Kanoute Mendukung Palestina
Saya baca berita ini meneteskan air mata, kenapa saya belum melakukakn apa2 
untuk agama saya sebagaimana Pemain sepak bola terbvaik di Afrika tahun 2007 
ini lakukan...


Sepak bola Spanyol membuat cerita. Dalam pertandingan pekan lalu,
antara klub Sevilla kontra Deportivo La Coruna, Fredrick Kanoute,
striker Sevilla yang beragama Islam dan berasal dari Mali, usai
menjaringkan bola ke gawang lawan, membuka bajunya untuk memperlihatkan
kaos dalamnya yang bertuliskan "Palestine". Kata Palestina itu ditulis
juga dalam beberapa bahasa yang lain. Ini tentu saja dimaksudkan
sebagai dukungan Kanoute pada Palestina yang tengah digempur oleh
pasukan Israel di Gaza.
Aksi Kanoute tersebut tetap membuahkan hukuman kartu kuning dari
wasit yang memimpin pertandingan. Esoknya, Federasi Sepak Bola Spanyol
(REF) memberlakukan denda kepada Kanoute sebanyak 3000 euro atau
sekitar Rp. 45 juta. Keputusan Federasi Sepak Bola Spanyol ini menuai
aksi protes dari segala penjuru. Peraturan federasi Spanyol melarang
para pemain menunjukkan berbagai publisitas atau slogan-slogan
sepanjang pertandingan berlangsung. Menurut federasi itu, hukuman
tersebut tidak mempermasalahkan sifat dasar politik dari pesan itu.
Tetapi mereka menyoroti fakta bahwa sang pemain telah menunjukkan suatu
pesan yang dinilai melanggar peraturan.
Tanggapan Kaonute? ”Itu merupakan sesuatu yang saya rasa harus saya
lakukan. Setiap orang seharusnya merasa bertanggung jawab saat
menyaksikan ada suatu situasi yang sangat tidak adil itu. Saya merasa
100 persen bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan dan saya tidak
takut atas sanksi itu,” ujarnya kepada televisi swasta Telecinco.
Sebenarnya, Kanoute sudah akan melakukan aksi itu, sepekan setelah
Israel menggempur Gaza. 4 Januari lalu, ia terlihat memakai baju dalam
yang sama, yang tembus dari jersey-nya di tengah guyuran hujan. Sayangnya ia 
tidak berhasil mencetak gol. 
Aksi Kanoute itu banyak mendapat dukungan, salah satunya dari Josep
Guadiola, pelatih Barcelona. Sanksi yang dirasa Guardiola sebagai
bentuk ketidakadilan untuk striker asal Mali tersebut. Menurutnya,
seharusnya REF mempelajari lebih dulu apakah pemain itu pantas
diberikan denda atas tindakan dari pemain yang bersangkutan.
"Denda itu terlalu banyak. Bila mereka selalu mendenda perbuatan
seperti ini, para jurnalis tidak akan bisa lagi membuat sebuah
artikel," tandas Pep, sapaan akrab Guardiola, kepada Sport yang
dilansir Goal. Ditambahkan Guardiola, mengatakan bahwa peperangan
adalah sseauatu hal yang semestinya dilarang karena membahayakan banyak
orang. "Semua perang adalah sesuatu yang tidak masuk di akal, dan
terlalu banyak orang tidak bersalah harus terbunuh untuk hal seperti
ini."
Kanoute memang dikenal sebagai muslim yang taat dan kerap bangga
menunjukkan identitas keyakinannya itu. Pada tahun 2007 misalnya,
pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah memberikan gajinya selama
setahun, sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk
menyelamatkan masjid terakhir yang ada di Sevilla. Masjid tersebut
sedianya akan dijual karena populasi Muslim di kota tersebut mulai
punah. Pemerintah setempat pun akhirnya memberi nama tempat ibadah
tersebut sesuai dengan sang pembeli.
"Jika tidak ada Kanoute, kami tidak akan beribadah pada hari Jumat
lagi, di mana itu adalah hari yang suci bagi umat muslim," tukas wakil
dari komunitas Islam Spanyol, sesaat setelah Kanoute membeli Masjid
tersebut, seperti dilansir AFP.
Ketaatan Kanoute dalam mengamalkan ajaran Islam juga mendapat
dukungan penuh dari Sevilla. Ia diberi jersey khusus tanpa sponsor. Hal
itu karena sponsor utama Los Palanganas, 888.com, adalah situs judi yang 
bertentangan dengan ajaran Islam. Ia juga menyumbangkan seluruh hasil penjualan 
kaosnya untuk beramal.

http://eramuslim.com/berita/dunia/tunjukan-dukungan-pada-palestina-kanoute-dikartu-kuning-dan-denda-rp-45-000.htm



      

Kirim email ke