Hari Ke 12. Presiden Mubarak: Hamas Tidak Boleh Menang Menurut Komisi Tinggi Urusan Pengungsi PBB (UNHCR), sampai hari Rabu (7/1/2009), pemerintah Mesir masih melarang bantuan masuk ke Gaza. Hal ini disampaikan Jurubicara UNHCR, Ron Redmond kepada wartawan di Jenewa, Swiss. Sampai hari ini UNHCR belum dapat mengeluarkan muslim Gaza dari perang yang sedang berkecamuk, akibat larangan pemerintah Mesir.
[180] Akibat larangan ini kondisi Muslim Gaza, semakin memburuk, karena tidak dapatnya bantuan masuk ke wilayah yang sedang dilanda agresi rejim Zionis-Israel. Pemerintah Mesir membiarkan tragedi kemanusiaan yang dialami muslim Gaza, dan tidak ada sedikitkan belaskasihan atas kondisi mereka. Dan, yang sangat menarik, ketika Presiden Hosni Mubarak bertemu dengan delegasi Uni Eropa, menyatakan : 'Hamas tidak boleh menang dalam perang melawan Israel", tegas Mubarak. [180] Memasuki hari ke 12, agresi militer yang dilakukan rejim Zionis-Israel, semakin dahsyat, serangan dari udara, darat, dan luat terus mereka lakukan dengan gencar. Sampai hari Rabu (7/1/2009), telah syahid 680 muslim Gaza, yang sebagian besar adalah anak-anak, dan wanita. Jumlah yang luka, lebih besar lagi, tak kurang angka yang tercatat mencapai 3100 muslim Gaza yang luka atau cedera. [180] Banyaknya jumlah korban sipil, karena militer rejim Zionis-Israel terus mengintensivekan pemboman ke arah gedung-gedung, flat, sekolah, rumah sakit, terus menjadi target sasaran serangan Zionis-Israel. Tentara pendudukan Zionis-Israel itu, menghancurkan seluruh sarana, yang dicurigai sebagai tempat pejuang Hamas. [180] Brigade Izzuddin al-Qassam bertekad menyerang kembali tentara Israel, hanya dengan menggunakan alat-alat peledak, yang mereka buat sendiri. Selanjutnya, Brigade al-Qassam setelah menyerang tentara Israel, para pejuangnya menembaki tank Merkava dengan menggunakan senjata berat dan RPG. Perang yang terjadi di Zeiton ini, berlangsung dalam waktu yang lama. Tidak disebutkan situasi perang yang terjadi di Zeiton itu. [180] Sementara itu, Dr.Hussein Ashur, Direktur Rumah Sakit Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza, menyatakan sudah tidak ada tempat lagi untuk menampungkan korban agresi militer rejim Zionis-Israel. Dalam satu hari mencatat 40 orang syuhada yang dikirim ke rumah sakit, dan lebih 100 oran yang luka dan cedera, terutama wanita dan anak-anak. Ashrur menyerukan dukungan internasional, khususnya dalam menghadapi `humanitarian disaster' (bencana kemanusiaan), yang dahsyat. [180] Dibagian lain, tentara pendudukan rejim Zionis-Israel, menghentikan serangannya selama `tiga jam', ini hanyalah untuk membungkus kebiadan busuknya, yang sudah menghancurkan dan membunuh secara biadab muslim Gaza. [180] Alasan rejim Zionis-Israel menghentikan serangannya selama tiga jam itu, guna membarikan kesempatan kepada lembaga kemanusiaan, yang mengirimkan bantuan ke wilayah perang. [180] Tapi, Mohammad Nazal menilai pelonggaran yang dilakukan rejim Zionis-Israel dengan memberikan waktu jeda tiga jam itu, dinilai Nazal sebagai tindakan `bodoh'. Karena, waktu tiga jam itu, sangatlah tidak cukup untuk misi kemanusiaan, yang dibutuhkan bagi muslim Gaza,yang menjadi korban agresi militernya. Dalam satu hari serangan udara terhadap sekolah-sekolah yang dikelola PBB, lebih dari 100 yang syahid. Belum lagi yang luka-luka, ratusan jumlahnya. [180] Sementara itu, hari Selasa (6/1/2009) Presiden Mesir