http://www.kendalonline.net/index.php/2008/12/15/15-jam-sukorejo-plantungan-lumpuh/
Berita ini diambil dari Harian Suara Merdeka 16 Desember 2008
KENDAL- Jalur Sukorejo - Plantungan, Kendal, Senin (15/12) pagi lumpuh selama
lebih kurang 1,5 jam akibat tanah longsor di Dusun Donomerto, Desa
Ngadiwarno, Sukorejo.
Material longsoran dan beberapa pohon menutup jalan akibat tebing setinggi 10
meter di sebelah selatan jalan longsor sepanjang lebih kurang 20 meter. ’’
Sekitar 250 meter kubik material longsoran menutupi jalan. Titik jalan selebar
lima meter dan panjang sekitar 10 meter tertutup timbunan tanah,’’ kata
seorang pegawai Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkab Kendal yang enggan
disebutkan namanya di lokasi, kemarin.
Sejumlah warga menuturkan, bencana longsor terjadi Senin (15/12) sekitar pukul
05.00. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena jalan masih sepi serta
hujan cukup lebat sedang mengguyur. Material dari tebing menutup jalan yang
menikung dan menurun cukup tajam, sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan
bermotor.
Lokasi berjarak sekitar 500 meter dari perkampungan terdekat. ’’Saat mengetahui
tebing longsor dan menutup jalan, puluhan warga bergotong-royong membersihkan
tanah dan pohon dari jalan itu. Sekitar pukul 06.30 separo jalan sudah bisa
difungsikan dan dilintasi mobil dari satu arah,’’ kata Siswanto (24), warga RT
15 RW 3 Desa Ngadiwarno sembari mengatur arus lalu lintas di lokasi.
Tanah Labil
Upaya pembersihan material juga melibatkan aparat TNI/Polri dan petugas dari
Bina Marga dan Pengairan Kendal. Kerja bakti membersihkan material di jalan
yang menjadi tanggung jawab Pemprov Jateng tersebut menggunakan peralatan
seadanya, seperti cangkul, skop, dan gergaji tangan.
Hingga pukul 11.00 kemarin, kerja bakti warga masih berlangsung. Kendati
demikian, jalan sudah bisa dilintasi kendaraan roda empat secara bergantian.
Hujan deras yang mengguyur di sekitar lokasi ikut memperlambat aktivitas
tersebut. Limpahan air dari parit yang tertutup timbunan tanah, meluber ke
jalan bersama kikisan tanah merah.
Kondisi ini menyebabkan jalan menjadi licin. Longsoran susulan dikhawatirkan
akan terjadi, lantaran tanah pada tebing menjadi labil saat diguyur hujan.
(G15-18)
Asrofi