samsul ulum
Tropical Forest Trust
wildlife specialist
kaliwungu city, kendal, central java
phone : 08128816933 or 085216274642
--- On Sun, 10/26/08, linda pluto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: linda pluto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [rimpala_fahutan_ipb] 9 kiat hindari perceraian
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], "afif wijaya" <[EMAIL PROTECTED]>, "aji sugi" <[EMAIL
PROTECTED]>, "ANGGA NF" <[EMAIL PROTECTED]>, "arham" <[EMAIL PROTECTED]>,
"arina zakiya" <[EMAIL PROTECTED]>, "beq" <[EMAIL PROTECTED]>, "Chandra_Yahoo"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Ciska Faktoria" <[EMAIL PROTECTED]>, "Citraningtyas
Kusumawardani" <[EMAIL PROTECTED]>, "Desy Novianti" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hanny
Wulandary" <[EMAIL PROTECTED]>, "hardian mulyana" <[EMAIL PROTECTED]>, "ii
MIT51" <[EMAIL PROTECTED]>, "Inggar Kusumaningrum"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Iwan Fajar Pahlawan" <[EMAIL PROTECTED]>, "lina jayus"
<[EMAIL PROTECTED]>, "mardiyani dewi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Mujib Kurniawan"
<[EMAIL PROTECTED]>, "NUR DEDE" <[EMAIL PROTECTED]>, "Okto Aji" <[EMAIL
PROTECTED]>, "pasupati wiprada" <[EMAIL PROTECTED]>, "Rawenda" <[EMAIL
PROTECTED]>, "Suhardi" <[EMAIL PROTECTED]>, "ulil rpi" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, October 26, 2008, 4:16 AM
9 Kiat Hindari Perceraian
Hidup berumah tangga hingga akhir hayat, bahagia dan memiliki keturunan
merupakan dambaan setiap pasangan yang menikah. Tidak ada pasangan yang
menginginkan perceraian dalam rumah tangga mereka.
Sudah
menjadi berita yang biasa di era sekarang ini jika satu pasangan yang
baru menikah beberapa bulan, kemudian terdengar kabar tentang
perceraian
mereka. Bisa saja keputusan mereka untuk menikah hanya sebatas agar
Anda
dianggap mampu berumah tangga dan memiliki pasangan. Bukan karena
didasari
rasa cinta yang mendalam dan keinginan untuk hidup selamanya bersama
pasangan
Anda. Keinginan “semu” ini yang justru berakibat fatal jika tidak
segera
Anda sadari dan Anda perbaiki sejak awal.
Angka perceraian
di Indonesia sekarang ini mungkin tidak setinggi di Amerika Serikat
(66,6%
perkawinan berakhir dengan perceraian) ataupun di Inggris (50%). Namun
perlu Anda ketahui bahwa di Indonesia pun banyak perkawinan berakhir
dengan
perceraian, apalagi kalau melihat berita-berita tentang perceraian
selebritis
Indonesia akhir-akhir ini.
Perceraian seringkali menyakitkan bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk
di dalamnya adalah anak-anak. Perceraian juga dapat menimbulkan stres
dan trauma untuk memulai hubungan baru dengan lawan jenis. Berikut ini
beberapa kiat yang diharapkan dapat membantu pasangan menikah untuk
mempertahankan
selama mungkin usia pernikahan mereka:
1. Komunikasi Dua Arah
Biasakan Anda dan pasangan berkomunikasi, baik ketika berada di rumah
maupun ketika sedang berjauhan. Jika ada masalah, sebaiknya dibicarakan
ketika Anda atau pasangan sedang santai. Ketidakharmonisan rumah tangga
biasanya berawal dari tidak adanya komunikasi dua arah antara suami dan
istri. Masing-masing saling menyimpan masalah sehingga mereka seolah
berjalan
sendiri-sendiri meski berada dalam satu atap.
2.
Keterbukaan Masalah Seks
Masalah seks ternyata juga menjadi penyebab perceraian. Mungkin orang
sering lupa bahwa fungsi hubungan seksual selain prokreasi yakni untuk
mendapatkan keturunan, juga untuk rekreasi atau kesenangan, dan
ekspresi
cinta. Padahal banyak pasangan mengakui, melakukan hubungan seksual
dapat
menghilangkan ketegangan setelah seharian bekerja. Bahkan, agar tidak
terjadi kebosanan, tak ada salahnya melakukan hubungan seks selain di
tempat tidur. Anda bisa melakukannya di dapur, ruang tamu, bahkan di
garasi.
Namun perlul diingat, apa yang Anda inginkan dalam berhubungan seks
harus
dikomunikasikan dengan pasangan Anda. Demikian pula sebaliknya.
3. Menerima Apa Adanya
Ketika seorang pria dan wanita sudah sekamar dan sedapur, masing-masing
akan tampak sifat aslinya. Rayuan gombal tidak muncul lagi seperti saat
pacaran. Yang ada hanyalah dua orang yang harus saling menyesuaikan
diri.