Hosni Mubarak, yang menangapi kunjungan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, yang mengambil prakarsa gencatan senjata di Gaza, Mubarak mensyaratkan bagi proses gencatan senjata, harus diawali dengan fihak Hamas, menghentikan serangan roketnya ke Israel. [180] Prakarsa damai itu tidak eksplisit menyebutkan penghentian agresi rejim Zionis-Israel, tetapi hanyalah menyebutkan sebuah kondisi menuju gencatan senjata. Mubarak juga hanya setuju gencatan senjata itu sifatnya sangat terbatas, terutama bagi penyaluran bantuan kepada rakyat muslim di Gaza. [180] Pemimpin Mesir itu juga menginginkan agar Hamas tidak mendorong terjadi eskalasi (perluasan) perang, selebihnya usaha-usaha gencatan senjata melaluli dialog harus dibawah pengawasan Mesir. Dalam kesempatan sebelum meninggalkan Mesir, Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, mkengulang kembali pernyataan Mubarak, bahwa gencatan senjata hanya bisa diupayakan, bila Hamas harus lebih dahulu menghentikan serangan roketnya ke wilayah Israel. Jadi Presiden Mesir, Hosni Mubarak, benar-benar menjadi juru bicara Israel. [180] Tentu yang palaing menarik, hari Senin (5/1/2009), Hamas mengirimkan pejabatnya berkunjung ke Cairo, mendiskusikan kondisi dan perkembangan yang tejadi di Gaza. Dalam kesempatan diskusi antara delegasi Hamas dengan para pejabat Mesir, terbetik ungkapan, bahwa ketika Presiden Mesir Hosni Mubarak bertemu dengan para pejabat Uni Eropa, Mubarak menyatakan : "Hamas tidak boleh menang dalam perang melawan Israel". (M/Pic). [180] [180] http://www.eramuslim.com/berita/dunia/hari-ke-12-presiden-mubarak-hamas-\ tidak-boleh-menang.htm ======================== --- In [email protected], nurkhozin khozin <nurkhozi...@...> wrote: > > Assalamu'alaikum.... > > semoga Allah memberi kemenangan kepada kaum muslimin...... > dan semoga Allah melaknat kaum yahudi dan sekutunya yang telah medzolimi kaum muslimin di palestina. > > mohan maaf sebelumnya... > sedikit tanggapan atas pertanyaan nya mas Asrofi : > > Sebenarnya pemerintah2 arab tidak tinggal diam atas kondisi palestina. mereka banyak memberikan dukungan kepada palestina baik berupa dukungan moral maupun materi. > adapun dukungan tenaga / fisik, ini kaitannya dengan JIHAD. dan mereka sangat berhati2 dalam masalah ini. karena kita harus berJIHAD secara syar'i sesuai dengan ka'idah2 jihad yang telah di tetepkan oleh Allah dan rosulNya. > adapun negeri iran yang di kuasai oleh orang2 syiah, sesungguhnya mereka tidak jauh beda dengan orang2 yahudi. > > Masalah partai politik, saya hanya sedikit mengingatkan bahwa sistem demokrasi adalah salah satu dari biangnya perpecahan kaum muslimin. dimana kaum muslimin akan saling berselisih berbeda partainya. > kita tidak akan pernah mendapatkan pemimpin yang amanah dengan demokerasi ini. > > Adapun bagi kita kaum muslimin di indonesia. hendaklah kita senantiasa berdo'a kepada Allah untuk palestina. semoga Allah memberi kekuatan dan kemenangan kepada kaum muslimin di palestina. dan memberi dukungan materi melalui lembaga2 yang amanah dan terpercaya untuk palestina. > > mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan....... > > > Fatwa Lajnah Da'imah (Dewan Tetap Arab Saudi) Seputar Bencana di Jalur Gaza 2008-2009 > Ditulis pada Januari 1, 2009 oleh mumtazanas > > > Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad dan kepada keluarga beliau beserta para shahabatnya dan ummatnya