Asslammulaikum, Mas IMRON.
Terima kasih Mas Imron, saya memang kelahiran dari desa Soekodono thn 1949.
Rumah yg saya tempati adalah pas dekat pasar, di samping rumah'nya BudeTUFAKAH
yyang punya toko, juga di depannya PakDe Mochamad,dibelakang rumah saya ada 
sekolahan,SEKOLAH RAKYAT hingga kelas 4, trus kalao mau ke klas 6 harus pindah 
ke 
Singopadu, dan saya berhenti sekolah hingga klas 6 SR,ITUPUN tidak ikut ujian 
ke Kota Kendal, yg jarak nya sekitar 4km dari rumah saya. saya tamat SR pd 
tahun 1963,ketika sedang asyik2nya rebutan irian barat dan konfrontasi 
Malaysia,trus Kalimantan Utara, dan ketika zaman itu lah Ibu saya meninggal di 
Semarang karena sakit daN DI MAKAMKAN DI  mbergota blakang Rs.Dr.Karyadi
--{Dan juga sempat ikutan PakDe saya yg jadi tentara di Solo<asrama Manahan>, 
dan sekolah di sana di SR.Desa Sumber. ketika itu saya ndak krasan di Solo, dan 
minta pulang ke Sukodono-Kendal, dan diterima lagi di klas dan duduk di klas 
5,hingga klas 6 dan yaitu tadi pada thun 1963.}
-thn 1964-1965, saya pernah ikut orang di Ds.Pegandon <malahan saya tahu 
peristiwa G30S/pki di Ds.Pegandon,dan ada bakar bakaran di depan pasar 
Pegandon> jadi buruh nyangkul dan cari rumput utk makanan ternak.
-Ohh ya hampir lali, saya punya teman juga namanya "IMRON" anaknya Pak Lurah 
TROMPO,dia punya kakak namanya MOCTAROM....,rumah nya depan reyeng atau irigasi
juga dekat mesjid.
--Bapak dan ibu GURU saya ketika duduk di SR, :  Pak KASBOEN,<ka.SEKOLAH> 
kemudian Ibu F. MARYAM, bU KOESTANTINAH,Bu SOEPRAPTI, 
Bpk.Sudarjo,Bpk.ABDULSALAM,Bpk.ABD.RASYID,Bpk.WAHIDI, dan GURU AGAMA nya adalah 
Bpk.DJUMARI,.... dmkn yg saya ingat, dan karena beliau beliau itulah saya bisa 
baca tulis maupun berhitung, oh ya salah yo sama Ibu'mu yg jadi guru di 
SD.sUKODONO, yg sekarang ini.
---Kembali ke era sekarang ini, dan saya tdk akan cerita ketika massa merantau 
hingga 
tahun 1974 yg penuh kepahitan,dan juga manissss serta suka dan duka selama 
merantau pada era setalah pergi dari desa sOEKODONO YG AQ CINTAI DAN SAYA 
KENANG sepanjang massa.
--Saya <asmu'ie ALIAS bambang> diajk teman utk ke Bangka, mulanya kerja 
serabutan sebagai abk kapal niaga/transportasi antar pulau, dari p.bangka ke 
Sumatera dan pulau pulau lainnya, kapal tsb utk keperluan muatan sembako dan 
bahan pokok lainnya, dan juga di charter oleh perusahaan ketika itu bernama 
pt.tambang timah persero, nah bermula dari itulah kedekatan saya dng para 
karyawan pt.tambang timah itu tadi,dan saya ditawari utk bekerja di perusahaan 
tsb, sbg pekerja pengeboran bijih timah<eksplorasi> sebagai pekerja/karyawan 
bag.helper.
--tahun 1975 saya di angkat sebagai 'karyawan tetap' dan berhak menerima pokok 
gaji dan tunjangan,cutilibur dan fasilitas lainnya, bekerja di pengeboran yg 
jaraknya hingga 5-10 mil dari pantai,dng gelombang yg ganas di selat bangka 
serta udara terbuka di atas 'rig' pengeboran lepas pantai..terkadang sangat 
men-jenuh-kan ketika itu...,hingga tahun 1977 saya pindah ke darat< maksud saya 
di kantor nya eksplorasi and geologi> sebagai juru karya/helper dan ngrangkep 
cleaning service di kantor biro tsb....,dan ketika perusahann membutuhkan utk 
tenaga dokumentasi,utk acara acara seremonial maupun rapat rapat,di perusahaan 
tsb saya diberikan tugas utk me motret acara tsb...< hebattt.., pada hal saya 
katrox banget dng benda itu,> ehhmm.. ternyata, singkat cerita hasil nya 
lumayan dan bisa ditampilkan di majalah perusahaan tsb..,dan ehmm mantap banget 
saya dapet honoraria dari humas'nya perusahan.
---- hingga tahun 1980 saya di pindah ke sekretariat/humas sebagai tenaga 
dokumentasi & file.. pd humas dan hubungan media internal maupun eksternal...< 
sekali lagi mantap dan sering mengikuti perjalanan dinas Sang Direktur/Direksi 
Pt.tAMBANGtIMAH ke berbagai acara baik di dalam maupun di luaR PERUSAHAAN.
--- BEGITULAH mAS imron, HINGGA tahun 1990, perusahaan PT.TAMBANG TIMAH 
mengadakan re'strukturisasi, dan ketika itu sang Direktur nya adalah 
PROF.DR.KOENTORO MANGKOESOBROTO yg 


--- Pada Rab, 7/1/09, imron_m <[email protected]> menulis:

Dari: imron_m <[email protected]>
Topik: [kendal-online] Pak Asmu'ie. Nama yang saya kenal?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 7 Januari, 2009, 5:56 AM






Dalam bayang ingatan saya, nama Asmu'ie sering saya dengar. Kenal?
Pasti gak. Sebab nama itu saya sering saya dengar semasa saya kecil,
sekitar awal tahun 80an.
Adalah Ibu saya yang mengenalkan dengan nama Asmu'ie. "Ayo, cepetan.
Nanti Pak Asmu'ie keburu datang. Kan malu mau difoto tapi belum
mandi," ujar Ibu.
Saya masih mampu sedikit mengingat karena itulah sesi foto keluarga
pertama yang mampu saya kenal.
Saya hanya mampu mengingat seorang pria dengan kamera yang kemudian
muncul dan memotret kami. Gagah dengan kamera yang memesona saya.
Itulah Pak Asmu'ie. Saya sudah tidak bisa merekonstruksi seperti apa
wajahnya.
Barangkali jadi nggatuk-gatukke, Ibu saya waktu itu mengajar di SD
Sukodono. Ini ada nama Asmu'ie asal Sukodono, dengan profesi yang
berkaitan dengan fotografi. Bedanya, Pak Asmu'ie yang satu ini ada di
Bangka sana.
Masih dalam bayangan saya, saya pernah bertanya sama Ibu saya, kok Pak
Asmu'ie gak pernah ke rumah lagi? Jawaban yang saya ingat, karena Pak
Asmu'ie sudah pindah.
Nah, apakah Pak Asmu'ie yang saya kenal di Kendal-Online ini adalah
sama dengan sosok yang menginspirasi saya untuk kenal dengan dunia
fotografi?

Salam.
Imron

 














      Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di Yahoo! Indonesia Top Searches 2008. 
http://id.promo.yahoo.com/topsearches2008

Kirim email ke