samsul ulum Tropical Forest Trust
wildlife specialist kaliwungu city, kendal, central java www.tropicalforesttrust.com --- On Wed, 12/3/08, samsul <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: samsul <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Harapan Terakhir agar Kenaikan Suhu Bumi di Bawah 2°C - [Scanned] To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Cc: "ninus adek desi" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED] Date: Wednesday, December 3, 2008, 7:55 PM ----- Original Message ----- From: aan_mm To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, December 03, 2008 10:59 PM Subject: [wargahijau] Harapan Terakhir agar Kenaikan Suhu Bumi di Bawah 2°C - [Scanned] Harapan Terakhir agar Kenaikan Suhu Bumi di Bawah 2°C Oleh : Wahyu Ari Wicaksono 02-Des-2008, 15:49:33 WIB - [www.kabarindonesia .com] KabarIndonesia - Jenewa, Analisis WWF terkini tentang iklim mengingatkan bahwa kehidupan manusia di muka bumi ini berada di titik kritis untuk menjaga pemanasan global di bawah suhu ambang bahaya 2° C. Organisasi konservasi dunia tersebut menghimbau para pemerintah yang hadir pada konferensi perubahan iklim PBB di Poznan tanggal 1- 12 Desember agar menghasilkan rancangan pertama kesepakatan tentang iklim yang kokoh dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2009. "Penelitian terakhir menegaskan bahwa saat ini kita tengah menyaksikan dampak buruk pemanasan yang selama beberapa dekade tidak pernah kita perkirakan akan terjadi sekarang" ungkap Kim Carstensen, WWF Global Climate Initiative leader. "Mencairnya es di Antartika dan Greenland bisa mendorong terjadinya dampak iklim yang lebih buruk yakni laju pemanasan lebih cepat dan kuat dari prakiraan. Politikus yang bertanggung jawab tidak boleh membuang waktu lebih lama menghadapi tanda alam yang nyata ini." Menurut WWF, bahkan pemanasan global kurang dari 2°C dapat memicu hilangnya lautan es kutub utara dan pencairan lapisan es di Greenland. Efek timbal balik kekuatan yang tak terduga ini adalah penyebab terlampauinya titik-titik kritis tersebut. Hal ini akan menyebabkan peningkatan permukaan laut beberapa meter secara global yang akan mengancam puluhan juta manusia di dunia. "Bumi saat ini menghadapi perubahan kualitas dimana kita semakin sulit beradaptasi dan mustahil membalikkannya dalam waktu dekat," ungkap Carstensen. "Di Poznan, para pemerintah harus sepakat untuk menghentikan ini dan mengurangi emisi dunia sebelum 2020 guna memberikan harapan baik kepada masyarakat bahwa pemanasan global masih dapat dijaga di dalam batas menghindari dampak terburuk. Sebagai tambahan diskusi yang membangun di Poznan itu, kita perlu mencari langkah-langkah segera untuk bertindak." Kapasitas penyimpanan CO2 di lautan dan daratan penyerapan alami bumi telah turun sekitar lima persen selama lebih dari 50 tahun belakangan ini. Pada saat yang bersamaan, emisi CO2 manusia yang berasal dari bahan bakar fosil terus meningkat empat kali lipat lebih cepat di dekade ini daripada dekade sebelumnya. WWF mendesak para pemerintah tersebut memanfaatkan konferensi Poznan sebagai titik balik untuk menghindari arah kehancuran yang sedang dituju oleh dunia saat ini. "Kita sedang pada titik dimana sistem iklim bergerak tanpa kendali," kata Carstensen. "Hanya satu tahun lagi tersisa bagi kita untuk menyepakati perjanjian baru dunia yang akan melindungi iklim, namun konferensi PBB tahun depan di Kopenhagen hanya berhasil jika pertemuan di Poznan tahun ini dapat menghasilkan naskah awal kesepakatan baru yang kokoh." Harapan yang sama terhadap Pemerintah Indonesia juga diungkapkan oleh Fitrian Ardiansyah, Direktur Program Iklim dan Energi, WWF- Indonesia. Kata Beliau, "Indonesia perlu memastikan bahwa hasil COP 13 di Bali perlu diperkuat pada COP 14 di Poznan sehingga nantinya dapat tercapai kesepakatan pada COP 15 di Kopenhagen. Pengurangan emisi besar-besaran terutama dari negara maju menjadi suatu hal penting. Dari dalam negeri, posisi dan negosiasi untuk adaptasi (menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim) dan REDD (pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan) harus mendapat porsi utama. Konferensi Kopenhagen tidak akan berhasil tanpa keberhasilan di Poznan dan Bali. Karenanya, kepemimpinan Indonesia kini tengah diuji untuk memastikan capaian positif di perundingan kali ini.'' Blog: http://www.pewarta- kabarindonesia. blogspot. com/ Alamat ratron (surat elektronik): [EMAIL PROTECTED] sia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindones ia.com/ #yiv347484568 #ygrp-mkp { BORDER-RIGHT:#d8d8d8 1px solid;PADDING-RIGHT:14px;BORDER-TOP:#d8d8d8 1px solid;PADDING-LEFT:14px;PADDING-BOTTOM:0px;MARGIN:14px 0px;BORDER-LEFT:#d8d8d8 1px solid;PADDING-TOP:0px;BORDER-BOTTOM:#d8d8d8 1px solid;FONT-FAMILY:Arial;} #yiv347484568 #ygrp-mkp HR { BORDER-RIGHT:#d8d8d8 1px solid;BORDER-TOP:#d8d8d8 1px solid;BORDER-LEFT:#d8d8d8 1px solid;BORDER-BOTTOM:#d8d8d8 1px solid;} #yiv347484568 #ygrp-mkp #hd { FONT-WEIGHT:bold;FONT-SIZE:85%;MARGIN:10px 0px;COLOR:#628c2a;LINE-HEIGHT:122%;} #yiv347484568 #ygrp-mkp #ads { MARGIN-BOTTOM:10px;} #yiv347484568 #ygrp-mkp .ad { PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:0px;PADDING-BOTTOM:0px;PADDING-TOP:0px;} #yiv347484568 #ygrp-mkp .ad A { COLOR:#0000ff;TEXT-DECORATION:none;}