yang setia mengikutinya sampai akhir zaman. Wa ba'da; > Sesungguhnya Lajnah Da'imah Lil Buhuts Al `Ilmiyah wal Ifta' (Dewan Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia mengikuti (perkembangan yang terjadi) dengan penuh kegalauan dan kesedihan akan apa yang telah terjadi dan sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita muslimin Palestina dan lebih khusus lagi di Jalur Gaza, dari angkara murka dan terbunuhnya anak-anak, kaum wanita dan orang-orang yang sudah renta, dan pelanggaran- pelanggaran terhadap kehormatan, rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang dihancurkan dan pengusiran penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan dan kedzaliman terhadap penduduk Palestina. > Dan dalam menghadapi peristiwa yang menyakitkan ini wajib atas ummat Islam berdiri satu barisan bersama saudara-saudara mereka di Palestina dan bahu membahu dengan mereka, ikut membela dan membantu mereka serta bersungguh-sungguh dalam menepis kedzaliman yang menimpa mereka dengan sebab dan sarana apa pun yang mungkin dilakukan sebagai wujud dari persaudaraan seagama dan seikatan iman. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara". (Al Hujurat: 10) dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain". (At-Taubah: 71) dan Nabi Shallallahu `Alaihi Wasallam bersabda: "Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)". (Muttafaqun `Alaihi) dan beliau juga bersabda: "Perumpamaan orang-orang yang > beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur". (Muttafaqun `Alaihi) dan beliau juga bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya". (HR. Muslim) > Dan pembelaan bentuknya umum mencakup banyak aspek sesuai kemampuan sambil tetap memperhatikan keadaan, apakah dalam bentuk benda atau suatu yang abstrak dan apakah dari awam muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan yang lain sebagainya. Atau dari pihak pemerintah Arab dan negeri-negeri Islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan kepada mereka dan mengambil posisi dibelakang mereka dan membela kepentingan- kepentingan mereka di pertemuan-pertemuan , acara-acara, dan musyawarah-musyawar ah antar negara dan dalam negeri. Semua itu termasuk ke dalam bekerjasama di atas kebajikan dan ketakwaan yang diperintahkan di dalam firman-Nya: "Dan bekerjasamalah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan". (Al Ma'idah: 2) > Dan termasuk dalam hal ini juga, menyampaikan nasihat kepada mereka dan menunjuki mereka kepada setiap kebaikan bagi mereka. Dan diantaranya yang paling besar, mendoakan mereka pada setiap waktu agar cobaan ini diangkat dari mereka dan agar bencana ini disingkap dari mereka dan mendoakan mereka agar Allah memulihkan keadaan mereka dan membimbing amalan dan ucapan mereka. > Dan sesungguhnya kami mewasiatkan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina untuk bertakwa kepada Allah Ta'ala dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka agar bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perpecahan dan pertikaian, serta menutup celah bagi pihak musuh yang memanfaatkan kesempatan dan akan terus memanfaatkan (kondisi ini) dengan melakukan tindak kesewenang-wenangan dan pelecehan. > Dan kami menganjurkan kepada semua saudara-saudara kami untuk menempuh sebab-sebab agar terangkatnya kesewenang-wenangan terhadap negeri mereka sambil tetap menjaga keikhlasan dalam berbuat karena Allah