

depan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!



Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!



Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia
ambil sajadah,

sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irasional, tidak masuk akal, tapi
ia

mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang

dikatakan bocah misterius tadi.



Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan
orang

yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang

kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.



Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang
sedang

berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali

menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan

mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.



Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus
menjejali

tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan
lapar.



Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang
luar biasa.

Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.



Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau
tidak, ia akan

mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan

hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada

sebanyak-banyaknya orang.



Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki

bercahayanya hati.



Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak
pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat
pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya.



Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk
hidungnya ketika ia salah.



Selamat

menjalankan ibadah puasa.....




[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Tolong Diforward

Jika apa yang Motivasi Islami sampaikan
kepada Anda membawa manfaat, silahkan
forward email ini kepada teman Anda yang
sekiranya akan mendapatkan manfaat dari
email ini.


==========================================
Produk dan Jasa Motivasi Islami
Membantu Anda Meraih Sukses dengan Indah
==========================================

Paket eBook Spesial Motivasi Islami
http://www.motivasi-islami.com/go/

Meraih Karir Idaman
http://www.motivasi-islami.com/job/

Kursus Kreativitas Jarak Jauh
http://kreativitas.motivasi-islami.com

==========================================

Produk-produk inilah yang membuat
Motivasi Islami tetap eksis di hadapan
Anda.

==========================================

Anda juga bisa menjadi sponsor Motivasi
Islami dengan memasang iklan di situs
Motivasi Islami.
http://www.motivasi-islami.com/info-iklan/
(Mulai dari Rp 20.000 per bulan)

==========================================

Mailing List ini diasuk oleh

Rahmat
Owner http://www.motivasi-islami.com
http://www.rahmatst.info
Yahoo! Groups Links



Kirim email ke