Di sinilah kehidupan perkawinan yang sesungguhnya. Anda dan pasangan
belajar
mengenali perbedaan masing-masing. Beberapa hal yang umumnya menjadi
batu
sandungan dalam hubungan suami istri, adalah perbedaan persepsi,
wawasan,
dan nilai. Termasuk di dalamnya perbedaan agama, latar belakang budaya,
dan kepribadian. Namun, perbedaan itu sebenarnya bisa diatasi kalau
saja
mau saling berusaha memahami dan berintrospeksi diri. Kebanyakan
pasutri
yang berhasil menciptakan keharmonisan hingga masa tua adalah mereka
yang
berhasil membangun kebersamaan. Kebersamaan baru tercipta bila pasangan
berhasil menumbuhkan semangat berkorban, tidak egoistis, dan memiliki
rasa saling pengertian.
4. Jangan Biasakan Berbohong
Pernahkan pasangan Anda bertanya secara detail jika Anda masih sibuk
meeting
hingga malam dengan klien bisnisnya yang ternyata cantik atau ganteng,
pintar dan berpenampilan menarik? Nah, biasanya, agar pasangan Anda
tidak
terlalu banyak bertanya dan Anda enggan jika nantinya akan muncul
pertengkaran,
Anda malah berbohong. Anda justru mengatakan hal yang berbeda dengan
alasan
untuk kebaikan. Perlu Anda ketahui bahwa hal ini termasuk dalam
kebohongan
yang bisa jadi akan berlanjut hingga Anda dan pasangan akan hidup
berumah
tangga dalam kebohongan. Agar semua itu tidak terjadi, utarakan dengan
sikap tenang bahwa apa yang Anda lakukan adalah hanya urusan pekerjaan.
5. Jangan Cemburu Berlebihan
Banyak yang mengatakan bahwa cemburu adalah bumbu dalam hubungan rumah
tangga. Oke, itu sah-sah saja! Tapi bukan berarti Anda atau pasangan
bisa
cemburu buta. Bukan barang baru bahwa banyak perselisihan terjadi
gara-gara
rasa cemburu, yang lebih sering berakar dari salah tafsir dan kurangnya
keterbukaan. Misalnya saja, pada suatu ketika karena tuntutan
pekerjaan,
suami harus mengajak sekretarisnya keluar kota. Sang istri yang hanya
mendengar cerita setengah-setengah dari orang lain, bisa dengan gampang
menuduh suaminya berselingkuh. Padahal kalau saja istri mau bertanya
dan
suami mau terbuka, atau sebelumnya memperkenalkan sekretarisnya pada
sang
istri, masalahnya bisa jadi lain.
6.
Hindari Selingkuh
Perselingkuhan umumnya terjadi karena masing-masing tidak mau saling
terbuka
atau mendengarkan apa yang dikeluhkan pasangannya. Contohnya, sang
suami
merasa jengkel karena setiap kali pulang, istrinya tidak di rumah. Tapi
keluhan itu tidak disampaikan, atau sudah diutarakan namun tidak
didengarkan,
atau istri tidak mau mengubah kebiasaannya. Perselingkuhan juga bisa
terjadi
karena pasangan kesepian, jarang merasakan kepuasan seksual atau godaan
dari luar seperti tempat hiburan bernuansa erotis, wanita perayu dan
lain-lain.
Untuk menyelesaikan percekcokan ataupun perselingkuhan, yang harus
dilakukan
pertama adalah mencari akar permasalahnnya, kemudian diusahakan untuk
dihindari atau disingkirkan. 7. Cari Orang Ketiga Sebagai Penengah
Jika ternyata timbul permasalahan dan percekcokan antara Anda dan
pasangan,
carilah orang ketiga sebagai penengah. Orang tersebut bisa pemuka agama
seperti Kyai atau pendeta, serta tokoh masyarakat yang memiliki wawasan
yang luas dan bijak dan psikolog. Cari ini lebih baik ketimbang Anda
berkeluh
kesah dengan tetangga, saudara atau teman kantor Anda.
8. Tetaplah Mesra
Agar hubungan Anda dan pasangan tetap mesra, buanglah pula jauh-jauh
persepsi
bahwa kemesraan hanya pantas dilakukan selagi masih berpacaran. Pada
dasarnya,
kemesraan itu hak setiap nsane, tanpa pandang usia maupun status.
9. Pasrahkan Kepada Yang Di Atas
Terkadang, emosi muncul secara berlebihan ketika permasalahan Anda dan
pasangan menguak ke permukaan. Berdoa dan pasrahkan diri Kepada Yang
Maha
Pencipta merupakan cara jitu agar emosi bisa diredamkan dan
permasalahan
bisa segera diselesaikan secara baik-baik. (Ratri Suyani)