Ta'ala dan mencari keridha'an-Nya dan mengambil bantuan dengan kesabaran dan shalat dan musyawarah dengan para ulama dan orang-orang yang berakal dan bijak disetiap urusan mereka, karena itu semua potensial kepada taufik dan benarnya langkah. > Sebagaimana kami juga mengajak kepada orang-orang yang berakal di setiap negeri dan masyarakat dunia seluruhnya untuk melihat kepada bencana ini dengan kacamata orang yang berakal dan sikap yang adil untuk memberikan kepada masyarakat Palestina hak-hak mereka dan mengangkat kedzaliman dari mereka agar mereka hidup dengan kehidupan yang mulia. Sekaligus kami juga berterima kasih kepada setiap pihak yang berlomba-lomba dalam membela dan membantu mereka dari negara-negara dan individu. > Kami mohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang husna dan sifat-sifat- Nya yang tinggi untuk menyingkap kesedihan dari ummat ini dan memuliakan agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan para wali-Nya dan menghinakan musuh-musuh- Nya dan menjadikan tipu daya mereka boomerang bagi mereka dan menjaga ummat Islam dari kejahata-kejahatan mereka, sesungguhnya Dialah Penolong kita dalam hal ini dan Dzat Yang Maha Berkuasa. > Dan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga serta shahabatnya dan ummatnya yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kiamat. > > Diterjemahkan dari http://www.sahab.net/home/index.php?threads_id=152 > Tanggal kirim : 01/01/2009 > http://mimbarislami.or.id/?module=artikel&action=detail&arid=151 > Mendoakan Kebinasaan Musuh > Çááøóåãøó ãõäúÒöáõ ÇáúßöÊóÇÈö ÓóÑöíÚó ÇáúÍöÓóÇÈö¡ Çááøóåõãøó ÇåúÒöãú ÇáÇúóÍúÒóÇÈó Çááøóåõãøó ÇåúÒöãúåõãú æóÒóáúÒöáúåõã > Ya Allah, yang menurunkan AlQuran, yang cepat hisabnya, hancurkanlah kelompok itu, ya Allah hancurkan mereka dan goncangkanlah mereka". > DIarsipkan di bawah: ulama | yang berkaitan: fatwa, jalur gaza, palestina > > > > > > > --- On Sat, 1/3/09, Asrofi asrof...@... wrote: > > > From: Asrofi asrof...@... > Subject: [kendal-online] Turut berduka cita untuk Palestine > To: [email protected] > Date: Saturday, January 3, 2009, 5:02 AM > > > > > > > Turut berduka cita atas meninggalnya masyarakat sipil tidak berdosa di Palestine > > Sebuah pertanyaan untuk seluruh masyarakat di dunia > Apakah kita masih tetap percaya dengan Israel dan Amerika (terutama Keluarga Bush dan kroninya) sebagai manusia yang baik? > > Pertanyaan untuk ummat muslim > Kenapa pemerintah2 negeri Arab terdiam saja dan terkesan membiarkan pembantaian rakyat Palestine? > Apakah kita masih percaya dengan pemimpin2 negeri Arab sebagai orang baik? > Kenapa hanya Presiden Iran saja yang mengutuk kejahatan Israel? > > Pertanyaan buat masyarakat Indonesia > Apakah Pemimpin kita (Pemerintah Indonesia) juga terdiam saja melihat saudara2nya di Palestine dibantai dengan kejam? Masih takutkah dengan Amerika? > > Pertanyaan buat parpol-parpol islam > Mana suara anda? parpol kan hanya bisa beruara.. kenapa ga bersuara sebaiamana suara pemimpin PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ? > > Pertanyaan buat kita bersama: > Sudahkah kita melakukan sedikit saja niat baik kita untuk saudara2 kita di Palestine? Sudahkah berdoa untuk mereka hari ini? Sudahkah kita sumbangkan dana buat korban2 di sana? Sudahkah kita menolak kejahatan Israel ini dengan cara kita? > > Sampaikan pertayaan-pertanyaa n ini ke semua daftar kenalan anda ! > > Asrofi > www.asrofi.web. id >

